Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KAMPUNG VERTIKAL SEBAGAI STRATEGI URBAN RENEWAL DI KAMPUNG LUMUMBA, SURABAYA Annisa Nur Ramadhani
NALARs Vol 20, No 2 (2021): NALARs Volume 20 Nomor 2 Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.20.2.109-118

Abstract

Kampung is a settlement that have unique characteristic both in physical and socio-cultural condition. Kampung development process tends to be natural and non-formal, but mainly have faced the environmental degradation and lack of facilities. This forced the government to have some intervention in developing kampung housing by perform an urban renewal. Due to the problem of scarcity of land, urban renewal strategy of kampung has to be developed vertically. This also consider the social context that the rearrangement of kampung area is not done by relocating the local residents, but rearranging the original area to improve the community through environmental, social and economic quality improvement.
Perancangan Komplek Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sepakbola di Kabupaten Gresik dengan Tema Tropis Modern Sahrul Fahmi Bahtiar; Annisa Nur Ramadhani; Amir Mukmin Rachim
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.1910

Abstract

Sepakbola merupakan salah satu olahraga yang paling popular pada saat ini. Beberapa wilayah di Indonesia membentuk pemain-pemain sepakbola dimulai dari usia dini, dengan mendirikan akademi sepakbola dan juga pusat-pusat pelatihan sepakbola. Gresik, seperti halnya beberapa kota besar lainnya di Indonesia juga memiliki potensi besar dalam perkembangan sepakbola. Berdasarkan survei yang dilakukan dapat dikatakan bahwa masyarakatnya banyak yang memiliki antusiasme luar biasa pada olahraga ini, sehingga perlu adanya fasilitas latihan sepakbola yang menyediakan sarana lebih lengkap. Pada penerapan pusat pendidikan dan pelatihan sepakbola yang dirancang di Kabupaten Gresik ini diharapkan mampu menyediakan fasilitas yaitu tempat pelatihan, pendidikan, pembinaan, dan penelitian tentang sepakbola sehingga dapat menunjang ekspresi bangunan yang mewadahi adanya sarana-sarana pendidikan agar dapat digunakan oleh para pemain sepakbola untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian bermain sepakbola sehingga mampu meningkatkan prestasi khususnya masyarakat di Kabupaten Gresik dalam bidang sepakbola. Artikel ini dimaksudkan untuk memahami tentang penerapan tema Arsitektur Tropis Modern yang mencakup tatanan lahan, bentuk, ruang dan elemen lainnya pada perancangan pusat pendidikan dan pelatihan sepakbola di Kabupaten Gresik yang dapat beradaptasi dengan kondisi iklim, lingkungan serta desain modern masa kini untuk menyediakan sarana dan fasilitas lengkap sehingga dapat mengakomodasi semua angan-angan mengenai pembinaan dan pengembangan sepakbola khususnya di kabupeten Gresik dan Indonesia.
Pusat Gamer di Surabaya dengan Tema Metafora Bima Pratama Fauzi Putra; Wiwik Widyo Widjajanti; Annisa Nur Ramadhani
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 1 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i1.1506

