Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

VULKANISME DAN KARBONAT UMUR MIOSEN DI DAERAH BANJAR-PANGANDARAN, JAWA BARAT Haryanto, Iyan; Ilmi, Nisa Nurul; Adhiperdana, Billy G.; Fauziely, Lili; Sunardi, Edy
Bulletin of Scientific Contribution Vol 16, No 2 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2494.618 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v16i2.17293

Abstract

Daerah Banjar-Pangandaran merupakan bagian dari Zona Pegunungan Selatan yang sebagian besar disusun batuan volkaniklastik Formasi Jampang. Batuannya didominasi oleh breksi, tuf dan batupasir kasar. Seluruhnya membentuk morfologi perbukitan sedang hingga terjal, dengan punggungan berarah barat-timur. Di bagian tepi dari lereng perbukitannya, tersingkap batugamping yang berumur lebih muda, yaitu Formasi Klapangunggal dan Formasi Pamutuan. Di lapangan tidak ditemukan kontak litologi, namun berdasarkan pada umur batuan yang menerus, serta kedudukannya di lapangan diduga keduanya memiliki hubungan stratigrafi yang selaras. Penelitian ini masih dalam tahap awal yang dilakukan hanya berdasarkan pada data singkapan. Analisis dilakukan dengan melakukan rekontruksi pola struktur (pola jurus), serta dipandu dengan interpretasi geologi melalui DEM.Hasil sementara menunjukan bahwa pertumbuhan carbonate mulai berlangsung ketika aktivitas volkanisma pawa waktu Miosen Bawah Berakhir. Pada saat itu di antara tinggian volkanik, memiliki lingkungan marin yang tenang dan dangkal, sehingga memungkinkan terbentuknya pertumbuhan carbonate. Di lihat dari peyebarannya, carbonate disimpulkan sebagai barrier kecil dan lainnya sebagai pitch reef.
TEKTONIK DAN ASPEK KEBENCANAAN DI PULAU SUMATRA Haryanto, Iyan; Irawati, .; Helmi, Faisal; Adhiperdana, Billy G.; Abdurrokhim, .; Natasia, Nanda; Alfadli, Muhammad Kurniawan; Sunardi, Edy
Bulletin of Scientific Contribution Vol 23, No 3 (2025): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v23i3.68147

Abstract

ABSTRAKStruktur geologi di Pulau Sumatra dilatarbelakangi oleh tumbukan lempeng miring antara Lempeng India-Australia dengan Lempeng Eurasia. Peristiwa tektonik ini menyebabkan terjadinya tegasan strike slip sehingga pola struktur yang terbentuk di pulau ini didominasi oleh sesar mendatar dan dua diantaranya bersifat regional yaitu Sesar Sumatra dan Sesar Mentawai. Berdasarkan latar belakang tektonik di atas, maka setiap struktur sesar yang memiliki pola yang sama dengan  kedua sesar regional di atas, selalu disimpulkan sebagai sesar mendatar juga.Data lapangan menunjukan tidak semua struktur sesar naik berada di dalam zona transpresional dari mendatar regional yang melengkung (bend fault) atau bergeser (steep over) seperti yang terjadi di daerah Bukit Garba, yaitu sesar-sesar naiknya terbentuk langsung oleh tektonik kompresi. Tektonik kompresi juga terjadi di daerah tinggian seperti prisma akresi  dan jalur orogenesa yang pembentukannya memerlukan gaya yang besar dan bersifat regional. Secara genetik peristiwa tektonik harus dilatarbelakangi oleh sistem tegasan kompresi dibandingkan strike slip. Namun demikian karena latar belakang tumbukan lempengnya bersifat miring, maka sebagian dari sesar-sesar naik di Pulau Sumatra bersifat oblik yaitu naik mendatar.Kata Kunci: bend fault, orogenesa, pop-up, strike slip, steep over, subduksi miring. ABSTRACTThe geological structure of Sumatra Island is constructed by the oblique collision of the Indo-Australian Plate with the Eurasian Plate. This tectonic occurrence induces strike-slip stresses, resulting in a structural pattern predominantly characterised by strike-slip faults, among which two are regional: the Sumatra Fault and the Mentawai Fault. Based on the aforementioned tectonic context, any fault structure exhibiting a similar pattern to these two regional faults is typically classified as a strike-slip fault.Field observations reveal that not all thrust fault structures are situated within transpressional zones of regionally curved (bend faults) or steepened (steep-over) faults, as observed in the Garba Hills area. These thrust faults are directly formed by compressional tectonics. Compressional tectonics are also active in areas of high elevation, such as accretionary prisms and orogenic zones, whose formation necessitates substantial forces and is of regional extent. Tectonic events, in a genetic sense, are primarily driven by a compressional stress system rather than strike-slip mechanisms. Nevertheless, due to the inclined nature of the plate collision background, some thrust faults on Sumatra Island are oblique, rising horizontally.Keywords: bend fault, orogenesis, pop-up, strike slip, steep over, oblique subduction.