Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH KOMPOSISI BACKING GAS ARGON (99%) DAN GAS H2N2 (20%-80%) PADA PROSES PENGELASAN GTAW DENGAN MATERIAL STAINLESS STEEL SA 312 TP 304 TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN WALUYO UTOMO, NUGROHO; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH KOMPOSISI BACKING GAS ARGON (99%) DAN BACKING GAS H2N2 (20%-80%) PADA PROSES PENGELASAN GTAW DENGAN MATERIAL STAINLESS STEEL SA 312 TP 304 TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN Nama : Nugroho Waluyo Utomo NIM : 16050754091 Program Studi : S-1 Teknik Mesin Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Akhmad Hafizh Ainur R., S.T., M.T. Dapat kita ketahui tingkat kekerasan sambungan las GTAW dapat dipengaruhi beberapa faktor, antara lain adalah penggunaan backing gas dan penggunaan kawat pengisi (filler rod). Dalam pengambilan data penelitian ini menggunakan statistik deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam tabel, grafik, dan foto, kemudian diuji hipotesisnya dengan menggunakan uji-t. Jumlah spesimen yang digunakan sebanyak 4 spesimen, yang berbeda komposisi backing gas nya. Selanjutnya spesimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pipa stainless steel SA 312 TP 304 yang dilas GTAW dan diuji struktur mikro pada daerah logam induk dan logam las kemudian diuji kekerasan sebanyak tiga pada setiap daerah uji dan diambil nilai rata-ratanya. Hasil penelitian menunjukkan uji struktur mikro pada daerah logam induk (base metal) spesimen A1 A2 dan spesimen B1 B2 didominasi struktur kristal fasa austenite. Sedangkan pada daerah logam las (weld metal) spesimen A1 A2 dan spesimen B1 B2 terjadi perubahan pada fasa struktur kristalnya yaitu fasa ferrite dan bainit. Pada uji kekerasan daerah BM (Base Metal) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 53,9 Kg pada backing gas nitrogen (H2N2) (20%-80%), Pada uji kekerasan daerah HAZ (Heat Affected Zone) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 53,9 Kg pada backing gas argon (Ar) (99%), Pada uji kekerasan daerah WM (Weld Metal) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 56,2 Kg pada backing gas argon (Ar) (99%). Hal ini diperkuat berdasarkan hasil analisis parametrik normalitas dan homogenitas dengan hasil > 0,05 yang berarti data normal-homogen dan pada uji t, terlihat bahwa backing gas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai kekerasan karena nilai sig (2-tailed) < 0,05 dan t hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kata kunci: Backing Gas, Stainless Steel SA 312 TP 304, Struktur mikro, dan Nilai kekerasan
PENGARUH QUENCHING-TEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO HASIL LAS FRICTION PADA WELDING REPAIR REAR AXLE SHAFT MEDIUM CARBON STEEL PRATAMA SIDIQ, RISQY; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegagalan patah, banyak dijumpai pada poros roda belakang truk. Hal ini disebabkan oleh kualitas jalan dan regulasi yang mengaturnya. Keggalan ini berimplikasi terhadap meningkatnya jumlah limbah poros roda belakang truk. Prinsip pengelolaan limbah, repair memungkinkan penggunaan kembali limbah poros roda belakang dengan perbaikan dan perlakuan pada limbah. Proses penyambungan pada limbah poros menggunakan pengelasan gesek, menyebabkan perbedaan struktur mikro dan nilai kekerasan pada logam paduan hasil pengelasan. Melihat fenomena di atas peneliti ingin mengetahui pengaruh perlakuan panas quenching ? tempering terhadap kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro pada poros hasil repair, dan untuk mengetahui perbedaan nilai sifat mekanik rear axle shaft repair dengan rear axle genuine 7.5 ton. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan teknik analisis data one way anova. Hasil penelitian menunjukkan quenching-tempering berpengaruh secara signifikan, pada kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro poros hasil repair pengelasan gesek. Spesifikasi mekanik repair rear axle shaft mempunyai nilai kuat tarik melebihi spesifikasi mekanik rear axle shaft genuine 7.5 ton, tetapi nilai kekerasan dan elongasi masih dibawah rear axle shaft genuine 7.5 ton. Kata kunci: poros roda belakang, quenching-tempering, perbaikan, pengelasan gesek Abstract Failure is broken, often found on the rear axle of the truck. This is caused by the quality of the road and the regulations that it stipulates. This failure has implications for the amount of truck rear axle waste. The principle of waste management, repair allows reuse of the rear axle with repair and maintenance on waste. The connection process on shaft flow uses friction welding, causing differences in the microstructure and the value of the opposition to the welded alloy metal. Seeing the above phenomenon the researcher wants to find out how to improve quenching - tempering heat against