Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Formulasi Dan Evaluasi Fisik Sediaan Losion Tabir Surya Ekstrak Kulit Buah Mangga (Mangifera Indica L.) Tanjung, Yenni Puspita; Lumanik, Owi Rowinda
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.558 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i9.1599

Abstract

Kulit buah mangga (Mangifera indica L.) memiliki kandungan senyawa flavonoid yang dapat digunakan sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sediaan losion tabir surya dari ekstrak kulit buah mangga irwin dan mengetahui formula losion mana yang memenuhi syarat evaluasi fisik, serta untuk mengetahui pengaruh variasi ekstrak kulit buah mangga Irwin terhadap hasil evaluasi fisik. Formula losion tabir surya dibuat dengan 3 variasi konsentrasi ekstrak kulit buah mangga irwin yaitu F1 (0,3%), F2 (0,5%), dan F3 (0,7%). Evaluasi fisik formulasi losion tabir surya yang telah dibuat dilakukan selama 28 hari penyimpanan pada suhu ruang meliputi evaluasi organoleptis, daya sebar, homogenitas, pH, viskositas dan tipe emulsi yang digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan losion tabir surya dapat dibuat dari ekstrak kulit buah mangga irwin dan sediaan losion tabir surya ekstrak kulit buah mangga menunjukkan F1, F2, dan F3 memenuhi syarat hasil evaluasi fisik yang meliputi organoleptis, daya sebar, homogenitas, pH, viskositas, dan tipe emulsi. Variasi konsentrasi ekstrak kulit buah mangga irwin memberikan hasil berbeda berpengaruh secara signifikan (p<0,05) terhadap evaluasi daya sebar serta tidak berpengaruh secara signifikan (p>0,05) terhadap evaluasi pH dan evaluasi viskositas.
Effect of extraction method on total phenolic content and antioxidant activity of Terminalia catappa (L.) leaves Akmal, Tubagus; Julianti, Andi Ika; Tanjung, Yenni Puspita; Mutiara, Pipyt; Febriyanti, Sapitri
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 2 (2024): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i2.11363

Abstract

The potential for encountering free radicals poses a significant concern. Ketapang (Terminalia catappa L.) is a plant with antioxidant properties due to secondary metabolites, specifically phenolic compounds. The objective of this study was to determine the total phenolic content and antioxidant activity of ketapang leaves through the utilization of several extraction techniques. The extraction of Ketapang leaves is conducted using various methods, namely maceration, stirring-assisted extraction (SAE), ultrasound-assisted extraction (UAE), and microwave-assisted extraction (MAE) with 1:10 solid-solvent ratio. The total phenolic content of the Ketapang leaf extract was determined using the Folin-Ciocalteu technique and quantified using a UV-Visible spectrophotometer set at a wavelength of 782nm. Meanwhile, antioxidant activity measurements were carried out using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method and measured at a wavelength of 516nm. The study investigated the total phenolic content and antioxidant activity of Ketapang leaf extract using the maceration method of stirring-assisted extraction (SAE), ultrasound-assisted extraction (UAE), and microwave-assisted extraction (MAE), respectively, were 68.495%+2.891, 75.709%+0.106, 84.269%+0.159, and 65.065%+3.965 mgGAE/g and 20.891, 17.569, 15.427, and 21.353 µg/mL. The findings of this study indicate that the ultrasound-assisted extraction technique exhibits the greatest overall phenolic content and antioxidant activity.   Keywords: antioxidant, Terminalia catappa, total phenolic content, ultrasound-assisted extraction
Influence of extraction method on total phenolic content and antioxidant activity of Sappan Wood (Caesalpinia sappan L.) extract Akmal, Tubagus; Tanjung, Yenni Puspita; Julianti, Andi Ika; Lestari, Aulia Gustiani; Aljan, Aljan
Sasambo Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sjp.v5i2.364

