Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) dan Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Aeromonas hydrophila Sine, Yuni; Fallo, Gergonius
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1 No 1 (2016): Jurnal BIO-EDU Volume 1 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan obat semakin banyak digunakan karena relatif lebih aman dibandingkan dengan obat-obatan sintetik. Tumbuhan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ketapang (Terminalia catappa L.) dan jambu biji (Psidium guajava L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa L.) dan daun jambu biji (Psidium guajava L.) terhadap pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila. Bakteri A.hydrophila merupakan penyebab penyakit motil aeromonas septicemia (MAS) pada ikan air tawar. Pengukuran aktivitas antibakteri dilakukan selama 48 jam dan setiap 24 jam dilakukan pengukuran. Dari pengujian aktivitas antibakteri diketahui konsentrasi 100% merupakan konsentrasi terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri A.hydrophila. Daun ketapang pada setiap konsentrasi yaitu 25%, 50%, 75%, dan 100% memiliki zona hambat yang lebih luas dari pada daun jambu biji
Isolasi dan Uji Biokimia Bakteri Selulolitik Asal Saluran Pencernaan Rayap Pekerja (Macrotermes spp.) Fallo, Gergonius; Sine, Yuni
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1 No 2 (2016): Jurnal BIO-EDU Volume 1 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di alam, rayap sangat berguna mengubah kayu mati dan bahan organik lainnya yang mengandung selulosa untuk dijadikan humus. Rayap mampu mendegradasi selulosa karena pada saluran pencernaannya terdapat mikroorganisme simbion seperti bakteri dan protozoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri yang bersimbiosis dengan rayap, kemudian dilakukan karakterisasi morfologi, fisiologi dan biokimia. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Rayap yang digunakan dalam penelitian ini merupakan rayap pekerja (Macrotermes spp.) yang diambil dari tanah. Isolasi dilakukan melalui dua cara yaitu tusuk dan gerus. Isolat tunggal yang diperoleh kemudian diinokulasikan pada media agar miring TSA untuk dilakukan uji fisiologis berupa uji indol, MR-VP, simmon sitrat, urease, fermentasi. Hasil isolasi diperoleh satu isolat dengan ciri koloni berwarna putih dengan bintik hitam di tengah, berbentuk sirkular dengan tepi periferal, tepi luar koloni undulate bergelombang dengan elevasi cembung . Hasil uji biokim
Isolasi Bakteri Asam Laktat Pada Perendaman Biji Gude (Cajanus cajan (L) Millsp.) Sine, Yuni; Fallo, Gergonius
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 2 No 1 (2017): Jurnal BIO-EDU Volume 2 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri asam laktat merupakan mikroorganisme yang berperan sangat penting dalam proses fermentasi tempe, terutama pada proses perendaman substrat untuk fermentasi, dan bakteri asam laktat berperan dalam penurunan pH dan menjadi inhibitor bagi mikroorganisme yang menyebabkan kontaminan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri asam laktat yang terdapat dalam air rendaman biji gude (Cajanus cajan (L) Millsp.) yang digunakan sebagai substrat fermentasi tempe. Bakteri asam laktat diisolasi dengan metoda pengenceran secara pour plate, dan diinokulasikan ke dalam medium deMann Rogosa Sharpe Agar (MRSA). Kemudian karakter morfologi koloni dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan dua isolate bakteri yaitu bakteri dengan kode BAR1 dan BAR2, BAR1 yang diisolasi adalah berbentuk bulat, memiliki elevasi cembung, tepian licin, berwarna putih susu, bentuk sel basil pendek, gram positif, spora negatif, katalase negatif, non motil, menghasilkan gas, reduksi nitrat negatif, mirip dengan Lactobacillus sp. Sedangkan isolat BAR2 berbentuk bulat, memiliki elevasi cembung, tepian licin, berwarna putih susu, bentuk sel coccus, gram positif, spora negatif, katalase negatif, non motil, tidak menghasilkan gas, reduksi nitrat negatif, mirip dengan Pediococcus sp.
Perubahan Kandungan Antioksidan Kacang Gude (Cajanus cajan (L) Millsp.) pada Proses Fermentasi Tempe Gude Sine, Yuni
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Production process of pigeon pea (Cajanus cajan (L) Millsp.) tempeh  follows several treatment including peeled off, soaked, boiled, and fermented which cause changes of the antioxidant content of pigeon pea (C. cajan (L) Millsp.). pigeon pea is used as the main material for tempeh fermentation in this study which aims to analyze the the changes of antioxidant content in pigeon pea during each treatment. Antioxidant content was analyzed by DPPH phytochemical compound qualitative and quantitative detection. During the soaking process, reduction of antioxidant content was observed. Prior to soaking step, pigeon pea had 9,090% of antioxidant content, this reduced to 9,020% after soaking process and decrease further to 6,146% after boiling process and decrease to 3.236% after fermentation process. Gude seed has a fenolik and flavonoid while tempeh gude has saponin and falvonoid. Soaking, boiling, and fermentation process has proven to reduce the antioxidant content of pigeon pea..
Isolasi dan identifikasi kapang Rhizopus pada tempe kacang merah (Phaseulus vulgaris L) Moensaku, Elmalinda; Sine, Yuni; Pardosi, Lukas
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempe merupakan produk Indonesia yang difermentasi oleh Rhizopus oligosporus. Kacang merah (Phaseolus vulgaris L) berpotensi untuk diolah menjadi tempe. Tujuan dari penelitian ini mengetahui bentuk koloni kapang Rhizopus pada tempe kacang merah, mengetahui karakter morfologi baik secara makroskopis dan mikroskopis tempe kacang merah, mengetahui potensi kapang Rhizopus dalam menghambat patogen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2021 di Laboratorium Pertanian Universitas Timor. Tempe kacang merah diisolasi dan diidentifikasi dengan menggunakan metode pengenceran berseri dan spread plate. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 3 isolat yang digunakan untuk proses identifikasi. Pengamatan karakter makroskopis pengenceran tempe kacang merah memiliki warna koloni putih, bentuk koloni bulat, tepi koloni rata, elevasi raised (timbul), ukuran koloni kecil pada masing-masing isolat. Tempe kacang merah sebagai substrat pertumbuhan Rhizopus sp. Kapang tempe didominasi oleh kapang berwarna putih keabu-abuan yang diidentifikasi mirip dengan Rhizopus oligosporus. Rhizopus sp bersifat antagonis terhadap bakteri uji, yaitu menghasilkan zona hambat sebesar 20 terhadap Escherichia coli, 27 terhadap Staphylococcus aureus. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kapang pada tempe kacang merah difermentasi oleh Rhizopus oligosporus dan Rhizopus bersifat antagonis terhadap bakteri patogen. Hasil penelitian ini menguatkan manfaat tempe sebagai pangan fungsional.
Characterization of Lactic Acid Bacteria Isolated from Soymilk and Its Growth in Soymilk By-product Medium for the Application in Soymilk Fermentation Retnowati, Faizah Diah; Purwestri, Yekti Asih; Sine, Yuni
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Vol 9, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jtbb.89003

