Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENGARUH KOMPOSISI BACKING GAS ARGON (99%) DAN GAS H2N2 (20%-80%) PADA PROSES PENGELASAN GTAW DENGAN MATERIAL STAINLESS STEEL SA 312 TP 304 TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN WALUYO UTOMO, NUGROHO; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH KOMPOSISI BACKING GAS ARGON (99%) DAN BACKING GAS H2N2 (20%-80%) PADA PROSES PENGELASAN GTAW DENGAN MATERIAL STAINLESS STEEL SA 312 TP 304 TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN Nama : Nugroho Waluyo Utomo NIM : 16050754091 Program Studi : S-1 Teknik Mesin Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Akhmad Hafizh Ainur R., S.T., M.T. Dapat kita ketahui tingkat kekerasan sambungan las GTAW dapat dipengaruhi beberapa faktor, antara lain adalah penggunaan backing gas dan penggunaan kawat pengisi (filler rod). Dalam pengambilan data penelitian ini menggunakan statistik deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam tabel, grafik, dan foto, kemudian diuji hipotesisnya dengan menggunakan uji-t. Jumlah spesimen yang digunakan sebanyak 4 spesimen, yang berbeda komposisi backing gas nya. Selanjutnya spesimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pipa stainless steel SA 312 TP 304 yang dilas GTAW dan diuji struktur mikro pada daerah logam induk dan logam las kemudian diuji kekerasan sebanyak tiga pada setiap daerah uji dan diambil nilai rata-ratanya. Hasil penelitian menunjukkan uji struktur mikro pada daerah logam induk (base metal) spesimen A1 A2 dan spesimen B1 B2 didominasi struktur kristal fasa austenite. Sedangkan pada daerah logam las (weld metal) spesimen A1 A2 dan spesimen B1 B2 terjadi perubahan pada fasa struktur kristalnya yaitu fasa ferrite dan bainit. Pada uji kekerasan daerah BM (Base Metal) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 53,9 Kg pada backing gas nitrogen (H2N2) (20%-80%), Pada uji kekerasan daerah HAZ (Heat Affected Zone) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 53,9 Kg pada backing gas argon (Ar) (99%), Pada uji kekerasan daerah WM (Weld Metal) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 56,2 Kg pada backing gas argon (Ar) (99%). Hal ini diperkuat berdasarkan hasil analisis parametrik normalitas dan homogenitas dengan hasil > 0,05 yang berarti data normal-homogen dan pada uji t, terlihat bahwa backing gas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai kekerasan karena nilai sig (2-tailed) < 0,05 dan t hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kata kunci: Backing Gas, Stainless Steel SA 312 TP 304, Struktur mikro, dan Nilai kekerasan
PENGARUH QUENCHING-TEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO HASIL LAS FRICTION PADA WELDING REPAIR REAR AXLE SHAFT MEDIUM CARBON STEEL PRATAMA SIDIQ, RISQY; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegagalan patah, banyak dijumpai pada poros roda belakang truk. Hal ini disebabkan oleh kualitas jalan dan regulasi yang mengaturnya. Keggalan ini berimplikasi terhadap meningkatnya jumlah limbah poros roda belakang truk. Prinsip pengelolaan limbah, repair memungkinkan penggunaan kembali limbah poros roda belakang dengan perbaikan dan perlakuan pada limbah. Proses penyambungan pada limbah poros menggunakan pengelasan gesek, menyebabkan perbedaan struktur mikro dan nilai kekerasan pada logam paduan hasil pengelasan. Melihat fenomena di atas peneliti ingin mengetahui pengaruh perlakuan panas quenching ? tempering terhadap kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro pada poros hasil repair, dan untuk mengetahui perbedaan nilai sifat mekanik rear axle shaft repair dengan rear axle genuine 7.5 ton. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan teknik analisis data one way anova. Hasil penelitian menunjukkan quenching-tempering berpengaruh secara signifikan, pada kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro poros hasil repair pengelasan gesek. Spesifikasi mekanik repair rear axle shaft mempunyai nilai kuat tarik melebihi spesifikasi mekanik rear axle shaft genuine 7.5 ton, tetapi nilai kekerasan dan elongasi masih dibawah rear axle shaft genuine 7.5 ton. Kata kunci: poros roda belakang, quenching-tempering, perbaikan, pengelasan gesek Abstract Failure is broken, often found on the rear axle of the truck. This is caused by the quality of the road and the regulations that it stipulates. This failure has implications for the amount of truck rear axle waste. The principle of waste management, repair allows reuse of the rear axle with repair and maintenance on waste. The connection process on shaft flow uses friction welding, causing differences in the microstructure and the value of the opposition to the welded alloy metal. Seeing the above phenomenon the researcher wants to find out how to improve quenching - tempering heat against tensile strength, hardness and microstructure on the improved shaft, and to find out the difference in mechanical properties of the rear axle repair with the original 7.5 ton rear axle. This research method uses one way ANOVA research methods and data analysis techniques. The results showed that quenching-tempering had a significant effect on the tensile strength, hardness, and microstructure of the shaft resulting in improved friction welding. Mechanical specifications for rear axle improvement have tensile strength values ??exceeding the original 7.5 tons rear axle mechanical specifications, but the point of hardness and elongation are still below the original 7.5 tons rear axle. Keywords: rear axle shaft, quenching-tempering, repair, friction welding