Abstract

Sappan wood is a botanical species that contains a high concentration of phenolic compounds, which contribute to several pharmacological properties, including antidiabetic, antibacterial, antioxidant, and wound-healing activities. In order to achieve phenolic compounds of high quality and quantity, it is crucial to select an appropriate extraction procedure. Plant extraction is an important step for chemical isolation, chemical analysis, and evaluating the biological and pharmacological activities of plant compounds. Therefore, determining the most favorable extraction conditions is a critical undertaking in order to maximize both the quantity of active plant compounds and the extraction yield. This research aimed to compare extraction methods based on total phenolic content (TPC) and antioxidant activity (IC50). The extraction techniques employed include maceration, stirring-assisted extraction (SAE), ultrasound-assisted extraction (UAE), and microwave-assisted extraction (MAE). The results show TPC values for maceration, SAE, UAE, and MAE, which are 132.85±1.44, 150.99±1.69, 206.70±6.56, and 115.70±1.44 mg GAE/g DE, respectively. The DPPH antioxidant activity (IC50) values are 32.33±2.64, 25.01±0.34, 20.68±0.29, and 29.18±0.70 µg/mL, respectively. The research findings indicate that various extraction procedures can impact the extraction yield, total phenolic content (TPC), and antioxidant activity (IC50) of sappan wood, and UAE is the best extraction method.
Serum Wajah Antioksidan dari Minyak Biji Sacha inchi (Plukenetia volubilis L.) Tanjung, Yenni Puspita; Akmal, Tubagus; Kawu, Irene T.
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 12 (2025): Vol. 12 Suppl. 2 (2025)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v12i0.58822

Abstract

Minyak biji sacha inchi (Plukenetia volubilis L.) merupakan salah satu sumber antioksidan alami, sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai anti-penuaan dini pada formulasi kosmetik, salah satunya serum wajah. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan minyak biji sacha inchi dalam bentuk sediaan serum wajah dan untuk mengetahui aktivitas antioksidannya. Serum wajah dibuat tiga formula dengan variasi konsentrasi minyak biji sacha inchi F1 (3%), F2 (4%), dan F3 (5%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji aktivitas antioksidan. Analisis data statistik dilakukan dengan menggunakan Shapiro Wilk, One Way ANOVA, dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F1, F2, dan F3 memenuhi persyaratan evaluasi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Aktivitas antioksidan minyak biji sacha inchi dan serum wajah minyak biji sacha inchi termasuk dalam kategori sangat kuat dengan nilai IC50 <50 ppm. Hasil analisis data statistik pada sediaan serum wajah minyak biji sacha inchi menunjukkan bahwa variasi konsentrasi minyak biji sacha inchi berpengaruh signifikan (p<0.05) pada uji viskositas tetapi tidak berpengaruh signifikan (p>0.05) pada uji pH, uji daya lekat, maupun uji daya sebar.
Optimasi Formula Sediaan Losion Ekstrak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Sebagai Antioksidan dengan Box-Behnken Design Shofiani, Della; Tanjung, Yenni Puspita; Akmal, Tubagus
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v%vi%i.368

