p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Farmaka
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tumbuhan dengan AKtivitas Antibaketri Khoirunnisa, Izzatul; Chaerunisa, Anis Yohana
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.509 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22015

Abstract

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri masih menjadi penyebab penyakit dan kematian yang sering terjadi di negara berkembang. Tetapi, akhi-akhir ini ditemukan masalah resistensi bakteri terhadap beberapa antibiotika yang telah umum digunakan. Hal ini mendorong banyak peneliti untuk menemukan agen antibakteri baru yang lebih efektif, contohnya metabolit sekunder dari tumbuhan. Metabolit sekunder dari tumbuhan seperti flavonoid, senyawa fenol, alkaloid, minyak atsiri tanin, saponin, steroid, dan triterpen memiliki aktivitas sebagai antibakteri pada konsentrasi tertentu. Tujuan literature review ini adalah untuk membahas tumbuhan dengan aktivitas antibakteri, beserta metabolit sekunder dan mekanisme metabolit sekunder yang terkandung didalam tanaman tersebut. 
ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT PADA RESEP SPESIALIS PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN DI SALAH SATU KLINIK DI KOTA BANDUNG Khoirunnisa, Izzatul; Pradana, Eky Septian; Lestari, Keri
Farmaka Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i1.30498

Abstract

ABSTRAKInteraksi obat dengan obat merupakan proses di mana obat berinteraksi dengan obat lain dan memengaruhi aktivitasnya dengan meningkatkan atau menurunkan efeknya. Interaksi antar obat dapat menyebabkan efek samping atau menghasilkan efek baru yang tidak terkait dengan efek keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan mekanisme interaksi obat pada resep spesialis penyakit kulit dan kelamin dan  mengidentifikasi obat yang sering berinteraksi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi retrospektif dengan menggunakan data resep yang tersimpan secara elektronik pada bulan Mei, Juni dan Juli Tahun 2020 dengan metode observasional cross-sectional. Analisis interaksi antar obat dilakukan menggunakan aplikasi Interactions Checker pada drugs.com dan diperoleh bahwa 3 resep memiliki potensi DDI (Drug-Drug Interaction) atau sekitar 0,2% potensi DDI. Klasifikasi interaksi dibagi menjadi tiga kelompok yaitu terdapat 1 resep yang memiliki potensi DDI kategori minor (0,06%), 2 resep yang memiliki potensi DDI kategori moderate (0,13%) dan tidak ada resep dengan potensi DDI kategori mayor.Kata Kunci: Interaksi Obat, Spesialis Kulit dan Kelamin.
STUDI RETROSPEKTIF POTENSI KEJADIAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN POLI JANTUNG DI KLINIK X KOTA BANDUNG PADA PERIODE JANUARI-MARET 2025 Khaerani, Fitri Azlia; Khoirunnisa, Izzatul; Dandan, Keri Lestari
Farmaka Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v23i3.66808

Abstract

Rasionalitas obat sebagai salah satu bentuk dari pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada pasien menjadi hal yang krusial, mengingat angka kejadian penyakit kardiovaskuler yang semakin meningkat sehingga pasien dengan polifarmasi pun turut meningkat. Penggunaan obat yang kian bertambah menjadi salah satu potensi terjadinya permasalahan terkait obat berupa interaksi obat. Oleh karena itu, diperlukan studi analisis kejadian interaksi obat sebagai langkah preventif terjadinya risiko mortalitas dan morbiditas. Proses identifikasi interaksi obat dilakukan melalui pengambilan resep dari salah satu dokter poli jantung pada Klinik X Kota Bandung periode Januari hingga Maret 2025. Tingkat keparahan interaksi obat ditelusuri melalui situs drugs.com. Berdasarkan hasil identifikasi dari 516 resep yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi maka diperoleh potensi kejadian interaksi obat sebanyak 2579 interaksi. Penyebaran interaksi obat berdasarkan tingkat keparahannya dibagi menjadi kategori mayor, moderat, dan minor dengan persentasenya berturut-turut sebesar 7,4%; 68,7%; dan 23,9%.