PENGARUH SUHU TEMPERING TERHADAP KETAHANAN BENDING DAN STUKTUR MIKRO SAMBUNGAN LAS SMAW BAJA SS400 SETELAH PROSES QUENCING DENGAN LARUTAN NACL KHAIRUR RIZQI, ALIF; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pendinginan digunakan pada suatu logam maupun paduan dapat mempengaruhi sifat-sifat mekanik dari logam maupun paduan tersebut. Salah satu proses pendinginan dapat diberikan pada logam maupun paduan sesudah pengelasan. Proses pendinginan yang dilakukan bertujuan untuk menambah kekerasan logam, namun menghasilkan material yang bersifat getas. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Suhu Tempering Terhadap Ketahanan Bending dan Stuktur Mikro Sambungan Las SMAW Setelah Quencing Dengan Larutan NaCl. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja karbon rendah SS400 kemudian dilakukan proses pengelasan SMAW, setelah proses pengelasan selesai selanjutnya dilakukan proses pendinginan dengan menggunakan larutan NaCl, lalu dipanaskan kembali didalam dapur pemanas. Alat yang digunakan dalam uji struktur mikro dan uji ketahanan bending adalah Muffle Furnace, Olympus Metallurgycal Microscope dan Bending Testing. Pengujian pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui perubahan struktur mikro ketahanan bending pada sambungan las SMAW baja SS400. Dari hasil pengujian dihasilkan perbedaan ketahanan bending sesudah perlakuan tempering dimana ketangguhan material baja SS400 mengalami penurunan di mana hasil pengujian bending pada suhu tempering 200 Celcius, 400 Celcius, 600 Celcius didapatkan energi bending tertinggi pada suhu 200 Celcius sebesar 47 MPa, pada suhu 400 Celcius sebesar 43,6 MPa, dan suhu 600 Celcius sebesar 41 MPa. Dan terjadi perbedaan stuktur mikro pada suhu tempering 200 Celcius, 400 Celcius, 600 Celcius yang membentuk stuktur Martensite, Martensite Temper,dan Bainite. Kata kunci:. Baja SS400, Tempering, Quenching, struktur mikro, bending.
ANALISIS GETARAN BAJA HARDENING S45C PADA PROSES HOT TURNING MENGGUNAKAN INDUCTION ELECTROMAGNETIC FIKRI ABDI RACHMAN, HAIKAL; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Majunya perkembangan teknologi pada bidang material harus diimbangi juga dengan perkembangan teknologi dalam bidang permesinan. Material yang mempunyai nilai kekerasan yang tinggi sulit untuk dikerjakan pada proses permesinan. Untuk membubut material dengan nilai kekerasan yang tinggi maka diperlukan nilai feeding dan depth of cut yang rendah agar getaran yang terjadi tidak besar sehingga menyebabkan proses produksi yang relatif lebih lama. Lamanya waktu proses produksi menyebabkan menurunnya produktivitas produksi. Salah satu metode untuk menanggulangi permasalahan tersebut adalah dengan hot turning. Namun penggunaan LPG sebagai bahan pemanas pada hot turning menimbulkan beberapa permasalahan, sehingga dipilih metode pemasanan yang lain yakni induction electromagnetic. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan induction electromagnetic pada proses hot turning baja hardening S45C terhadap nilai getaran proses. Pada penelitian ini digunakan metode hot turning dengan variasi pemanasan 400?C, serta variasi feeding 0.15mm/rev dan 0.3mm/rev. Material yang digunakan adalah baja hardening S45C dengan nilai kekerasan rata-rata 49.6HRC. Pengujian yang digunakan pada penelitian ini adalah uji getaran untuk mengetahui getaran yang terjadi pada saat proses hot turning yang diwakilkan oleh nilai defleksi pada ujung pahat. Hasil pengujian menunjukan bahwa pada pengujian getaran, penggunaan induction electromagnetic menyebabkan perbedaan getaran yang terjadi pada pahat. Nilai rata-rata defleksi tertinggi didapatkan dari variasi pemanasan 400?C dengan feeding 540mm/min yaitu sebesar 0.024mm. Nilai rata-rata defleksi terendah didapatkan dari variasi pemanasan 400?C dengan feeding 270mm/min yaitu sebesar 0.016mm. Kata Kunci: Nilai Kekerasan, Getaran, Baja Hardening S45C, Hot Turning, Induction Electromagnetic.
PEMILIHAN PARAMETER PENGECATAN UNTUK MENDAPATKAN KETEBALAN LAPISAN CAT YANG TEPAT UNTUK PERMUKAAN TIDAK MERATA Rasyid, Akhmad Hafizh Ainur; Santoso, Dany Iman; Utama, Firman Yasa
Otopro Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v12n2.p82-87