Abstract

Ekstrak bunga rosella memiliki senyawa flavonoid dan fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan dan dapat digunakan untuk menghambat radikal bebas sehingga efektif mencegah kerusakan pada kulit. Kandungan antioksidan dalam bunga rosella dapat dimanfaatkan dalam suatu sediaan kosmetik seperti sediaan losion. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula optimum sediaan losion dengan variasi konsentrasi emulgator Olivem®900, Cetearyl alcohol, dan TEGO®Care 165. Optimasi formula optimum basis dilakukan dengan Box-Behnken Design sebagai desain eksperimen menggunakan perangkat lunak Design-Expert 13.05.0 dengan respon uji yaitu pH, viskositas, dan daya sebar. Pengujian stabilitas sediaan dilakukan selama 28 hari pada suhu ruang dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Graphpad Prism versi 10.4.0. Proses optimasi basis dilakukan dengan 15 rekomendasi formula dan hasil formula optimum basis yang diperoleh dengan presentase komponen Olivem®900 1,6%, Cetearyl alcohol 4,2%, dan TEGO®Care 165 9% dengan nilai desirabilitas sebesar 1. Formula optimum yang diperoleh digunakan sebagai basis untuk sediaan losion ekstrak bunga rosella. Hasil analisis uji stabilitas menunjukkan nilai signifikan dengan nilai p<0,05 pada uji pH dan nilai tidak signifikan dengan nilai p>0,05 pada uji viskositas dan daya sebar. Pada respon uji menunjukkan kenaikan dan penurunan selama uji stabilitas, namun hasil yang ditunjukkan masih memenuhi persyaratan sediaan losion yang baik.  
Formulasi Tablet Hisap Ekstrak Elderberry (Sambucus nigra L.) Dengan Variasi Pembanding Pemanis Menggunakan Metode Kempa Langsung Iqbal, Elang Muhammad; Ainnurrahma, Ainnurrahma; Andara, Erlangga; Manik, Febri Fany Maniar; Pinkan, Kaylanasya Lingga; Tanjung, Yenni Puspita
Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Farmasi Bumi Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61329/pscp.v3i2.46

Abstract

Elderberry (Sambucus nigra L.) memiliki aktivitas antioksidan dan imunomodulator, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan aktif dalam tablet hisap. Penelitian ini merumuskan tablet hisap ekstrak elderberry menggunakan metode kempa langsung dengan variasi pemanis manitol dan stevia. Kombinasi pemanis tersebut diharapkan dapat meningkatkan rasa, kenyamanan konsumsi, dan efektivitas terapi. Evaluasi dilakukan terhadap karakteristik fisik dan organoleptik tablet. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi tablet hisap berbahan aktif ekstrak elderberry (Sambucus nigra L.) dengan variasi pembanding pemanis menggunakan metode kempa langsung. Evaluasi meliputi sifat fisik granul (kadar kelembapan, laju alir, sifat alir, kompresibilitas, dan Hausner ratio) serta karakteristik tablet (organoleptik, keseragaman bobot dan ukuran, kekerasan, friabilitas, dan waktu hancur). Hasil menunjukkan bahwa Formula F1 dan F3 memenuhi persyaratan kadar kelembapan, sifat alir, bobot, ukuran, dan waktu hancur. Formula F2 memerlukan optimasi karena karakteristik alir dan bobotnya kurang stabil. Hanya Formula F1 yang memenuhi uji kekerasan, sedangkan seluruh formula belum memenuhi persyaratan uji friabilitas. Penyesuaian komposisi binder dan tekanan kompresi disarankan untuk meningkatkan kualitas tablet. Formula F1 dinilai paling optimal untuk dikembangkan sebagai sediaan tablet hisap berbahan elderberry.
Formulasi Tablet Effervescent Ekstrak Bunga Kecombrang (Etlingera elatior (Jack)) dengan Variasi Kombinasi Asam Sitrat dan Asam Tartrat Tanjung, Yenni Puspita; Putri, Annisa M.E
Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Akademi Farmasi Bumi Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61329/pscp.v1i2.10

Abstract

Bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack)) merupakan tumbuhan yang sudah banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai penambah rasa pada makanan. selain itu bunga kecombrang diketahui memiliki manfaat sebagai antioksidan. Namun pemanfaatan bunga kecombrang sebagai salah satu sumber antioksidan dirasa belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak bunga kecombrang dapat diformulasikan menjadi sediaan tablet effervescent yang mudah dikonsumsi dengan modifikasi variasi asam sitrat dan asam tartrat sebagai sumber asam. Pada penelitian ini, dibuat tablet effervescent dengan metode granulasi kering, sediaan dibuat dengan 3 variasi kombinasi konsentrasi asam sitrat : asam tartrat yaitu F1 (1:3), F2 (1:1), dan F3 (3:1). Kemudian dilakukan evaluasi granul dan evaluasi tablet effervescent. Formula F3 merupakan formula yang berhasil dicetak dan dilakukan evaluasi tablet dengan hasil pengujian kadar air 2%,waktu alir 2,65 detik, sudut diam 30,61°, kompresibilitas granul 7,40%, keseragaman ukuran tablet 1,21cm, keregasan tablet 0,92%, kekerasan tablet 4 kg dan uji waktu larut 9 menit.
Formulation and Optimization of Marigold Flower (Tagetes erecta L.) Extract Emulgel using Response Surface Methodology Priatna, Dinda Rahmanda; Tanjung, Yenni Puspita; Akmal, Tubagus
Jurnal Pharmascience Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.21173

