Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Efisiensi Sintesis Senyawa 1,2-Difenil-4-Trifluorometil-3,5-Pirazolidindion dengan Teknik Refluks dan Radiasi Microwave Anugrah, Rina; Sukmadewi, Maharani; Rahmayanti, Rima; Mardatillah, Athina; Suryasaputra, Dadan
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 1 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i1.7244

Abstract

Latar Belakang: Senyawa 1,2-difenil-4-trifluorometil-3,5-pirazolidindion merupakan senyawa turunan 5-pirazolidindion yang berdasarkan hasil penelitian secara in silico berpotensi sebagai inhibitor selektif COX-2. Tujuan dan Metode: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efisiensi sintesis senyawa 1,2-difenil-4-trifluorometil-3,5-pirazolidindion dengan teknik refluks dan teknik radiasi microwave. Sintesis senyawa dilakukan dengan mereaksikan senyawa 1,3-dietil- 2-trifluorometil-propandioat dengan hidrazobenzen dalam pelarut metanol dalam kondisi asam (HCl). Hasil: Hasil sintesis diperoleh senyawa berbentuk serbuk hablur berwarna ungu kebiruan (teknik refluks) dan berwarna ungu keabuan (teknik radiasi microwave). Bobot hasil sintesis senyawa dengan teknik refluks adalah 1,239±0,005 g dan dengan teknik radiasi microwave adalah 2,306±0,007 g. Ada perbedaan secara bermakna antara bobot hasil sintesis senyawa dengan teknik refluks dan teknik radiasi microwave (t hitung > t tabel, P = 0,99). Berdasarkan hasil KLT, senyawa hasil sintesis dengan teknik radiasi microwave lebih murni (satu bercak) dibandingkan dengan teknik refluks (tiga bercak). Berdasarkan pemantauan dengan spektrofotometri UV dan Inframerah, ada kemiripan bentuk spektrum senyawa hasil sintesis dengan teknik refluks (λmaks 290,9 nm) dan teknik radiasi microwave (λmaks 288,3 nm). Simpulan: Sintesis senyawa dengan teknik radiasi microwave lebih efisien dibandingkan dengan teknik refluks. Kata Kunci : 1,2-difenil-4-trifluorometil-3,5-pirazolidindion, sintesis, refluks, radiasi microwave
Perbandingan Metode Sonikasi dan Radiasi Gelombang Mikro dalam Sintesis Isoeugenol dengan Katalis Rutenium(III) klorida Mardatillah, Athina; Suryasaputra, Dadan; Anugrah, Rina; Kartika, Tyara; Widiastia, Estu
Jurnal Kartika Kimia Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Kartika Kimia
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Sciences and Informatics, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkk.v6i2.212

Abstract

Transformasi eugenol menjadi isoeugenol diperoleh melalui reaksi isomerisasi, reaksi ini umumnya dipengaruhi oleh katalis dan suhu. Salah satu upaya untuk mempercepat laju reaksi dapat menggunakan bantuan energi agar dapat menghasilkan metode sintesis yang efisien. Metode yang umum digunakan dalam mempercepat laju reaksi diantaranya dengan energi ultrasonik dan energi dari gelombang mikro. Sebanyak 0,24% (b/b) katalis direaksikan dengan eugenol kemudian dilakukan sonikasi serta radiasi gelombang mikro. Analisis karakterisasi pada larutan produk sintesis dengan menggunakan kedua metode menunjukkan adanya perubahan struktur pada ikatan rangkap gugus alkenil eugenol menjadi isoeugenol, yang dibuktikan dengan nilai indeks bias, profil KLT, spektrum IR, dan 1H-NMR. Nilai indeks bias pada larutan produk sintesis dengan menggunakan sonikasi dan radiasi gelombang mikro masing-masing adalah 1,579 dan 1,574. Hasil analisis spektroskopi inframerah terhadap produk-produk sintesis kedua metode terdapat gugus (C=C) alkena pada 1602,25 cm-1 dan gugus metil (–CH3) pada 2938,83 cm-1. Begitu pula hasil analisis spektroskopi 1H–NMR terhadap produk sintesis menghasilkan 12 proton, dan pada geseran kimia δH 1,85 ppm dan δH 1,87 ppm menunjukkan terbentuknya gugus –CH3. Sehingga berdasarkan nilai persen rendemen produk sintesis yang dihasilkan dengan menggunakan metode sonikasi dan radiasi gelombang mikro yang masing-masing sebesar 97,87% dan 82,97%, menunjukkan metode sonikasi lebih efisien.