Abstract

Proses pengecatan merupakan proses pelapisan dengan tujuan melindungi dan esetika dari produk yang dilapisi. Agar didapatkan permukaan hasil pengecatan yang bagus diperlukan kondisi permukaan yang bagus pula. Kondisi permukaan yang ada sedikit cacat akan tertutupi bila ketebalan lapisan cat yang menempel pada produk cukup tebal. Ketebalan lapisan cat ditentukan oleh jarak penyemprotan, kecepatan langkah ayun, tekanan spray gun dan tekanan tabung residu. Campuran bahan cat dengan pengencer juga berpengaruh pada ketebalan lapisan namun setiap produsen bahan cat telah memberikan rekomendsi perbandingan campuran yang terbaik. Peneliti menentukan jarak penyemprotan 100;150;200 mm, kecepatan langkah ayun 0,381;0,448 m/s, tekanan spray gun 10;12 Psi dan tekanan tabung residu 25;20 Psi. Menggunakan thickness gauge didapatkan ketebalan cat sebesar 0,1 mm pada jarak penyemprotan 100 mm, kecepatan langkah ayun 0,381 m/s, tekanan spray gun 12 Psi dan tekanan tabung residu 20 Psi.
ANALISA PENGARUH AXIAL FORCE DAN ROTATIONAL SPEED PADA PROSES REPAIR AXLE SHAFT BEKAS MENGGUNAKAN FRICTION WELDING TERHADAP KETANGGUHAN AXLE SHAFT Hartanto, Irfan Malik; Ainur Rasyid, Akhmad Hafizh
Otopro Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v15n2.p32-39

Abstract

Increasing truck growth and a large number of failure phenomena on Axle Shaft components. Implied by an increase in shaft waste that fails, so an effort is needed to reduce it. One of the waste control methods that can be used is the repair principle. Repair is the maintenance and repair of waste that can still be used for the same function or other functions with certain businesses. The repair method carried out in this study is the process of joining the material using the friction welding process. Seeing the above phenomenon the researcher wants to know the effect of rotational speed and axial force on and toughness in the axle shaft shaft welding area. This research method uses an experimental research method with a welding process carried out on a lathe that has been added a hydraulic pressure device as an axial suppression mechanism. The results showed the greatest impact strength was found in variations of rotational speed of 1010 Rpm with the highest yield of 0.065030 J / mm² at forging pressures of 40 Kg / cm2 in weld metal areas while the lowest impact test results were generated from variations of 1800 Rpm rotational speed of 0.040970 J / mm² at forging pressure 20 Kg / cm2 in the weld metal area. So it can be concluded that rotational speed and axial pressure affect the impact strength of friction welding results
PENGARUH PENAMBAHAN FREE DAN FIX DRAG REDUCING PADA BILAH TERHADAP KINERJA TURBIN ANGIN SAVONIUS Siregar, Indra Herlamba; Effendy, Moch; Rasyid, Akhmad Hafizh Ainur
Otopro Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v13n2.p63-66

Abstract

Indonesia dengan karekteristik angin yang sering berubah-ubah arah serta kecepatannya tergolong rendah, memerlukan sebuah desain turbin angin yang sesuai. Turbin angin Savonius adalah jenis turbin yang sesuai dengan karekteristik angin di Indonesia. Pada penelitian sekarang bilah turbin angin Savonius di tambahi peralatan yang berfungsi untuk mengurangi drag terutama pada returning blade, peralatan ini ada yang bergerak bebas disebut free drag reducing  dan ada pula dengan sudut tertentu disebut fix drag reducing. Hasil penelitian memaparkan bahwa penambahan peralatan yang bergerak bebas pada bilah menghasilkan kinerja turbin angin yang lebih baik daripada penambahan peralatan dengan sudut tertentu pada bilah.
PEMILIHAN PARAMETER PENGECATAN UNTUK MENDAPATKAN KETEBALAN LAPISAN CAT YANG TEPAT UNTUK PERMUKAAN TIDAK MERATA Rasyid, Akhmad Hafizh Ainur; Santoso, Dany Iman; Utama, Firman Yasa
Otopro Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v12n2.p82-87