Abstract

The separation phase of soy-product manufacturing, especially of soymilk production, involves using the liquid portion of soy while disposing primarily of the solid portion, known as soymilk by-product (SMB). The improper disposal of SMB can contribute to environmental concerns. As SMB contains many beneficial nutrients, this could serve as a valuable culture medium for lactic acid bacteria (LAB), especially considering the expense of the standard de Man, Rogosa, and Sharpe (MRS) medium. This study aimed to isolate and identify LAB from soymilk through 16S rRNA sequencing, assess the potential of SMB as a culture medium for LAB, and ferment soymilk with LAB cultured from SMB to demonstrate the probiotic capacity. The research identified a potential LAB as Weissella confusa. Effective cultivation of LAB was demonstrated at 2% SMB concentration, although LAB cultured with MRS medium yielded a higher colony count. Furthermore, fermentation of soymilk by the LAB isolates from SMB exhibited a positive probiotic ability, reaching 5.5 × 109 CFU/mL, with a lactic acid content of 0.27%. 
Isolation of the bacteria that cause mastitis in dairy cows on farms in Yogyakarta Purwantiningsih, Theresia Ika; Widyobroto, Budi; Sine, Yuni; Suranindyah, Yustina; Artama, Wayan Tunas; Widodo
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol. 7 No. 3 (2025): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture, Timor University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jtast.v7i3.10231

Abstract

Mastitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan pada umum menyerang ternak perah. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, terdapat perbedaan jenis bakteri penyebab mastitis di setiap daerah. Mengidentifikasi bakteri penyebab mastitis perlu dilakukan agar penyakit ini dapat ditangani dengan cepat, tepat, efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bakteri yang berpotensi menyebabkan mastitis di salah satu peternakan sapi perah di Yogyakarta. Pengujian California Mastitis Test dilakukan sebelum pengambilan sampel susu. Sampel susu yang menunjukkan hasil positif tiga kemudian diambil untuk diisolasi bakteri yang ada di dalamnya. Sampel susu yang berasal dari sapi yang terkena mastitis di peternakan tersebut diinolulasikan ke dalam bood agar, isolat yang tumbuh kemudian diinokulasikan kembali untuk selanjutnya dilakukan beberapa pengujian, seperti pewarnaan Gram, uji katalase, uji motilitas dan identifikasi menggunakan PCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua isolat dominan yang dihasilkan menunjukkan ciri – ciri berwarna ungu, berbentuk bulat, hasil uji katalase negatif dan hasil uji motilitas juga negatif. Hasil identifikasi menggunakan PCR menunjukkan bahwa kemungkinan spesies bakteri yang berhasil diisolasi adalah Streptococcus agalactiae, Bacillus cereus ,Bacillus thuringiensis, Bacillus wiedmannii, dan Endophytic bacterium. Streptococcus agalactiae dan Bacillus cereus merupakan bakteri dominan yang berhasil diisolasi dan kedua bakteri tersebut berpotensi sebagai penyebab mastitis pada peternakan di daerah Yogyakarta.