Abstract

Bunga marigold (Tagetes erecta L.) merupakan bahan alami yang memiliki potensi antioksidan untuk mencegah penuaan dini. Dapat digunakan sebagai antioksidan yang diformulasikan ke dalam bentuk sediaan kosmetik, salah satunya adalah sediaan emulgel. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan formula sediaan emulgel ekstrak bunga marigold dengan variasi konsentrasi xanthan gum dan guar gum sebagai pembentuk gel. Optimasi formula dilakukan dengan Central Composite Design menggunakan software Design Expert v.13.0.1 dengan respon uji nilai viskositas, pH, dan daya sebar. Pada pengujian diperoleh 13 formula uji dengan rentang nilai viskositas, pH, dan daya sebar 483,33 ± 40,82 hingga 32333 ± 273,25 cPs, 5,19 ± 0,04 hingga 6,69 ± 0,01, dan 5,43 ± 0,05 hingga 8,6 ± 0,13 cm. Kemudian dilakukan uji stabilitas terhadap formula optimum basis sediaan emulgel dan emulgel ekstrak bunga marigold untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak terhadap basis yang dibuat. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah formula optimum dihasilkan dari konsentrasi xanthan gum dan guar gum masing-masing gelling agent sebesar 0,75%, dengan nilai viskositas 31616,7 ± 116,9 cPs, pH 6,14 ± 0,1, dan daya sebar 5,68 ± 0,12 cm. Uji stabilitas emulsi menghasilkan stabilitas yang baik. Berdasarkan uji normalitas dianalisis menggunakan aplikasi GraphPad Prism versi 10.4.0. Tidak ada pengaruh signifikan penambahan ekstrak pada basa emulgel yang terlihat selama uji stabilitas. Kata Kunci: Central Composite Design, Emulgel, Marigold, Xanthan Gum, Guar Gum Marigold flower (Tagetes erecta L.) is a natural ingredient with potential antioxidant properties to prevent premature aging. It can be used as an antioxidant formulated into cosmetic dosage forms, one of which is preparation emulgel. This research aims to optimize the emulgel preparation formula of marigold flower extract with varying concentrations of xanthan gum and guar gum as gelling agents. Formula optimization was carried out with Central Composite Design using Design software Expert v.13.0.1 with test responses for viscosity, pH, and spreadability values. On testing, 13 test formulas were obtained with a range of viscosity, pH, and spreadability values of 483.33 ± 40.82 to 32333 ± 273.25 cPs, 5.19 ± 0.04 to 6.69 ± 0.01, and 5.43 ± 0.05 to 8.6 ± 0.13 cm. Then a stability test was carried out on the optimum formula of marigold flower extract base and emulsion to determine the effect of adding the extract on the base preparation made. The conclusion obtained from this research is that an optimum formula was produced from the concentration of xanthan gum and guar gum of 0.75% for each gelling agent, with a viscosity value of 31616.7 ± 116.9 cPs, pH of 6.14 ± 0.1, and spreadability of 5.68 ± 0.12 cm. The stability test of the emulgel resulted in good stability. Based on the normality test analyzed using the GraphPad Prism application version 10.4.0. No significant effect on the addition of the extract to the emulgel base was seen during the stability test.