Abstract

Proses pengecatan merupakan proses pelapisan dengan tujuan melindungi dan esetika dari produk yang dilapisi. Agar didapatkan permukaan hasil pengecatan yang bagus diperlukan kondisi permukaan yang bagus pula. Kondisi permukaan yang ada sedikit cacat akan tertutupi bila ketebalan lapisan cat yang menempel pada produk cukup tebal. Ketebalan lapisan cat ditentukan oleh jarak penyemprotan, kecepatan langkah ayun, tekanan spray gun dan tekanan tabung residu. Campuran bahan cat dengan pengencer juga berpengaruh pada ketebalan lapisan namun setiap produsen bahan cat telah memberikan rekomendsi perbandingan campuran yang terbaik. Peneliti menentukan jarak penyemprotan 100;150;200 mm, kecepatan langkah ayun 0,381;0,448 m/s, tekanan spray gun 10;12 Psi dan tekanan tabung residu 25;20 Psi. Menggunakan thickness gauge didapatkan ketebalan cat sebesar 0,1 mm pada jarak penyemprotan 100 mm, kecepatan langkah ayun 0,381 m/s, tekanan spray gun 12 Psi dan tekanan tabung residu 20 Psi.
ANALISA PENGARUH AXIAL FORCE DAN ROTATIONAL SPEED PADA PROSES REPAIR AXLE SHAFT BEKAS MENGGUNAKAN FRICTION WELDING TERHADAP KETANGGUHAN AXLE SHAFT Hartanto, Irfan Malik; Ainur Rasyid, Akhmad Hafizh
Otopro Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v15n2.p32-39

Abstract

Increasing truck growth and a large number of failure phenomena on Axle Shaft components. Implied by an increase in shaft waste that fails, so an effort is needed to reduce it. One of the waste control methods that can be used is the repair principle. Repair is the maintenance and repair of waste that can still be used for the same function or other functions with certain businesses. The repair method carried out in this study is the process of joining the material using the friction welding process. Seeing the above phenomenon the researcher wants to know the effect of rotational speed and axial force on and toughness in the axle shaft shaft welding area. This research method uses an experimental research method with a welding process carried out on a lathe that has been added a hydraulic pressure device as an axial suppression mechanism. The results showed the greatest impact strength was found in variations of rotational speed of 1010 Rpm with the highest yield of 0.065030 J / mm² at forging pressures of 40 Kg / cm2 in weld metal areas while the lowest impact test results were generated from variations of 1800 Rpm rotational speed of 0.040970 J / mm² at forging pressure 20 Kg / cm2 in the weld metal area. So it can be concluded that rotational speed and axial pressure affect the impact strength of friction welding results
SIMULASI PARAMETER PENGELASAN GESEK ROTARI PADA AL ALLOY 6061 T-6 DAN AISI 1018 DENGAN FINITE ELEMENT METHOD (FEM) Muhammad Irfan Maulana; Akhmad Hafizh Ainur Rasyid
Otopro Vol 17 No 2 Mei 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v17n2.p38-47

Abstract

Rotary Friction Welding is a welding process that is carried out to connect metal materials in the form of a cylinderby means of friction against the two materials to be joined by applying pressure.  Therefore, researchers are interested in conducting simulations based on the finite element method with FEM software to solve the problem. The purpose of the simulation is to analyze the results of rotational speed, axial pressure, forging pressure and welding time. Parameters were analyzed for stress-strain values, temperature distribution and displacement visualized through contours.  The parameters used are 2.5 MPa axial pressure, 4 MPa forging pressure and 1500 RPM rotational speed and welding time of 10 seconds. Simulation data shows that the stress strain analysis obtained a strain of 1.8 and a stress of 315 MPa, the displacement value was 5.2 mm and the temperature distribution value was 582ᴼC with the axial and forging pressure welding parameters 2.5 MPa, 4 MPa, rotational speed 1500 RPM with a welding time of 10 seconds. The research validation can be said to be valid because it has fulfilled the tensile strength value of 305 MPa in the tensile test based on the value of the mechanical properties of Aluminum alloy with a margin of error of 1.61%<5%. The connection results are said to be valid because they have been analyzed and then validated to meet the standard mechanical properties that have been determined by the researcher so that the welding parameters used can be recommended to be done experimentally.