p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sapa Laut
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

DISTRIBUSI LOGAM BERAT Cu PADA AIR LAUT PERMUKAAN DI PERAIRAN TELUK STARING SULAWESI TENGGARA Arjuna, .; Armid, Alrum; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 4: November 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i4.10770

Abstract

Kandungan logam berat di suatu perairan sangat berbahaya apabila telah melewati standar baku mutu. Salah satu logam berat yang termasuk bahan beracun dan berbahaya adalah logam berat Cu. Logam berat Cu masuk ke dalam lingkungan perairan akibat factor antropogenik seperti buangan limbah industri, pelayaran, pertanian dan buangan limbah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi distribusi spasial dan status pencemaran logam berat Cu di Perairan Teluk Staring. Pengambilan sampel air laut permukaan sebanyak 12 stasiun dilakukan dengan metode Purposive Random Sampling. Larutan sampel dianalisis dengan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)  sedangkan sebaran spasial dianalisis melalui metode interpolasi Inverse Distance Weight (IDW). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai kadar Logam Cu di 12 Stasiun sebesar 0,0025-0,1147 ppm. Nilai rata-rata logam Cu adalah sebesar 0,055 ppm. Kadar logam Cu tertinggi terdapat pada Stasiun 7 dan 8. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa telah terjadi kontaminasi logam berat Cu di daerah pesisir Pulau Lara, Kec. Moramo Utara sampai pesisir Pulau Labotaone, Kec. Laonti dengan kisaran nilai kadar logam sebesar 0,0523-0,1147 ppm. Status pencemaran logam berat Cu pada area tersebut telah melewati nilai standar baku mutu sesuai KepMen LH, No. 51 Tahun 2004. Variabel lingkungan (Suhu, Salinitas dan pH) terhadap konsentrasi Logam Berat Cu tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sebaran kandungan logam berat Cu.Kata Kunci: Logam Berat Tembaga (Cu), Distribusi, Status Pencemaran, Teluk Staring
DISTRIBUSI LOGAM BERAT MANGAN (Mn) PADA AIR LAUT PERMUKAAN DI PERAIRAN TELUK STARING SULAWESI TENGGARA Indra, .; Armid, Alrum; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i1.10957

Abstract

Logam berat Mangan (Mn) termasuk logam esensial yang bersumber dari peristiwa pengikisan (erosi) Mn masuk kedalam lingkungan perairan akibat dari aktivitas manusia seperti buang limbah industri, pelayaran, pertanian dan buangan limbah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran spasial logam berat Mn di Perairan Teluk Staring. Jenis penelitian yang di lakukan adalah pengambilan sampel air laut di permukaan Teluk Staring sebanyak 12 Stasiun dengan metode Purposive Random Sampling. Larutan sampel dianalisis dengan Spektrofometri Serapan Atom (SSA). Analisis sebaran spasial menggunakan metode interpolasi IDW pada ArcGIS. Dari hasil pengukuran menunjukan kisaran kosentrasi kadar logam Mn di 12 Stasiun sebesar 0,1153 dan 0,4077 ppm. Nilai rata-rata logam Mn adalah antara 0, 2463 ppm. Kadar logam Mn yang tertinggi terdapat pada Stasiun 3 dan 4. Hasil analisis spasial dari 12 Stasiun menunjukan bahwa pada semua stasiun pengamatan telah  terkontaminasi oleh logam berat Mn, dengan konsentrasi melewati standar baku mutu yang telah ditentukan oleh ENVIRONMENTAL PROTECTION AGENCY, Water Quality Standard 1972. Dalam hal ini Teluk Staring telah tercemar oleh logam berat Mn. Sedangkan variabel lingkungan (Suhu,Salinitas dan pH) terhadap konsentrasi Logam Berat Mn tidak memiliki pengaruh yang signifikan.Kata kunci: Logam Berat Mangan (Mn), Distribusi Spasial, Teluk Staring
SEBARAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DI SEKITAR DERMAGA TAMBANG DI PERAIRAN TONDONGGEU KECAMATAN ABELI KOTA KENDARI Anwar, Syamsul; Armid, Alrum; Emiyarti, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 2: Mei 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i2.12172

