Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IIS di SMAN 3 Surabaya PUTRI, NOVIA
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v6n3.p%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yakni (1) untuk mengetahui pengaruh dari model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IIS SMAN 3 Surabaya, (2) klasifikasi berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain nonequivalent control group design. Penelitian ini dilaksanakan pada dua kelas yaitu kelas XI IIS 3 dan kelas XI IIS 4. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes essay untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa yang kemudian dianalisis dengan uji t (independent sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran problem based learning memiliki pengaruh pada kemampuan berpikir kritis siswa yang ditunjukkan pada uji t yaitu 0,000 < 0,05. (2) Tingkatan kemampuan berpikir kritis kedua kelas mengalami peningkatan dari kritis ke sangat kritis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IIS SMAN 3 Surabaya dan kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Kata Kunci: problem based learning, kemampuan berpikir kritis.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IIS di SMAN 3 Surabaya PUTRI, NOVIA
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v6n3.p%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yakni (1) untuk mengetahui pengaruh dari model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IIS SMAN 3 Surabaya, (2) klasifikasi berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain nonequivalent control group design. Penelitian ini dilaksanakan pada dua kelas yaitu kelas XI IIS 3 dan kelas XI IIS 4. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes essay untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa yang kemudian dianalisis dengan uji t (independent sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran problem based learning memiliki pengaruh pada kemampuan berpikir kritis siswa yang ditunjukkan pada uji t yaitu 0,000 < 0,05. (2) Tingkatan kemampuan berpikir kritis kedua kelas mengalami peningkatan dari kritis ke sangat kritis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IIS SMAN 3 Surabaya dan kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Kata Kunci: problem based learning, kemampuan berpikir kritis.
Kegiatan Donor Darah untuk Membantu Urusan Kemanusiaan di Desa Tinjomoyo Karimah Azzahra, Hilyatul; Ainur Rofiq, Iqbal; Putri, Novia; Khasanatul Farikhah, Leni; Astutik, Fuji
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 01 (2024): Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 02 Nomor 01 (November 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v2i01.135

Abstract

Dalam melaksanakan Program Kerja Divisi Sosial dan Lingkungan, Mahasiswa KKN UIN Walisongo MIT-MB 2024 mengadakan kegiatan donor darah di Desa Tinjomoyo Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Kegiatan donor darah ini bekerja sama dengan Palang Merah Indonesi (PMI) Kota Semarang. Kegiatan donor darah di laksanakan pada tanggal 19 Juli 2024 di Aula Balai Kelurahan Tinjomoyo. Aksi donor darah di mulai pada pukul 08.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB. Dalam waktu tiga (3) jam donor darah, mendapatkan enam belas (16) kantong darah. Manfaat donor darah sangat banyak sekali, yaitu untuk menjaga kesehatan jantung, mendeteksi penyakit, meningkatkan produksi sel darah, menurunkan resiko penyakit kanker, menurunkan kolestrol dan yang paling penting adalah dapat bermanfaat dan menyelamatkan orang lain. Tujuan dari donor darah ini adalah untuk meningkatkan jiwa sosial dan rasa kebersamaan dalam kemanusiaan bagi Masyarakat Kelurahan Tinjomoyo dan Mahasiswa KKN serta pentingnya menjaga kesehatanun untuk tubuh. Dan kesimpulannya, masyarakat kelurahat Tinjomoyo merespon dengan baik kegiatan donor darah ini.
Analisis Asuhan Keperawatan Kompres Dingin (Cool Pack) terhadap Nyeri Saat Pemasangan Infus pada Anak Prasekolah dengan Leukemia Putri, Novia; Roslita, Riau
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2326

Abstract

Pemasangan infus pada anak akan menimbulkan nyeri dan stressor pada anak, nyeri ini butuh perhatian terkait tatalaksana intervensi tambahan untuk meminimalkan nyeri. Penerapan kompres dingin (cool pack) adalah pemberian stimulasi kulit menggunakan ice pack gel di area yang akan dilakukan pemasangan infus. Penerapan intervensi ini bertujuan untuk menurunkan skala nyeri anak terutama saat dilakukan pemasangan infus. Dengan demikian dapat menurunkan ketakutan dan meningkatkan toleransi terhadap nyeri. Setelah dilakukan penerapan kepada pasien dengan intervensi didapatkan skala nyeri pasien adalah 7 (nyeri berat) menggunakan skala FLACC. Sedangkan pada pasien kontrol saat dilakukan pemasangan infus tanpa menggunakan kompres dingin (cool pack) skala nyerinya adalah 10 (nyeri berat) dengan menggunakan skala FLACC. Setelah dilakukan penerapan EBNP kompres dingin (cool pack) pada kelompok intervensi, tidak ada perbedaan skala nyeri yang signifikan antara anak yang diberikan kompres dingin dengan anak yang tidak diberikan kompres dingin saat pemasangan infus. Jadi dapat disimpulkan dari penerapan ini bahwa tidak ada pengaruh kompres dingin (cool pack) terhadap penurunan skala nyeri pada tindakan pemasangan infus di ruang perawatan Anggrek RSUD Arifin Achmad. Disarankan kepada perawat dan pihak rumah sakit agar tetap dapat mengembangkan penerapan kompres dingin (cool pack) menjadikan intervensi ini sebagai rujukan asuhan keperawatan dalam mengurangi nyeri meskipun tidak menurunkan nyeri secara signifikan saat pemasangan infus pada anak.
Penguatan Peran Pengajian Sebagai Media Edukasi dan Skrining Dini PTM Bagi Masyarakat Desa Nongkosewu RW 03 Priasmoro, Dian Pitaloka; Asri, Yuni; Putri, Novia; Mekkah, Beauty
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 4 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i4.8621

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) masih menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan di masyarakat pedesaan, termasuk di RW 03 Desa Nongkosewu, yang ditandai dengan rendahnya literasi kesehatan, perilaku hidup tidak sehat, serta belum terbentuknya budaya deteksi dini kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan warga mengenai PTM dan melakukan skrining tekanan darah. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Kegiatan diikuti oleh 154 peserta dan menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah edukasi, di mana kategori pengetahuan baik meningkat dari 30,5% menjadi 44,8%, sementara kategori pengetahuan kurang menurun dari 40,3% menjadi 18,2%. Hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan bahwa 47,4% peserta mengalami hipertensi dan 11,7% mengalami hipotensi, sehingga perlu pemantauan lanjutan. Pelaksanaan kegiatan ini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta memperkuat kesadaran mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini PTM. Pendekatan berbasis komunitas keagamaan terbukti menjadi strategi yang relevan dan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.