Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Heuristic

IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA DEPARTEMEN FOUNDRY PT. SICAMINDO Ponda, Henri; Fatma, Nur Fadilah
Heuristic Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v16i2.2968

Abstract

Tingginya kasus kecelakaan kerja menunjukan bahwa kesadaran tenaga kerja maupun pihak perusahaan dalam menangani masalah kesehatan keselamatan kerja masih kurang, oleh karena itu dibutuhkan suatu pengukuran risiko kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis potensi bahaya di bagian Produksi khususnya Departemen Foundry PT. Sicamindo dan juga bertujuan untuk mengetahui hubungan  pengetahuan pekerja tentang potensi bahaya dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan observasional. Objek penelitian adalah mesin, sikap atau perilaku tenaga kerja, proses kerja dan lingkungan kerja. Berdasarkan identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalan risiko terdapat beberapa bahaya dan risiko yang terjadi dengan kriteria tolerable risk, moderate risk dan sustainable risk. Pengendalian bahaya yang telah dilakukan di PT. Sicamindo yaitu bersifat pengendalian administrative dan penyediaan alat pelindung diri (APD). Objective, Target dan Program (OTP) yang ditetapkan sebagai sasaran yang ingin dicapai yaitu mengurangi kecelakaan kerja (non fatality dan non LTI) sebesar 1 Kasus/Bulan dan mengurangi penyakit akibat kerja (non fatality dan non LTI) sebesar 1 Kasus/Bulan.
PENERAPAN HACCP (HAZARD ANALYSIS AND CRITICAL CONTROL POINT) PADA PROSES PRODUKSI SUKLAT MOCACHINO DAN CHOCO GRANULE DI PT. MAYORA INDAH TBK. Ponda, Henri; Fatma, Nur Fadilah; Yusuf, Ade
Heuristic Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v17i1.3565

Abstract

Soklat Mocachino dan Choco Granule merupakan salah satu jenis produk pangan olahan, dimana produk pangan selalu dituntut agar aman dan layak dikonsumsi. Dikatakan aman produk pangan olahan tersebut tidak mengandung atau bebas dari bahaya fisik, kimia dan biologi. Untuk itu sangat penting bagi produsen agar selalu memastikan semua tahapan proses produksi yang terlibat didalamnya harus dijaga dengan cara pengolahan yang baik (good manufacturing practice). Dengan cara tersebut seluruh peluang bahaya yang ada dapat teridentifikasi sehingga dapat dilakukan suatu tindakan pengendalian yang spesifik agar bahaya dapat berkurang sampai batas yang dapat diterima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dalam rangka mengurangi bahaya pada produk olahan pangan yaitu HACCP (hazard analysis and critical control point). Berdasarkan hasil analisis bahaya menunjukkan dari 15 tahapan proses produksi yang ada, dimana 5 proses diantaranya merupakan CCP (critical control point) yaitu penimbangan, vacuum belt drying, air blowing transfer, vibroseparator, dan pengemasan. Sedangkan 10 tahapan proses produksi lainnya merupakan OPRP (Operational Pre-Requisite Program).
ANALISIS PREVENTIVE MAINTENANCE DENGAN METODE MENGHITUNG MEAN TIME BETWEEN FAILURE (MTBF) DAN MEAN TIME TO REPAIR (MTTR) (STUDI KASUS PT. GAJAH TUNGGAL TBK) Fatma, Nur Fadilah; Ponda, Henri; Kuswara, Rizky Aditya
Heuristic Vol 17 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/heuristic.v17i2.4648

