ABSTRAK ANALISIS KEMACETAN LALU LINTAS DI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS TITIK KEMACETAN DI JALAN AHMAD YANI, JALAN WONOKROMO DAN JALAN DUPAK SURABAYA TAHUN 2014) Eko Budi Utomo, Rindawati, Bambang Hariyanto,Sri Murtini Surabaya merupakan kota metropolitan dengan penduduk terbanyak kedua setelah ibu kota Negara Jakarta. Sebagai kota yang terus berkembang, kebutuhan akan alat transportasi juga meningkat. Tingginya kebutuhan masyarakat tersebut menimbulkan berbagai masalah pula di bidang transportasi. Masalah-masalah tranportasi umumnya adalah kecelakaan lalu lintas dan kemacetan. Berdasarkan dari lima titik kemacetan yang telah disebutkan Kepala Dishub Surabaya, Jalan Ahmad Yani,Wonokromo dan Dupak adalah pintu masuk menuju kota Surabaya yang mana ketiga jalan tersebut merupakan tiga jalan yang memiliki rata-rata kecepatan paling rendah dan volume lalu lintas yang besar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui berapa besar lalu lintas harian, satuan mobil penumpang, kapasitas jalan dan derajat kejenuhan di jalan Ahmad Yani, Wonokromo dan Dupak Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan proses pengambilan data melalui studi kasus, karena penulis melihat/menemukan masalah yang ada di daerah penelitian dimana dalam hal ini masalah pokok yang dikaji oleh peneliti adalah masalah kemacetan yang terjadi di kota Surabaya. Subyek dalam penelitian ini adalah lalu lintas harian, kapasitas jalan dan satuan mobil penumpang di jalan Ahmad Yani, Wonokromo dan Dupak Surabaya. Berdasarkan Hasil penelitian dapat diketahui bahwa rata-rata volume kendaraan di Jalan Ahmad Yani sebesar 19.060 smp/jam, Jalan Wonokromo sebesar 15.237 smp/jam dan Jalan Dupak sebesar 9.112 smp/jam. Sedangkan untuk kapasitas jalan yang dimiliki Jalan Ahmad Yani adalah sebesar 8.514 smp/jam, Jalan Wonokromo sebesar 7.830 smp/jam dan Jalan Dupak sebesar 9.108 smp/jam. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa derajat kejenuhan di jalan Ahmad Yani sebesar 2,24, Jalan Wonokromo sebesar 1,95 dan Dupak memiliki derajat kejenuhan sebesar 1,00 yang berarti ketiga ruas jalan tersebut memiliki derajat kejenuhan sebesar ≥1,00. Berdasarkan pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa kemacetan yang terjadi diakibatkan oleh volume kendaraan yang melintas di jalan Ahmad Yani,Wonokromo dan Dupak melebihi ambang batas yang bisa ditampung oleh kapasitas jalan-jalan tersebut. Kata kunci : Kemacetan Lalu Lintas, LHR, Kapasitas Jalan, Satuan Mobil Penumpang dan Derajat Kejenuhan