tensile strength, hardness and microstructure on the improved shaft, and to find out the difference in mechanical properties of the rear axle repair with the original 7.5 ton rear axle. This research method uses one way ANOVA research methods and data analysis techniques. The results showed that quenching-tempering had a significant effect on the tensile strength, hardness, and microstructure of the shaft resulting in improved friction welding. Mechanical specifications for rear axle improvement have tensile strength values ??exceeding the original 7.5 tons rear axle mechanical specifications, but the point of hardness and elongation are still below the original 7.5 tons rear axle. Keywords: rear axle shaft, quenching-tempering, repair, friction welding
PENGARUH SUHU TEMPERING TERHADAP KETAHANAN BENDING DAN STUKTUR MIKRO SAMBUNGAN LAS SMAW BAJA SS400 SETELAH PROSES QUENCING DENGAN LARUTAN NACL KHAIRUR RIZQI, ALIF; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pendinginan digunakan pada suatu logam maupun paduan dapat mempengaruhi sifat-sifat mekanik dari logam maupun paduan tersebut. Salah satu proses pendinginan dapat diberikan pada logam maupun paduan sesudah pengelasan. Proses pendinginan yang dilakukan bertujuan untuk menambah kekerasan logam, namun menghasilkan material yang bersifat getas. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Suhu Tempering Terhadap Ketahanan Bending dan Stuktur Mikro Sambungan Las SMAW Setelah Quencing Dengan Larutan NaCl. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja karbon rendah SS400 kemudian dilakukan proses pengelasan SMAW, setelah proses pengelasan selesai selanjutnya dilakukan proses pendinginan dengan menggunakan larutan NaCl, lalu dipanaskan kembali didalam dapur pemanas. Alat yang digunakan dalam uji struktur mikro dan uji ketahanan bending adalah Muffle Furnace, Olympus Metallurgycal Microscope dan Bending Testing. Pengujian pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui perubahan struktur mikro ketahanan bending pada sambungan las SMAW baja SS400. Dari hasil pengujian dihasilkan perbedaan ketahanan bending sesudah perlakuan tempering dimana ketangguhan material baja SS400 mengalami penurunan di mana hasil pengujian bending pada suhu tempering 200 Celcius, 400 Celcius, 600 Celcius didapatkan energi bending tertinggi pada suhu 200 Celcius sebesar 47 MPa, pada suhu 400 Celcius sebesar 43,6 MPa, dan suhu 600 Celcius sebesar 41 MPa. Dan terjadi perbedaan stuktur mikro pada suhu tempering 200 Celcius, 400 Celcius, 600 Celcius yang membentuk stuktur Martensite, Martensite Temper,dan Bainite. Kata kunci:. Baja SS400, Tempering, Quenching, struktur mikro, bending.
ANALISIS GETARAN BAJA HARDENING S45C PADA PROSES HOT TURNING MENGGUNAKAN INDUCTION ELECTROMAGNETIC FIKRI ABDI RACHMAN, HAIKAL; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Majunya perkembangan teknologi pada bidang material harus diimbangi juga dengan perkembangan teknologi dalam bidang permesinan. Material yang mempunyai nilai kekerasan yang tinggi sulit untuk dikerjakan pada proses permesinan. Untuk membubut material dengan nilai kekerasan yang tinggi maka diperlukan nilai feeding dan depth of cut yang rendah agar getaran yang terjadi tidak besar sehingga menyebabkan proses produksi yang relatif lebih lama. Lamanya waktu proses produksi menyebabkan menurunnya produktivitas produksi. Salah satu metode untuk menanggulangi permasalahan tersebut adalah dengan hot turning. Namun penggunaan LPG sebagai bahan pemanas pada hot turning menimbulkan beberapa permasalahan, sehingga dipilih metode pemasanan yang lain yakni induction electromagnetic. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan induction electromagnetic pada proses hot turning baja hardening S45C terhadap nilai getaran proses. Pada penelitian ini digunakan metode hot turning dengan variasi pemanasan 400?C, serta variasi feeding 0.15mm/rev dan 0.3mm/rev. Material yang digunakan adalah baja hardening S45C dengan nilai kekerasan rata-rata 49.6HRC. Pengujian yang digunakan pada penelitian ini adalah uji getaran untuk mengetahui getaran yang terjadi pada saat proses hot turning yang diwakilkan oleh nilai defleksi pada ujung pahat. Hasil pengujian menunjukan bahwa pada pengujian getaran, penggunaan induction electromagnetic menyebabkan perbedaan getaran yang terjadi pada pahat. Nilai rata-rata defleksi tertinggi didapatkan dari variasi pemanasan 400?C dengan feeding 540mm/min yaitu sebesar 0.024mm. Nilai rata-rata defleksi terendah didapatkan dari variasi pemanasan 400?C dengan feeding 270mm/min yaitu sebesar 0.016mm. Kata Kunci: Nilai Kekerasan, Getaran, Baja Hardening S45C, Hot Turning, Induction Electromagnetic.
REDESAIN MESIN GRINDDING DAN POLISH SEMI OTOMATIS INDRA SUKMANA, GALIH; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v5i1.26551

