Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Law Journal

KONSTRUKSI YURIDIS AFFIDAVIT SEBAGAI ALAT BUKTI SURAT DALAM PERKARA PERDATA LINTAS NEGARA DI INDONESIA: KAJIAN NORMATIF DAN PRAKTIK PERADILAN Hidayat, Muhammad Ibnu
Law Journal (LAJOUR) Vol 6 No 2 (2025): Law Journal (LAJOUR) Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/lajour.v6i2.311

Abstract

Affidavit sebagai pernyataan tertulis di bawah sumpah semakin lumrah diajukan sebagai alat bukti surat dalam perkara perdata di Indonesia, khususnya untuk perkara lintas negara yang melibatkan saksi atau ahli dari luar negeri. Namun, penggunaan affidavit masih menimbulkan perdebatan yuridis karena belum adanya pengaturan eksplisit dalam hukum acara perdata nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi yuridis affidavit sebagai alat bukti surat, membandingkan kekuatan pembuktiannya dengan alat bukti lainnya, serta menelaah kebutuhan standardisasi hukum di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan studi pustaka, analisis putusan pengadilan, dan wawancara dengan hakim serta praktisi hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa affidavit diterima sebagai alat bukti surat di bawah tangan jika memenuhi syarat formal seperti legalisasi dan terjemahan. Namun, kekuatan pembuktiannya masih dianggap lemah tanpa dukungan bukti lain atau pengakuan dari pihak lawan. Penelitian ini menegaskan perlunya regulasi nasional mengenai standar dan tata cara penerimaan affidavit agar memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak para pihak berperkara, serta mengantisipasi disparitas perlakuan antar wilayah dan pengadilan. Implikasi penelitian ini adalah dorongan harmonisasi sistem pembuktian surat dan pembaruan regulasi untuk mendukung keadilan perdata lintas negara di Indonesia.
IMPLEMENTASI PEDOMAN TEKNIS PERADILAN TERHADAP PENYELESAIAN PERKARA PERCERAIAN Hidayat, Muhammad Ibnu
Law Journal (LAJOUR) Vol 7 No 1 (2026): Law Journal (LAJOUR) Maret 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/lajour.v7i1.333

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan pedoman teknis peradilan dalam proses pemeriksaan dan penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Tilamuta. Permasalahan berangkat dari meningkatnya perkara perceraian serta kebutuhan penerapan standar pembuktian yang konsisten pasca-berlakunya SEMA Nomor 1 Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan menganalisis cara hakim menilai alasan perceraian, menetapkan batasan pembuktian, dan mengevaluasi sejauh mana pedoman teknis tersebut berpengaruh terhadap kualitas serta konsistensi putusan. Penelitian menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi persidangan, dan studi dokumen untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai praktik peradilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedoman teknis mampu memperkuat struktur pemeriksaan, meningkatkan kualitas pendalaman fakta, serta mendorong hakim lebih aktif menggali informasi relevan. Penerapan pedoman juga meningkatkan sensitivitas hakim terhadap aspek psikologis pihak berperkara, perlindungan anak, dan dinamika relasi rumah tangga yang tidak sehat. Namun, pedoman masih menimbulkan tantangan bagi pihak yang kesulitan memenuhi standar pembuktian formal, terutama dalam perkara kekerasan dan penelantaran. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pedoman teknis berperan penting dalam meningkatkan kualitas pertimbangan hukum dan konsistensi putusan, serta memberi kontribusi signifikan bagi penguatan tata kelola pemeriksaan perkara perceraian di pengadilan agama