Abstract

Mesin beroperasi secara terus menerus menyebabkan menurunnya tingkat kehandalan peralatan serta menyebabkan sering terjadinya breakdown dan downtime yang tinggi pada mesin-mesinnya terutama pada mesin Extruder (ITE). Untuk meminimalisir terjadinya breakdown dan downtime maka perlu adanya sistem penjadwalan perawatan yang baik guna mencegah terjadinya kerusakan mesin. Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time to Repair (MTTR) adalah salah satu metode sebagai acuan untuk menetapkan jadwal perawatan yang efektif. Oleh karena itu, diperlukannya tindakan preventive maintenance agar dapat meningkatkan kinerja dari perusahaan, Dari hasil analisa didapatkan nilai Mean Time Between Failure (MTBF) 259,04 menit dan Mean Time to Repair (MTTR) 19.990,1 menit. Perubahan penjadwalan preventive maintenance dapat dilakukan dengan interval waktu 2 minggu sekali untuk aktivitas cleaning ac panel dan cleaning motor blower. Hasil penerapan tindakan preventive maintenance rata-rata 98% sehingga mesin mampu bekerja secara optimal.
ANALISIS KEGAGALAN PEMBUATAN PRODUK BAN SEPEDA MOTOR TIPE 80/90 14 NR 76 E MARK DENGAN METODE PFMEA (PROCESS FAILURE MODES AND EFFECTS ANALYSIS) DI PT. GAJAH TUNGGAL TBK. Ponda, Henri; Fatma, Nur Fadilah; Fauzi, Helmi
Heuristic Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/heuristic.v18i1.5325

Abstract

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) peningkatan populasi sepeda motor di Indonesia khususnya jenis motor matic setiap tahunnya tumbuh dengan pesat, hal ini berdampak pula dengan peningkatan permintaan akan ban motor. Seluruh produsen ban sepeda motor memiliki kendala dalam proses produksinya, permasalahan tersebut juga dialami oleh PT. Gajah Tunggal Tbk. Untuk dapat mengurangi kegagalan-kegagalan dalam pembuatan ban sepeda motor diperlukan suatu Analisa secara mendalam penyebab kegagalan tersebut dapat terjadi. FMEA (Failure Modes and Effects Analysis) merupakan metode yang sistematis dan proaktif dalam mengevaluasi suatu proses untuk mengidentifikasi dimana dan bagaimana proses itu mungkin mengalami kegagalan serta untuk menilai dampak relatif dari berbagai kegagalan. Berdasarkan hasil Analisa PFMEA diperoleh dua permasalahan yang memiliki risk priority number (RPN) terbesar yaitu proses pemasangan tread dengan RPN 648 dan proses turn up ply kiri dan kanan RPN sebesar 576. Dikarenakan dua proses tersebut sebagai RPN terbesar, manajemen harus fokus untuk melakukan tindakan perbaikan agar dua proses tersebut dapat berjalan dengan baik. 
PENERAPAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DALAM PENGEMBANGAN PRODUK BODY MIST (STUDI KASUS PERUSAHAAN PARFUM) Ponda, Henri; Fatma, Nur Fadilah; Kadir, Nurwahyuni
Heuristic Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/heuristic.v18i2.6161

Abstract

Kebutuhan terhadap body mist saat ini membuat banyaknya perusahaan kosmetik menawarkan dan memanfaatkan peluang dalam melakukan suatu pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan agar dapat bersaing dengan produk body mist lainnya. Penelitian ini membahas mengenai penerapan metode Quality Function Deployment (QFD), yang bertujuan untuk menjamin bahwa produk yang dihasilkan dapat memenuhi kualitas yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Penerapan metode Quality Function Deployment (QFD) dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas produk menggunakan matriks House of Quality (HoQ). Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode survey menggunakan wawancara serta kuesioner terhadap 30 responden. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 4 atribut dari produk body mist yang diprioritaskan untuk dikembangkan adalah kesegaran terjaga, aroma lembut dan menyegarkan, reaksi terhadap kulit, dan harga terjangkau. Berdasarkan hasil pengolahan data 4 atribut dengan nilai tertinggi untuk parameter teknik yang diprioritaskan adalah penambahan bahan emulsifier 1,0% (5,712), penambahan bahan fragrance 0,5-1,0% (5,368), penambahan bahan baku pengawet 0,1% (5,368), dan penambahan bahan pelembut (3,114).