Abstract

Abstract. E-sport is a completion to play video games which are generally conducted between professional players. In Surabaya, game players are increasing every day since there was a news about various games which were entering to the E-sport branch in Asie Games in 2018. But, increasing of technology development does not support with adequate facilities. It is a reason to build and design Gamer Community Center in Surabaya. Parents concern to their children who like to play games and the bad effects of games were the main problems. Parents and society ignorance about E-sport, as well as Surabaya government hasn't taken apart in the development of E-sport, was a problem which must be resolved. The presence oof designing and planning Gamers Community center was hoped that it will able to provide insight to the E-sport world to the society and it is able yo develop E-sport in Surabaya.  This study used qualitative and survey methods, so, the researcher obtained adequate description of the design and the theme was metaphorical which was focused to the forms that reflect a function. It was also supported by gamer's adaptive macro concept which made the function and gamers' characteristics. Land arrangement of micro concept and forms used abstract metaphor combined with micro concept of hi-tech space. It would make an area become unique, comfortable, and capable to develop E-sport in Surabaya. It is hoped by using this design, the parents won't be worry to their children when their children love to play game. Because game becomes as a profession. Keywords: zE-sport, Surabaya, Community, Gamers, Metaphors, Game Abstrak. E-sport adalah kompetisi bermain video game, yang pada umumnya dilakukan antara para permian profesional. Jumlah Gamer yang ada di Surabaya kian hari kian bertambah sejak adanya berita tentang berbagai judul game masuk kedalam cabang e-sport di Asian Game 2018. Namun, meningkatnya perkembangan teknologi dan minat masyarakat terhadap e-sport, tidak didukung dengan fasilitas yang memadai. Kekawatiran orang tua terhadap anak yang gemar bermain game serta dampak buruk yang ditimbulkan terhadap anak, dirasa menjadi permasalahan utama. Ketidak tauan para orang tua dan masyarakat tentang e-sport, serta belum ikut andilnya pemerintah Surabaya dalam perkembangan e-sport, merupakan suatu permasalahan yang harus di selesaikan. Dengan hadirnya Perencanaan dan Perancangan Pusat Komunitas Gamer di Surabaya ini, diharapkan mampu memberikan wawasan tentang dunia e-sport kepada masyarakat serta dapat mengembangkan e-sport yang ada di Surabaya. Menggunakan metode kualitatif   dan survey, sehingga diperoleh gambaran tentang desain yang cukup memadai dalam perancangan, dengan tema metafora yang berfokus pada bentukan yang mencerminkan suatu fungsi. Hal ini juga didukung dengan konsep makro adaptif gamer yang lebih mendekatkan fungsi dengan sifat para gamer, mikro konsep tatanan lahan dan bentuk yang menggunakan metafora absrak dipadukan dengan konsep mikro ruang hi-tech dirasa akan menjadikan suatu  kawasan yang unik, nyaman dan tentu saja mampu mengembangkan serta memajukan E-sport yang ada di Surabaya. Diharapakan dari hasil rancangan ini maka tidak ada lagi kekawatiran orang tua tentang kegemaran anak akan game, karena game kini juga bisa menjadi profesi. Kata Kunci: E-sport, Surabaya, Komunitas, Gamer, Metafora. Game
Proporsi Fungsi Hunian dan Fungsi Usaha pada Home Based Enterprise Desa Klangonan, Gresik Firdha Ayu Atika; Annisa Nur Ramadhani; Shandy Oyteza Fortuna
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Gresik memiliki banyak wisata religi bersejarah islam. Situs Makam Sunan Giri merupakan salah satu objek wisata religi yang banyak dikenal oleh masyarakat. Klangonan adalah salah satu desa terdekat dengan Situs Makam Sunan Giri, yang memiliki potensi ekonomi lokal. 80% penduduk Desa Klangonan membuka usaha berbasis rumah tangga. Home Based Enterprise (HBE) / Usaha Berbasis Rumah Tangga (UBR) merupakan sebuah konsep yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Banyaknya HBE Desa Klangonan berpotensi mendukung pengembangan wisata dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Untuk itu, diperlukan penelitian yang dapat mengidentifikasi kondisi eksisting HBE Desa Klangonan berdasarkan proporsi pembagian ruang hunian dan ruang usaha. Penelitian ini menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. 8 rumah ditetapkan menjadi sampel yang akan mewakili 199 HBE Desa Klangonan sebagai subjek penelitian. Proporsi ruang HBE yang paling mendominasi pada wilayah studi adalah tipe campuran. Keunikan langgam arsitektur pada beberapa rumah dapat digunakan sebagai pedoman perencanaan kawasan tematik. HBE Desa Klangonan membutuhkan perbaikan sirkulasi udara, penataan perabot dan perluasan pada ruang produksi. Permasalahan HBE di Desa Klangonan tidak hanya tentang perbaikan hunian saja, melainkan juga minimnya modal untuk usaha.
Perencanaan dan Perancangan Revitalisasi Pusat Pasar Seni di Tenggarong Kutai Kartanegara dengan Tema Arsitektur Vernakular Kontemporer Puteri Chandra Kirana; Annisa Nur Ramadhani; Nareswarananindya Nareswarananindya
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar seni dulunya adalah sebuah pasar kesenian yang menyeguhkan beraneka ragam kegiatan kesenian, yang ada di Tenggarong Kutai Kartanegara. Seiring berjalannya waktu tempat ini mengalami penurunan minat oleh masyarakat setempat, dikarenakan banyaknya fasilitas yang tidak terawat dengan baik. Lahan berada disekitar kawasan objek wisata, sehingga masih terdapat potensi yang besar untuk melakukan perubahan ataupun menghidupkan kembali potensi yang ada pada pasar seni. Agar nantinya tidak mematikan perekonomian warga setempat, dan secara tidak langsung ikut serta membantu pemerintah dalam sektor ekonomi kreatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode campuran (mix method), yang dimana peneliti mengkombinasikan data kualitatif dan data kuantitatif untuk memperoleh analisi yang relevan terhadap permasalahan yang ada. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara peneliti mendapatkan langsung hasil informasi objek melalui wawancara / survey, dan mendapatkan arsip yang dimiliki oleh lembaga terkait. Tema yang digunakan adalah Aristektur Vernakular Kontemporer, dengan menggunakan konsep vernakular kontemporer yang dikemukakan oleh William S. Lim, yaitu: seperti Extending Tradition dan Reinventing Tradition. Dengan adanya 53 responden yang didapat pada kuesioner, dan terdapat 50 responden menyetujui adanya revitalisasi pada pasar seni menjadikan dasar kuat dalam tugas akhir arsitektur ini. Maka diharapakan pada tugas akhir arsitektur ini dirancangkan secara kompleks mengenai Perencanaan dan Perancangan Revitalisasi Pusat Pasar Seni di Tenggarong Kutai Kartanegara, di tengah modernisasi kota dengan sentuhan arsitektur vernakular kontemporer, mengikuti proses perkembangan masyarakat setempat.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TAMAN WISATA KULINER DI SAMARINDA DENGAN KONSEP CITYWALK TEMA: URBAN TOURISM Riken Nurisnaini; Suci Ramadhani; Annisa Nur Ramadhani
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Samarinda dihadiri oleh aneka kuliner khas Kalimantan Timur. Di kota Samarinda belum ada fasilitas yang mewadahi semua kegiatan bidang Kuliner baik dalam hal wisata. Usaha yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan bidang kuliner untuk sarana informatif dan sarana wisata. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif, penelitian ini menganalisis objek pembanding untuk mendapatkan kesimpulan sebagai acuan dalam proses rancangan selanjutnya. Taman Wisata Kuliner ini menggunakan konsep Citywalk dan dengan pendekatan Urban tourism, penggabungan taman wisata kuliner dengan konsep city walk serta penggunaan tema bangunan yaitu urban tourism menjadikan taman wisata kuliner ini menjadi kawasan yang nyaman bagi para pengunjung. Menerapkan konsep Makro (Rekreatif), konsep makro tatanan lahan (Terarah), konsep bentuk (Kontemporer) dan konsep mikro ruang (Rekreatif). Hasil rancangan ini diharapkan menjadi obyek budaya kuliner yang dapat memberikan konstribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat serta yang dapat memberikan obyek wisata bagi masyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri yang tertarik tentang kuliner makanan khas Kalimantan Timur di kota Samarinda.
TERRITORIALITY IN TOURISM KAMPUNG ALLEY AS A SHARED PUBLIC SPACE Annisa Nur Ramadhani
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i3.587

