Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Massive Mature Mediastinal Teratoma With Malignant Transformation: An Unusual Case Report Kalua, Karla; Soewondo, Widiastuti
Indonesian Journal of Medicine Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/theijmed.2024.9.2.643

Abstract

Background: Teratoma is a type of germ cell tumor that is rarely found in the anterior mediastinum. Meanwhile, mature mediastinal teratoma with malignant transformation is rare and develops rapidly, with a poor prognosis. This article aims to report one of the uncommon cases of mature teratoma and discuss its imaging features thereby adding insight in providing an accurate diagnosis of this condition. Case Report: This study presents a case of a 26-year-old male patient who has complained of shortness of breath for 3 months and worsening in the last 3 days. The patient passed through a chest radiographic examination and was diagnosed with a mediastinal tumor. The contrast-enhanced chest computed tomography showed a huge mediastinal mass occupying the right and left hemithorax, measuring 16.9 cm x 20.5 cm x 20.9 cm and pressing against the chest wall, esophagus, trachea, great vessels, and the vital organs, lungs as well as heart, causing several complications in patients. Conclusion: Knowledge of the teratoma radiological appearance and the characteristics of the various subtypes is very important in the diagnosis of mediastinal teratoma diagnosis for immediate and appropriate treatment.
Hubungan Volume Iodiksanol dengan Perubahan Kadar Serum Kreatinin dan Hematokrit pada Pasien Pasca Angiografi Kalua, Karla; Putro, Prasetyo Sarwono; Irawan, Amelia Tjandra; Wujoso, Hari; Dewi, Ratih Tri Kusuma
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 6 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i6.2435

Abstract

Pendahuluan: Angiografi merupakan teknik memvisualisasikan vaskular dengan media kontras. Serum kreatinin dan hematokrit merupakan salah satu biomarker praktis dalam mendiagnosis gagal ginjal akut dan berpotensi memberikan nilai prognostik pada pasien dengan gagal ginjal akut. Namun, penelitian kejadian gagal ginjal akut pada media media kontras osmolalitas rendah (LOCM) maupun iso-osmolar (IOCM) pada angiografi jalur intraarterial masih menjadi perdebatan dan efek media kontras terhadap kadar hematokrit belum banyak dikemukakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan volume iodiksanol dengan perubahan kadar serum kreatinin dan hematokrit pada pasien pasca angiografi. Metode: Penelitian observasional analitik desain cohort prospektif pada pasien yang menjalani angiografi di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta pada April 2024 hingga September 2024. Data didapat melalui hasil laboratorium dan rekam medis dan hubungan diantara variabelnya dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasil: 31 orang ikut serta dalam penelitian ini. Terdapat signifikansi (p) sebesar 0.034 (p < 0.05) pada hubungan volume iodiksanol dengan perubahan kadar hematokrit pasca angiografi hari ke-2 dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0.381. Tidak terdapat signifikansi pada hubungan volume iodiksanol dengan perubahan kadar hematokrit pasca angiografi hari ke-5 (p=0,781; p>0,05), volume iodiksanol dengan perubahan kadar serum kreatinin pasca angiografi hari ke-2 (p=0,968; p>0,05) maupun hari ke-5 (p=0,914; p>0,05), serta hubungan volume iodiksanol dengan perubahan eGFR pasca angiografi hari ke-2 (p=0,820; p>0,05) maupun hari ke-5 (p=0,693; p>0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara volume iodiksanol dengan perubahan kadar hematokrit pada pasien pasca angiografi hari ke-2 di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta.