Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Studi kepadatan dan distribusi Keong Bakau (Telescopium telescopium) di perairan mangrove Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi Husein, Sadam; Bahtiar, .; Oetama, Dedy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.396 KB)

Abstract

Organisme T. telescopium atau burungo merupakan hewan dari famili Potamididae yang hidup di air payau pada substrat dasar berlumpur dan dipengaruhi oleh pasang surut dan merupakan salah satu kunci dalam rantai makanan di ekosistem perairan adalah organisme T. telescopium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan distribusi keong bakau (Telescopium telescopium) pada perairan mangrove Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari–Maret 2017 di Ekosistem mangrove Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. Metode yang digunakan adalah line transek dan belt transek. Kepadatan keong bakau di Perairan Kaledupa pada bulan Februari dan Maret pada tiga lokasi penelitian yaitu Desa Lefuto, Desa Ambeua Raya, dan Desa Balasuna Selatan relatif sama, dengan nilai masing-masing 2.10 ind/m2, 2.14 ind/m2, dan 2.24. ind/m2. Hasil nilai indeks distribusi menunjukkan bahwa pola distribusi keong bakau pada Desa Lefuto adalah seragam, sedangkan pada Desa Ambeua Raya dan Desa Balasuna Selatan adalah mengelompok dengan nilai masing-masing 0.9960, 1.0002, dan 1.0101.Kata kunci: Kepadatan, Distribusi, Telescopium telescopium, Kaledupa
Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Kerang Bulu (Anadara antiquata) di Perairan Bungkutoko Kota Kendari Arwin, .; Bahtiar, .; Oetama, Dedy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.14 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola pertumbuhan dan Faktor Kondisi  kerang bulu (A. antiquata). Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Bungkutoko Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara selama tiga bulan yaitu bulan Juli sampai September 2015. Metode pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (Simple random sampling) dengan total sampel sebanyak 180 individu. Hasil parameter fisika kimia yang diperoleh, suhu (29−32oC), pH (7−9), salinitas (32,67−34,67 ppt), Kecepatan arus (2,25−2,38 m/det), Bahan Organik (1,08−2,00%). Hubungan panjang cangkang dan bobot total berada pada kisaran b>2,5 (allometrik positif) dan b<2,5 (allometrik negatif). Hasil analisis yang didapatkan bahwa nilai faktor kondisi (Kn) untuk kerang jantan secara temporal yaitu sebesar 0,77−2,70. Nilai Kn tertinggi terdapat pada bulan Juli yaitu sebesar 2,70. Faktor kondisi (Kn) untuk kerang A. antiquata betina menunjukkan  pada bulan yang sama yaitu Juli sebesar 1,03−1,16. Analisis secara spasial menunjukkan Kn untuk kerang A. antiquata jantan yaitu 0,93−1,71 dan kerang A. antiquata  betina 0,57−1,31. Secara temporal rasio bobot daging basah (BDB) rata-rata untuk kerang jantan yaitu berkisar 12,07%−26,18% dan bobot daging kering (BDK) 1,41%−2,94%. Rasio bobot daging untuk kerang betina yaitu berkisar 10,84%−18,23% bobot daging basah (BDB) dan 1,61%−2,14% bobot daging kering (BDK). Hasil analisis secara spasial persentase rata-rata bobot daging basah (BDB) kerang A. antiquata jantan yaitu berkisar antara 11,65−31,16% dan bobot daging kering (BDK) yaitu 1,67−4,15%. Keran  A. antiquata betina didapatkan nilai rata-rata bobot daging basah (BDB) sebesar 11,31−23,90% dan persentase bobot daging kering (BDK) yaitu 1,80−4,16. Kata Kunci : Perairan Bungkutoko, Faktor Kondisi, Rasio Bobot Daging,  A. antiquata.
Hubungan panjang berat Ketam Kelapa (Birgus latro L.) yang tertangkap di daerah Menui Kepulauan Gurusu, Iklan; Ramli, Muh.; Oetama, Dedy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.001 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui hubungan panjang berat ketam kelapa (B. latro L.) yang tertangkap di Daerah Menui Kepulauan yang berlangsung selamadua bulan yaitu Juni – Juli 2015. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ditentukan secara sengaja atau purposive sampling. Dari hasil penangkapan dilakukan identifikasi jenis kelamin dan pengukuran panjang (Cp+r) dan berat tubuh. Kemudian dilakukan analisis hubungan panjang berat. Jumlah sampel ketam kelapa yang diperoleh selama penelitian berjumlah 65 ekor yang terdiridari jantan 39 ekor dan betina26 ekor. Hasil penelitian ini diperoleh ukuran panjang ketam kelapa jantan 18 –130 mm dan berat 4 −1300 gram, sedangkan ketam betina 48 −111 mm dan berat 300 − 1110 gram, dengan nilai b pada ketam kelapa jantan berkisar antara 0,989 −3,013 sedangkan betina 0,858 − 1,395. Pada stasiun I dan II memiliki pola pertumbuhan yang bersifat alometrik negatif (b < 3). Sedangkan pada stasiun III ketam jantan memiliki pola pertumbuhan isometrik (b = 3), sedangkan betina bersifat allometrik negatif (b < 3).Kata Kunci :Panjang Berat, Birgus latro L, Menui Kepulauan
Studi distribusi dan kepadatan Kerang Pasir (Modiolus modulaides) di perairan Pulau Bungkutoko Kecamatan Abeli Kota kendari Sulawesi Tenggara Suhendra, Indra; Bahtiar, .; Oetama, Dedy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.829 KB)

Abstract

Perairan pantai Pulau Bungkutoko merupakan perairan semi tertutup yang memiliki potensi sumber daya hayati bivalvia yang tinggi salah satu diantaranya yaitu kerang pasir (Modiolus modulaides) atau “botol-botol” oleh masyarakat lokal. Tujuan penelitian adalah menganalisis kepadatan dan distribusi kerang pasir, berdasarkan keberadaan kondisi tempat hidupnya. Pengambilan sampel dilakukan sekali sebulan selama 4 bulan dari bulan Juli sampai Oktober 2016. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Kepadatan kerang pasir tertinggi ditemukan pada daerah dengan tingkat kepadatan lamun tertinggi dengan rata kepadatan kerang pasir 12.4 ind/m2 dan terendah ditemukan pada daerah yang mengalami aktivitas penimbunan laut dengan tingkat kepadatan lamun rendah. Kerang pasir di perairan Pulau Bungkutoko mempunyai dua pola distribusi yaitu seragam dengan nilai Id < 1 yaitu berkisar 0,96 – 0,99 dan megelompok dengan nilai Id >1 yaitu berkisar 1,02 – 1,30.Kata kunci: Distribusi, kepadatan, Modiolus modulaides, Pulau Bungkutoko
Keragaman jenis lamun di Perairan Pantai Waha Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi Suherlan, .; Oetama, Dedy; Arami, Hasnia
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 3 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.076 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis lamun di perairan Pantai Waha. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan yaitu pada bulan April sampai Mei 2015. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Simple random sampling, dengan menggunakan transek kuadrat yang dilakukan empat kali pengulangan. Penentuan lokasi stasiun di dasarkan pada kondisi fisik lamun. Pada perairan Pantai Waha ditemukan 9 jenis lamun yaitu H. pinifolia, H. ovalis, H. universis, Thalassodendron ciliatum,Thalassia hempricii, Enhalus acoroides, C. serrulata, C. rotundata, dan Sryngodium isoetifolium. Hasil pengukuran parameter lingkungan dan organisme yang diperoleh selama penelitian kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil pengukuran parameter lingkungan seperti: suhu (26-31ºC), kedalaman (13- 159 cm), salinitas (29-34‰), kecepatan arus (0,049-0,07) m/detik dan tekstur substrat (3,8414-85,7449%) adalah lempung berpasir sedangkan Nitrat (0,0160-0,0180 mg/L) dan Fosfat (0,0074-0,0094 mg/L). Nilai kepadatan lamun terlihat berdasarkan kondisi fisik pada tiap stasiun penelitian. Indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi jenis lamun tertinggi setiap jenis yang diperoleh selama penelitian antara bulan April dan Mei pada tiga titik stasiun penelitian yaitu nialai indeks keanekaragaman sebesar 1,9310– 2,0306 ind/m2, keseragaman sebesar 0,8325-0,9083 ind/m2 dan dominansi sebesar 0,1488-0,1646 ind/m2. Total kepadatan lamun tertinggi selama penelitian diperoleh pada stasiun I yaitu 348,8 ind/m², pada daerah vegetasi lamun yang padat. Keragaman jenis lamun selama penelitian yang terdapat pada stasiun I, II dan III pada bulan April dan Mei yaitu secara acak dan mengelompok.Kata kunci : Lamun, keragaman jenis, Pantai Waha, Tomia Wakatobi
Analisis Daya Dukung Kawasan Wisata Pantai Walengkabola Kabupaten Muna Dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Maindo, Anas Salidi; Nur, Andi Irwan; Oetama, Dedy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.241 KB)

Abstract

Pantai Walengkabola Terletak di Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Lokasi pantai walengkabola berjarak ± 72 km dari kota Raha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekesuaian dan daya dukung pantai Walengkabola untuk kegiatan wisata pantai  khususnya reksreasi dan berenang berdasarkan parameter wisata. Parameter wisata yang dijadikan kriteria dalam penentuan indeks kesesuaian wisata pantai kategori rekreasi dan berenang yaitu kedalaman, tipe pantai, lebar pantai, material dasar perairan, kecepatan arus, kemiringan pantai, kecerahan air, ketersediaan air tawar penutupan lahan pantai dan biota berbahaya. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling serta matriks kesesuaian dan daya dukung kawasan wisata kategoti rekreasi dan berenang. Hasil yang diperoleh pada ini bahwa pantai Walengkabola memiliki indeks kesesuaian wisata pada stasiun I sebsesar 79,76%, stasiun II sebesar 76,19% , dan stasiun sebesar III 75%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pantai Walengkabola termasuk ke dalam kategori S1 yang berarti kawasan Pantai Walengkabola  termasuk dalam kategori sesuai untuk pariwisata pantai. Daya dukung kawasan wisata pantai walengkabola dengan panjang pantai 1300 meter dan luas 19.500 m2. Luas kawasan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi dan berenang adalah 12.000 m2 dan  dapat menampung sebanyak 640 wisatawan/hari.Kata Kunci : Pantai Walengkabola, anlilisis kesesuaian, daya dukung
Eksploitasi Kerang Bulu (Anadara antiquata) di Perairan Pantai Bungkutoko Sulawesi Tenggara Simuhu, Tabroni; Bahtiar, .; Oetama, Dedy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 3 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.91 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di perairan Pantai Bungkutoko Sulawesi Tenggara dari bulan Januari–April 2015, dengan tujuan untuk mengetahui tingkat eksploitasi kerang bulu (Anadara antiquata). Metode pengambilan sampel dilakukan secara acak melalui koleksi bebas. Total sampel selama penelitian sebesar 1.460 individu yang terdiri dari 883 individu jantan dan 577 betina. Data penelitian dianalisis dengan program FiSAT II versi 3. Kerang A. antiquata jantan dibulan Januari, Februari dan April hanya terdapat satu kelompok ukuran dengan nilai tengah masing-masing yaitu 2,44 cm, 1,93 cm, dan 2,39 cm. Bulan Maret terdapat dua kelompok ukuran yaitu stadia dewasa dan tua, dengan nilai tengah masing-masing 1,98 cm dan 2,39 cm. Kelompok ukuran kerang A. antiquata betina dibulan Januari dan Februari terdapat dua kelompok ukuran yang terdiri dari stadia dewasa dan tua, dengan nilai tengah masing-masing dibulan Januari 2,58 cm, dan 3,83 cm serta dibulan Februari 2,37 cm dan 3,26 cm. Bulan Maret dan April hanya memiliki satu kelompok ukuran dengan nilai tengah masing-masing yaitu 2,83 cm dan 2,64 cm. Tingkat eksploitasi (E) kerang jantan dan betina sebesar 0,14 pertahun dan 0,16 pertahun. Nilai tersebut berarti tingkat eksploitasi kerang A. antiquata jantan dan betina tergolong rendah (under fishing).Kata kunci: Kelompok ukuran, Anadara antiquata, eksploitasi
KARAKTERISTIK BIOLOGIS IKAN KERAPU DI PERAIRAN KARANG, TOMIA KABUPATEN WAKATOBI PROVINSI SULAWESI TENGGARA ., Ramaddin; Tadjuddah, Muslim; Oetama, Dedy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 3 (2019): Agustus
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karang Tomia merupakan salah satu habitat berbagai jenis ikan kerapu di Perairan Kepulauan Wakatobi yang mengalami eksploitasi penangkapan secara intensif menggunakan alat tangkap bubu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa karakteristik biologi ikan kerapu meliputi spesies, jenis kelamin, komposisi ukuran, serta hubungan panjang berat ikan kerapu di Perairan Pulau Tomia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2018. Lokasi penelitian berdasarkan tempat dimana nelayan yang menangkap di Perairan Karang Tomia mendaratkan ikannya. Ikan sampel diperoleh dari hasil tangkapan nelayan di Karang Tomia menggunakan bubu. Ikan kerapu diidentifikasi dan diukur panjang beratnya menggunakan mistar dan timbangan digital. Hubungan panjang berat ditentukan dengan menggunakan rumus W= aLb. Hasil penelitian menunjukkan ikan terdiri dari 2 spesies ikan kerapu dari genus yang berbeda, yaitu kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) dengan jumlah 57 ekor (60 %) dan kerapu sunu (Plectropoma leopardus) dengan jumlah 38 ekor (40 %). Jenis kelamin ikan kerapu dari 95 sampel yang diteliti didominasi oleh jenis kelamin betina dengan jumlah 63 ekor dengan presentasi 66,31 % sedangkan jantan 32 ekor dengan presentasi 33,69 %. Sebaran panjang mulai dari 100 mm sampai dengan 370 mm. Jumlah yang terbesar termasuk dalam kelas panjang 140-179 mm dengan jumlah 15 ekor (23,81 %), sedangkan jumlah terkecil termasuk dalam kelas panjang 180-219 mm dengan jumlah 2 ekor (3,17 %). Untuk komposisi ukuran panjang ikan kerapu jantan, diperoleh sebaran panjang mulai dari 390 sampai dengan 470 mm. Dimana jumlah terbesar dari kelas panjang 390-403 mm dengan jumlah 13 ekor (40,63 %), sedangkan jumlah terkecil terdapat pada kelas panjang 460-470 mm dengan jumlah 2 ekor (5,20 %). Hubungan panjang dan berat ikan kerapu dalam penelitian ini ditemukan pertambahan panjang lebih dominan dari pertambahan berat dengan nilai jantan b = 1,457415 untuk E. fuscoguttatus dan b=1,458818726 untuk P. leopardus, serta nilai betina yaitu dimana b=1,43599997 untuk kerapu macan dan b= 0,849820 untuk kerapu sunu. Dengan kata lain pola pertumbuhannya allometrik negatif. Demi kelengkapan informasi pengelolaan ikan kerapu di perairan ini, maka perlu adanya penelitian lanjutan di masa yang akan datang.Kata Kunci : Panjang Berat, E. fuscoguttatus, P. leopardus, Pulau Tomia
Distribusi dan Kepadatan Bivalvia yang Berasosiasi pada Daerah Padang Lamun di Perairan Desa Tanjung Batu Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan Rada, Satya; Bahtiar, Bahtiar; Oetama, Dedy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Desa Tanjung Batu merupakan salah satu perairan yang memiliki padang lamun yang sangat luas dan subur. Bivalvia merupakan salah satu hewan yang tumbuh dan berkembang di daerah intertidal dan banyak dijumpai di daerah padang lamun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola distribusi dan kepadatan bivalvia berdasarkan kepadatan lamun. Pengambilan sampel kerang dilakukan selama 1 bulan sekali selama 3 bulan mulai pada bulan Agustus sampai Oktober 2018 dengan menggunakan metode transek kuadrat berukuran 1x1 m2. Hasil penelitian diperoleh kepadatan rata-rata bivalvia berdasarkan stasiun pengamatan berkisar 0,69-2,18 ind/m2. Kepadatan tertinggi terdapat pada stasiun III yaitu 2,18 ind/m2, sedangkan kepadatan terendah terdapat pada stasiun I yaitu  0,69 ind/m2. Kepadatan rata-rata bivalvia berdasarkan bulan berkisar 1,22-1,57 ind/m2.  Kepadatan bivalvia tertinggi terdapat pada bulan Agustus yaitu 1,57 ind/m2, sedangkan kepadatan terendah terdapat pada bulan Oktober yaitu 1,22 ind/m2. Distribusi bivalvia pada tiga stasiun di Perairan Desa Tanjung Batu cenderung mengelompok (>1) yaitu berkisar 1.034-1.150Kata kunci : Distribusi, Kepadatan, Bivalvia, Desa Tanjung Batu,Wawonii Barat.