Abstract

Abstract: Kampung alley is a street network that perceived as a social space due to its function for community. One problematic thing that occur in tourism kampung alley is a significant change from activities taken place in the alley that have commercial-tourism functions and open for public. This change leads to the requirement of kampung alley to have high accessibility and openness to outsider. In this term, it will change the territoriality pattern as well as its meaning for residents. Territoriality is one kind of environmental behavior study about spatial usage of built environment. Territoriality has strong engagement with cultural and social context. This paper analyze that there are some changes and ambiguity of territoriality in the context of tourism kampung. Some personal and private activities have occur in the alley that are considered as a public space. This additional personal space is due to the lack of housing unit space. Strong bind of neighborhood connection is also taking a role so the residents can freely use alley for their personal need.Abstrak: Gang kampung merupakan jaringan jalan yang dipersepsikan sebagai ruang sosial oleh masyarakat yang tinggal di dalamnya. Salah satu permasalahan yang terjadi pada gang kampung wisata adalah adanya perubahan aktifitas yang signifikan dan memiliki fungsi komersial sebagai area pariwisata yang terbuka untuk umum. Perubahan ini menyebabkan gang kampung harus memiliki keterbukaan dan aksesibilitas tinggi terhadap pihak luar. Hal ini akan mengubah pola teritorialitas serta makna gang kampung bagi warganya. Teritori adalah salah satu jenis kajian perilaku lingkungan tentang pemanfaatan ruang lingkungan binaan. Teritori memiliki keterikatan yang kuat dengan konteks budaya dan sosial. Makalah ini menganalisis terdapat beberapa perubahan dan ambiguitas teritori dalam konteks kampung pariwisata. Beberapa aktivitas pribadi dan privat dapat terjadi di gang yang dianggap sebagai ruang publik. Tambahan personal space ini disebabkan keterbatasan ruang rumah kampung. Ikatan yang kuat antar tetangga juga turut berperan agar warga bisa leluasa menggunakan gang untuk kebutuhan pribadinya. 
Redesain Pasar Srimangunan Sampang Madura Tema Arsitektur Tropis Ach. Romadhoni; Amir Mukmin Rachim; Annisa Nur Ramadhani
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 3, No 1 (2022): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2022.v3i1.2848

Abstract

Latar belakang Pasar tradisional merupakan pasar yang berperan penting dalam memajukan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sampang dan memiliki keunggulan bersaing secara alamiah. Keberadaan pasar tradisional ini sangat membantu, tidak hanya bagi pemerintah daerah ataupun pusat tetapi juga para masyarakat yang menggantungkan hidupnya dalam kegiatan berdagang. Permasalahan bagaimana strategi pengembangan yang akan menarik perhatian masyarakat, dan bagaimana estetika pada bangunan yang akan dibuat saat melakukan proses redesain. Metode penelitian pada Redesign Pasar Srimangunan Sampang Madura, adapun beberapa langkah yang dilakukan yaitu : teknik pengumpulan data, teknik analisis data dan teknik penyimpulan data. Tujuan redesain pasar ini adalah memberikan kenyamanan dan keamanan saat pengunjung melakukan proses transaksi dengan pendagang, membantu memperlancar penjualan hasil produk dan memudahkan memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan serta membantu menyediakan segala macam barang dan jasa, memberikan kesempatan kepada masyarakat agar lebih mudah memiliki perusahaan atau tempat perdagangan untuk mendapatkan penghasilan. Manfaat dari Redesain Pasar Srimangunan ini adalah bertujuan agar menjaga kenyamanan dan keamanan untuk pengunjung maupun pedagang dikarenakan juga Pasar Srimangunan ini adalah pasar satu-satunya yang ada di kabupaten sampang Madura.Kata Kunci: Redesain, Pasar Srimangunan, Sampang
Konsep Bangunan Pintar pada Perancangan Pusat Fasilitas Desainer Surabaya Dina Ayu Pratiwi; Randy Pratama Salisnanda; Annisa Nur Ramadhani
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 3, No 1 (2022): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2022.v3i1.2847

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu elemen krusial dalam membentuk kreatifitas dan pengembangan inovasi. Di zaman yang semakin berkembang ini diperlukan peningkatan fasilitas pendidikan informal yang mewadai. Pendidikan informal ini juga diharapkan dapat mengembangkan potensi, talenta, sertas kreatifitas dengan maksimal yang tidak didapatkan pendidikan formal.Tujuan bangunan ini diciptakan untuk memfasilitasi pengembangan empat sektor industri kreatif yaitu dalam bidang fashion, kerajinan tangan (Produk), grafis (DKV), serta bangunan (interior). target pada bangunan ini adalah seluruh pelaku penggiat industri kreatif , terutama yang memiliki minat untuk menyalurkan kreativitas dan integritas yang tinggi menggunakan tema yg diambil ialah “Eco-futuristik” dengan konsep makro yaitu bangunan Pintar, serta mikro konsep keberlanjutan pada tatanan bentuk, mikro konsep jelas dan terarah pada tatanan lahan, dan mikro konsep bebas pada tatanan ruang. Hasil perancangan ini yaitu Perencanaan dan Perancangan Pusat Fasilitas Desainer Surabaya, sehingga diharapkan hasil rancangan dapat bermanfaat
Design Exploration of Bamboo Micro House using Hyperbolic Paraboloid Structure Nareswarananindya, Nareswarananindya; Laksono, Sigit Hadi; Ramadhani, Annisa Nur
Journal of Civil Engineering, Planning and Design Vol 1, No 1 (2022): May
Publisher : Faculty of Civil Engeneering and Planning - ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jcepd.2022.v1i1.3057

Abstract

Limited land is a major problem in big cities, which has a direct impact on increasing land prices and low level of affordability. Micro house concept can be a solution to this problem. Planning a bamboo micro house with local materials can be an effort to contribute to a sustainability agenda. Bamboo is a local material that is environmentally friendly, adaptive, and widely available in Indonesia. Preserved bamboo construction with certain treatments is also affordable and durable for its high sustainability impact. This paper aims to study the exploration of bamboo materials in designing micro houses that suit the needs of urban communities. The house concept is open plan, so the spaces can be used multi-functionally by taking into account the requirements of livable micro houses. The method used is the Cyclical Design Process which consists of three stages, which are analysis stage, synthesis stage, and evaluation stage which is carried out repeatedly to produce a design that is in accordance with the design criteria that have been determined. Paraboloid hyperbolic structure system is used to produce an attractive and efficient form. The development of this micro-bamboo house is expected to be useful in solving the backlog and housing affordability problems in Indonesia.