Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

POLITISASI KORPRI PADA PEMILU ORDE BARU TAHUN 1970 – 1998 DI JAWA TIMUR MAHDIANA, NABILLAH; , WISNU
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politisasi KORPRI adalah suatu keadaan dilibatkannya KORPRI dalam proses pemenangan peserta pemilu dalamsuasana struktur dan kultur politik yang belum demokratis,otoritarian dan diskriminatif, yang dilakukan oleh pemerintahrezim orde baru untuk mempertahankan dan memperluas kekuasaanya.Politisasi KORPRI pada pemilu orde baru tahun1970 ? 1998 didukung dengan kebijakan PP No. 6 Tahun 1970 tentang monoloyalitas pegawai negeri. Kebijakanmonoloyalitas mewajibkan pegawai negeri untuk menyalurkan aspirasi politiknya kepada Golkar. Politisasi KORPRI padapemilu orde baru dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan cara kooptasi dan mobilisasi pegawai negeri. Kooptasi danmobilisasi dilakukan untuk mendapatkan massa yang mendukung Golkar sehingga Golkar memenangkan pemilu orde barudan mampu melanggengkan kekuasaanya.Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Metode sejarah merupakanseperangkat prosedur,alat atau piranti yang digunakan sejarawan dalam tugas meneliti dan menyusun sejarah. Ada empattahapan yang harus dilakukan yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1)menganalisis praktik politisasi KORPRI pada pemilu orde baru tahun 1970 - 1998 di Jawa Timur.Kata Kunci: Politisasi, KORPRI, Pemilu Orde baru, Jawa Timur
Analysis of History Textbooks based on Benedict Anderson's Approach Syahputra, M. Afrillyan Dwi; Mahdiana, Nabillah
HISTORIKA Vol 22, No 2 (2019): Wajah Nasionalisme Indonesia
Publisher : Sebelas Maret University (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.857 KB) | DOI: 10.20961/historika.v22i2.37962

Abstract

This study aims to analyze the planting of nationalism, which is done through history textbooks. The problems discussed are: (1) In this study, how does the history textbook of class XI explain nationalism in line with Benedict Anderson's theory? (2) How can Print Capitalism Products in a textbook cause nationalism? This study used history textbooks for semester 2 grade XI. The method applied is a content analysis that includes an integrated view of the conversation/text and its specific context. Content Analysis is more than just counting words or extracting actual content from text to examine meanings, themes, and patterns that may be real or latent in a particular text. The approach used is nationalism, according to Benedict Anderson, which is a product of capitalism. The results show that textbooks can connect one person to another because they read the same writing so that the same nationalism arises. Print capitalism, like newspapers, can shape collective awareness and for its readers. From a variety of information in print, this is gradually raising awareness of the importance of equality, so building Language Connection (Language Relations). Benedict Anderson said that Benedict Anderson nationalism is a nation with values because there are individuals who consider themselves a community.
Historical Learning Model Design Based On Critical Literation In The Era And Post Covid-19 Mahdiana, Nabillah; Sariyatun, Sariyatun; Purwanta, Hieronymus
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 2 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.929 KB) | DOI: 10.20961/shes.v3i2.46248

Abstract

This research is motivated by the situation during the Covid-19 period which affects all sectors of life, including in the world of education. Teachers and students are required to be literate towards technology and literacy in learning to anticipate the spread of false information or hoaxes. The methodology used in this research is qualitative with descriptive analysis and data collection techniques in the form of a literature study. The findings of this study lead to the conclusion that the critical literacy-based historical learning model is important to apply because it is beneficial for teachers and students. The critical literacy learning model is designed with a critical pedagogical approach changing the wording hone critical thinking skills and to equip students with the skills to understand, critique texts critically, analytically, and evaluatively. While the benefits for teachers are an effort to improve the quality and effectiveness of learning by developing 21st-century competence.
Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik Sebagai Pilar Pembangunan Karakter Bangsa Mahdiana, Nabillah; Warto; Leo Agung Sutimin; Purwanta, Hieronymus
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 7 No. 01 (2026): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v7i01.14297

Abstract

Di tengah arus globalisasi yang memicu degradasi moral dan krisis identitas, pendidikan karakter berbasis kearifan lokal menjadi kebutuhan mendesak untuk membangun jati diri peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna simbolik dan filosofis yang terkandung dalam motif Batik Pamiluto Ceplokan Gresik sebagai sebagai strategi pedagogis penguatan karakter. Dengan metode studi pustaka, kajian ini menganalisis simbolisme batik melalui ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Batik Pamiluto merupakan instrumen pendidikan holistik. Secara kognitif, struktur matematis motif Ceplokan melatih keteraturan berpikir dan penalaran logis. Secara afektif, makna "Pamiluto" (perekat) membangun ikatan emosional dan identitas sosiokultural yang religius. Secara psikomotorik, proses apresiasi dan praktik motif ini menginternalisasi nilai integritas, ketelitian, dan etos kerja. Penelitian ini juga merumuskan lima langkah strategis implementasi di sekolah yang di mulai dari integrasi kurikulum hingga evaluasi berbasis habituasi nilai. Temuan ini menegaskan bahwa Batik Pamiluto Ceplokan Gresik memiliki landasan yuridis dan filosofis yang kuat untuk dijadikan media penguatan nilai budaya dalam pendidikan karakter, sekaligus panduan praktis bagi pendidik dalam merespons tantangan moral kontemporer. Kata Kunci: Batik Pamiluto; Ceplokan Gresik; Kearifan Lokal; Pendidikan Karakter; Pembangunan Bangsa