Kesesuaian Kawasan Wisata Selam di Desa Namu Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan Al-Qaf, Muhammad; Halili, Halili; Oetama, Dedy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan wisata dapat menjadi upaya menjaga ekosistem laut yang berkelanjutan, sehingga perlunya penelitian mengenai kesesuaian wisata terkhusus wisata selam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian wisata selam diperairan Desa Namu Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan. Metode pengambilan data, menggunakan metode survei. Parameter penentuan kesesuaian wisata selam terbagi menjadi 6 parameter yaitu, kecerahan perairan, tutupan komunitas karang, jenis lifeform karang, jenis ikan karang, kecepatan arus, serta kedalaman. Berdasarkan hasil analisis matriks kesesuaian wisata selam yang berada di Desa Namu menunjukan bahwa Desa Namu sesuai dijadikan lokasi wisata selam karena kondisi parameter kesesuian wisata selam di Desa Namu memenuhi syarat sebuah lokasi dijadikan daerah wisata. Kata Kunci : Kesesuaian, terumbu karang, pertumbuhan karang,  selam, wisata, Desa Namu.
Co-Authors - Ira . Bahtiar ., Ramaddin A.A. Ketut Agung Cahyawan W ABDUL HAMID Ahmad Mustafa Ahmad Mustafa Al-Qaf, Muhammad Alam Lawelle, Sjamsu Amadhan Takwir Amadhan Takwir Anafi Minmahddun Andi Irwan Nur, Andi Irwan Arami, Hasnia Arfiaddin Saputra Armid Armid Armid Armid Armid, Alrum Arwin, . Asriyana Asriyana Asriyana Asriyana, . Azwar Sidiq Bahtiar, . Chairun Annisa Aryanti Emiyarti Emiyarti, Emiyarti Erick Nov Putra Ermayanti Ishak, Ermayanti Ersani Ersani Fahmiati Fahmiati Fahmiati Fatmawati, Fatmawati Gurusu, Iklan Halili Halili Handrawan, Handrawan Haslianti Haslianti Haslianti, Haslianti Hasuba, Tezza Fauzan Hidayat Hidayat Hidayat, Herlan Indrayani Indrayani Jamili Jamili Juliati Juliati La Baco S La Ode Abdul Rajab Nadia La Ode Abdul Rajab Nadia La Ode Baytul Abidin La Ode M. Yasir Haya, La Ode M. La Ode Muhammad Arsal La Ode Muhammad Yasir Haya Laode Muhamad Hazairin Nadia Laode Muhamad Hazairin Nadia Lawelle, Sjamsu Alam Maindo, Anas Salidi Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhamad Alim Mahardi Muhamad Alim Marhadi Muhammad Fajar Purnama Muhammad Trial Fiar Erawan Muhammad Zamrun Muhammad Zamrun Firihu Muslim Tadjuddah Nur Arfa Yanti Permatahati, Yustika Intan Pratikino, A Ginong Rada, Satya Rahim, Sitti Rahmah Rahmadani Rahmadani Ramli, Muh. Ridwan Iskandar Rini Sriyani S, Firman Sadam Husein Sa’ban, Mulyanur Sidiq, Azwar Simuhu, Tabroni Sjamsu Alam Lawelle Sri Susanty Sudarno Sudarno Suherlan, . Tezza Fauzan Hasuba Uniadi Mangidi Utama Kurnia Pangerang Viska Inda Variani Wa Jali Wayan Mustika Yasidi, Farid Yustika Intan Permatahati Yustika Permatahati Intan Permatahati