Abstract

Penelitian ini dilakukan dari bulan Desember 2018 sampai pada Januari 2019 dengan tujuan untuk mengetahui sebaran Total Suspended Solid (TSS) permukaan serta untuk mengetahui hubungan parameter fisika kimia perairan yang mempengaruhi distribusi TSS di sekitar Tambang di Perairan Tondonggeu Kecamatan Abeli. Kegunaan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi serta dapat mengetahui tingginya tingkat kekeruhan di suatu perairan yang dapat menghambat masuknya sinar matahari kedalam perairan sehingga dapat menyebabkan kondisi kehidupan di perairan akan terganggu. Metode yang digunakan adalah purposive sampling yang terdiri dari 10 stasiun, pengambilan sampel air pada saat surut dengan menggunakan botol sampel. Analisis sampel menggunakan metode Gravimetri. Distribusi TSS permukaan di Perairan Tondonggeu tertinggi berada di sekitar kawasan pemukiman penduduk dan dermaga pelabuhan perahu nelayan berkisar antara 938,833-1328,333 mg/L, sedangkan terendah berada di kawasan hutan mangrove yaitu berkisar antara 330,833-432,333 mg/L. Kecepatan arus adalah parameter kualitas air yang memiliki pengaruh paling besar terhadap sebaran TSS di Perairan Tondonggeu.Kata Kunci : Total Suspended Solid, Perairan Tondonggeu
AKUMULASI LOGAM TIMBAL (Pb) PADA SEDIMEN TELUK STARING SULAWESI TENGGARA Efendi, Icang; Armid, Alrum; Emiyarti, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 3: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i3.20988

Abstract

Teluk Staring, terletak di Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, merupakan lingkungan perairan laut yang telah lama dijadikan penduduk setempat untuk kegiatan nelayan, pelayaran dan kegiatan wisata. Wilayah daratan dari teluk ini telah dikembangkan untuk kegiatan-kegiatan pertanian, tambak dan penambangan pasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akumulasi logam timbal (Pb) pada sedimen Teluk Staring yang kemungkinan dihasilkan dari residu hasil aktivitas penduduk di sekitar teluk. Sampel sedimen dari 12 titik sampling dalam wilayah teluk dianalisis dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Indeks geoakumulasi digunakan untuk menentukan status pencemaran logam Pb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sedimen berfluktuasi dari lempung berdebu dan debu. Konsentrasi logam Pb berada pada interval 5.21-11.68 ppm dengan konsentrasi tertinggi terdapat pada muara Sungai Laonti yang kemungkinan disebabkan oleh buangan limbah dari aktivitas antropogenik di darat yang terjerap pada sedimen dari badan perairan. Hasil perhitungan indeks geoakumulasi menyimpulkan bahwa sedimen dari perairan Teluk Staring belum mengalami pencemaran logam Pb. Monitoring terhadap kualitas perairan Teluk Staring penting dilakukan oleh pemerintah lokal untuk menjamin pemanfaatan kawasan teluk secara aman dan bebas polusi.Kata Kunci: Timbal (Pb), Sedimen, Teluk Staring
INKORPORASI LOGAM BERAT PADA KARANG BERCABANG Acropora millepora Armid, Alrum
Jurnal Sapa Laut Vol 7, No 2: Mei 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i2.27312

Abstract

Teluk Staring yang terletak di Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk kegiatan perikanan dan pertanian. Namun pertumbuhan penduduk yang pesat di sekitar teluk dalam beberapa tahun terakhir diperkirakan berkontribusi terhadap peningkatan limbah yang masuk ke dalam teluk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan tingkat akumulasi logam berat (khususnya Pb, Cd dan Cr) yang terinkorporasi ke dalam tubuh karang Acropora millepora guna menyelidiki potensi karang tersebut sebagai bioindikator pencemaran logam berat di badan perairan laut. Metode spektrofotometri serapan atom digunakan untuk penentuan konsentrasi logam berat Pb, Cd dan Cr pada sampel karang. Hasil perhitungan faktor biokonsentrasi (BCF) menunjukkan bahwa nilai akumulasi tertinggi logam berat dijumpai pada bagian tissue karang sebesar 56,030; 14,833 dan 8,670; sedangkan akumulasi paling rendah dijumpai pada bagian zooxanthellae (22,541; 3,291 dan 2,394) berturut-turut untuk logam berat Pb, Cd dan Cr. Tingginya nilai BCF ini memberikan peluang pada karang Acropora millepora untuk digunakan sebagai bioindikator pencemaran logam berat Pb, Cd dan Cr di perairan Teluk Staring.Kata kunci: Logam berat, faktor biokonsentrasi, bioindikator, Acropora millepora, Teluk Staring
KAJIAN PEMANFAATAN KARANG Millepora dichotoma SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN LOGAM BERAT Armid, Alrum
Jurnal Sapa Laut Vol 7, No 3: Agustus 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i3.28189