Abstract

Ilmu logam adalah ilmu mengenai bahan-bahan logam dimana ilmu ini berkembang bukan berdasarkan teori saja melainkan atas dasar pengamatan, pengukuran dan pengujian. Salah satu pengujian material yaitu pengujian metalografi. Salah satu tahapan yang ada dalam pengujian metalografi yaitu Grinding dan Polish. Mesin grinding dan polish yang sudah ada butuh pengembangan dalam proses meratakan dan mengkilatkan permukaan spesimen, sehingga dengan ini judul mengenai redesain mesin grinding dan polish semi otomatis. Dari pengembangan mesin Redesain Mesin Grinding dan Polish Semi Otomatis dimulai dengan memperhitungkan rencana daya motor, memperhitungkan pulley dan sabuk V, memperhitungkan poros, memperhituungkan bantalan, pemilihan pompa dan pemilihan dimmer. Berdasarkan pengembangan yang didapatkan spesifikasi mesin menggunakan motor AC 0,5 PK 1400 rpm dengan daya 345 watt, diameter poros 25 mm dan menggunakan sistem transmisi pulley dan V-belt tipe A, kecepatan putar disk 2800 rpm, pompa yang digunakan Takari AT1600 26 watt output 1400 liter/ jam dan tinggi max 1,2 meter, untuk dimmer yang sesuai menggunakan dimmer 1500 watt. Kata Kunci: Mesin Grinding, Mesin Polish
PENGARUH VARIASI SUDUT KATUP PENDINGIN PADA PROSES GRINDING DAN PENAMBAHAN PASTA POLISH TERHADAP KUALITAS BENDA UJI GALIH SETIAWAN, FEBRI; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v5i1.26742

Abstract

PENGARUH KECEPATAN PUTAR MESIN GRINDING DAN POLISH TERHADAP KUALITAS BENDA UJI PRADIPTO, BIMO; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v5i1.26761

Abstract

Effect of Post-Welding Heat Treatment on ASTM A36 Steel on Tensile Strength Bachrun, M. Thabrani; Hafizh Ainur Rasyid, Akhmad
Indonesian Journal of Engineering and Technology (INAJET) Vol. 7 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/inajet.v7n2.p36-41

Abstract

Riding comfort is greatly influenced by the strength and stability of the motorcycle, one of which is the Engine Arm component that connects the frame and the engine.One important factor is the swingarm, which is designed to withstand loads and torsional stiffness.This study aims to examine the effect of air, sand, and furnace cooling media on the SMAW welding of ASTM A36 steel on tensile strength and microstructure after Post Weld Heat Treatment at a temperature of 780°C with a holding time of 60 minutes.The research uses experimental methods with tensile testing to measure tensile strength and strain, as well as microstructural analysis to observe phase changes in the weld metal and Heat Affected Zone (HAZ).The tensile test results show that the air cooling medium produced the highest tensile strength (268.8 MPa) and an average elongation of 8.95%, while the sand medium produced the lowest tensile strength (265.77 MPa) with an elongation of 8.25%.Microstructural analysis revealed that in specimens with sand cooling media, the ferrite phase is dominant, providing toughness, whereas in air cooling media, there is a ferrite phase but with a slight presence of martensite phase structure, resulting in a structure that is soft yet somewhat hard.The research results show that faster cooling media increase tensile strength and alter the microstructure of ASTM A36 steel.