Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kecenderungan Self Injury Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Maharani, Bella; Sukma, Dina
Consilium Vol 3, No 2 (2023): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0820cons

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang terjadi pada mahasiswa yang memberikan penghayatan tidak tepat ketika dihadapkan pada suatu permasalahan. Mereka memberikan penghayatan pada masalahnya dengan cara menyakiti dirinya sendiri (self injury), dan cara ini diyakini mereka dapat memberikan ketenangan sesaat dan mampu membebaskan mereka dari rasa sakit secara psikologis yang dialaminya.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kecenderungan self injurypada mahasiswa Bimbingan dan Konseling ditinjau dari dimensi lingkungan, biologis, kognitif, perilaku dan afektif.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 254 orang mahasiswa Departemen Bimbingan dan Konseling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kecenderungan self injury yang sudah diuji valid dengan menggunakan rumus Pearson Corelation dan uji reliabilitas dengan menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan self injury pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling pada umumnya berada pada kategori rendah yakni dengan hasil rata-rata 92,4 (42,95%), yang terdiri dari 1) Dimensi lingkungan berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 20,22 (44,93%); 2) Dimensi Biologis berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 3,64 (36,41); 3) Dimensi Kognitif berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 17 (43,07%); 4) Dimensi perilaku berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 10 (40,63%); 5) Dimensi afektif berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 41,11 (43,27%). Berdasarkan penelitian ini, layanan Bimbingan dan Konseling yang dapat diberikan untuk menurunkan kecenderungan self injury adalah layanan informasi, layanan konseling individual dan layanan konseling kelompok.Kata Kunci: self injury, mahasiswa, Bimbingan dan Konseling
Kecenderungan Self Injury Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Maharani, Bella; Sukma, Dina
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol 2, No 2 (2021): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0820cons

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang terjadi pada mahasiswa yang memberikan penghayatan tidak tepat ketika dihadapkan pada suatu permasalahan. Mereka memberikan penghayatan pada masalahnya dengan cara menyakiti dirinya sendiri (self injury), dan cara ini diyakini mereka dapat memberikan ketenangan sesaat dan mampu membebaskan mereka dari rasa sakit secara psikologis yang dialaminya.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kecenderungan self injurypada mahasiswa Bimbingan dan Konseling ditinjau dari dimensi lingkungan, biologis, kognitif, perilaku dan afektif.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 254 orang mahasiswa Departemen Bimbingan dan Konseling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kecenderungan self injury yang sudah diuji valid dengan menggunakan rumus Pearson Corelation dan uji reliabilitas dengan menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan self injury pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling pada umumnya berada pada kategori rendah yakni dengan hasil rata-rata 92,4 (42,95%), yang terdiri dari 1) Dimensi lingkungan berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 20,22 (44,93%); 2) Dimensi Biologis berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 3,64 (36,41); 3) Dimensi Kognitif berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 17 (43,07%); 4) Dimensi perilaku berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 10 (40,63%); 5) Dimensi afektif berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 41,11 (43,27%). Berdasarkan penelitian ini, layanan Bimbingan dan Konseling yang dapat diberikan untuk menurunkan kecenderungan self injury adalah layanan informasi, layanan konseling individual dan layanan konseling kelompok.Kata Kunci: self injury, mahasiswa, Bimbingan dan Konseling
Kecenderungan Self Injury Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Maharani, Bella; Sukma, Dina
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 2 No. 2 (2021): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0820cons

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang terjadi pada mahasiswa yang memberikan penghayatan tidak tepat ketika dihadapkan pada suatu permasalahan. Mereka memberikan penghayatan pada masalahnya dengan cara menyakiti dirinya sendiri (self injury), dan cara ini diyakini mereka dapat memberikan ketenangan sesaat dan mampu membebaskan mereka dari rasa sakit secara psikologis yang dialaminya.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kecenderungan self injurypada mahasiswa Bimbingan dan Konseling ditinjau dari dimensi lingkungan, biologis, kognitif, perilaku dan afektif.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 254 orang mahasiswa Departemen Bimbingan dan Konseling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kecenderungan self injury yang sudah diuji valid dengan menggunakan rumus Pearson Corelation dan uji reliabilitas dengan menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan self injury pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling pada umumnya berada pada kategori rendah yakni dengan hasil rata-rata 92,4 (42,95%), yang terdiri dari 1) Dimensi lingkungan berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 20,22 (44,93%); 2) Dimensi Biologis berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 3,64 (36,41); 3) Dimensi Kognitif berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 17 (43,07%); 4) Dimensi perilaku berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 10 (40,63%); 5) Dimensi afektif berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 41,11 (43,27%). Berdasarkan penelitian ini, layanan Bimbingan dan Konseling yang dapat diberikan untuk menurunkan kecenderungan self injury adalah layanan informasi, layanan konseling individual dan layanan konseling kelompok.Kata Kunci: self injury, mahasiswa, Bimbingan dan Konseling
Enhancing the Quality of Digital Panoramic Radiographs with Median Filtering and Histogram Equalization Techniques Yusuf, Moh.; Novianty, Shella Indri; Maharani, Bella
Journal Medical Informatics Technology Volume 3 No. 4, December 2025
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/medinftech.v3i4.114

Abstract

Digital panoramic radiographs often suffer from noise and reduced contrast, which can compromise diagnostic accuracy and treatment planning. Conventional enhancement methods rely on default Carestream software with manual adjustments, which may be inconsistent and time-consuming. This study aims to improve the quality of digital panoramic radiographs by applying Median Filtering (MF) to reduce noise and Histogram Equalization (HE) to enhance contrast using MATLAB R2022a. An analytical experimental design was conducted on 155 digital panoramic radiograph images, sampled from a total population of 254 images collected between July 2021 and July 2022 at the Dental Radiology Installation, Islamic Dental and Oral Education Hospital of Sultan Agung Semarang (RSIGMP-SA), using the Slovin formula. Radiograph files in DICOM format were converted to JPEG for analysis. Image quality was evaluated using Signal-to-Noise Ratio (SNR) and Contrast-to-Noise Ratio (CNR), and statistical significance was analyzed with the paired T-test in SPSS. The results indicated normal distribution for all parameters (p>0.05) and significant improvements in SNR and CNR after enhancement (T=-14.426 for SNR, T=-41.673 for CNR, p<0.05). These findings demonstrate that MF effectively enhances image sharpness, while HE improves contrast, resulting in clearer and more diagnostically reliable panoramic radiographs. The proposed approach provides a standardized and reproducible method for image quality improvement and offers potential support for clinical decision-making.