Abstract

Organisme karang memiliki kemampuan untuk menyerap ion-ion logam yang ada dalam lingkungan perairan laut. Biokonsentrasi logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) pada karang Millepora dichotoma di perairan Pulau Bokori, Kendari telah diteliti untuk menginisiasi penggunaan karang ini sebagai bioindikator pencemaran logam Pb dan Zn. Kandungan logam berat pada karang M. dichotoma dianalisis menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) pada 3 bagian tubuh karang, yaitu kerangka (skeleton), jaringan (tissue) dan alga simbiont (zooxhanthellae). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata konsentrasi logam berat Pb pada karang M. dichotoma (47,69 ppm) lebih besar dibandingkan logam berat Zn (35,68 ppm). Hal yang sama juga ditunjukkan pada nilai rata-rata Faktor Biokonsentrasi (BCF) sebesar 88314 untuk logam Pb dan 6968 untuk logam Zn. Nilai BCF di atas 1000 mengindikasikan kemampuan karang M. dichotoma dalam mengakumulasi logam berat Pb dan Zn termasuk dalam kategori akumulatif tinggi. Tingginya nilai BCF ini memberikan potensi karang M. dichotoma untuk dijadikan bioindikator atau biomonitor pencemaran logam berat (terutama Pb dan Zn) di lingkungan perairan laut.Kata kunci: Pulau Bokori, faktor biokonsentrasi, Millepora dichotoma,  timbal (Pb), seng (Zn)
STATUS EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI DALAM DAN DI LUAR DAERAH PERLINDUNGAN LAUT (DPL) TAMAN NASIONAL LAUT WAKATOBI Armid, Alrum; Takwir, Amadhan; Oetama, Dedy; Mangidi, Uniadi; Sudia, La Baco; Alam Lawelle, Sjamsu
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 1: Februari 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i1.36501

Abstract

Daerah Perlindungan Laut (DPL) adalah kawasan perairan laut dengan ekosistem terumbu karang yang dilindungi dan dikelola oleh masyarakat. Pembentukan DPL telah diinisasi sejak tahun 2008 melalui program Coral Reef Management Project (Coremap). Studi ini dilakukan  untuk menginvestigasi status ekosistem terumbu karang di dalam dan di luar DPL dengan batas wilayah studi di Pulau Wangi-Wangi, Wakatobi. Pengamatan status ekosistem terumbu karang dan ikan karang dilakukan dengan metode transek garis (line intercept transect) sepanjang 50 m sejajar garis pantai pada 6 kawasan DPL dan 4 area di luar DPL. Data lapangan berupa foto tiap frame diidentifikasi dengan menggunakan perangkat CPCe untuk mengklasifikasikan lifeform karang, tutupan karang, dan biota lainnya. Hasil studi menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan terhadap status kondisi ekosistem terumbu karang di dalam dan luar DPL. Rata-rata persentase tutupan karang berada pada kategori baik, masing-masing sebesar 54,9% (di dalam DPL) dan 53,9% (di luar DPL). Kelimpahan ikan karang cenderung lebih tinggi pada kawasan DPL jika dibandingkan dengan di luar DPL. Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa terdapat peningkatan persentase karang hidup pada area DPL jika dibandingkan dengan data pengamatan tahun 2016.Kata Kunci: DPL, luar DPL, terumbu karang, ikan karang, Pulau Wangi-Wangi