Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kegiatan pendampingan dan edukasi gizi seimbang sebagai upaya meningkatkan derajat kemandirian keluarga Wirawati, Desmon
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 11 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i11.2056

Abstract

Background: Families play a central role in ensuring the health of each member. One important aspect of maintaining family health is ensuring that all family members receive a balanced nutritional intake. Limited knowledge about balanced nutrition is a challenge that requires immediate attention. Purpose: To provide balanced nutrition education and support in implementing family health behaviors as an effort to increase family independence. Method: Counseling activities were conducted from March to April 2025 in the Bojong Community Health Center (Puskesmas) area. The target group was families with infants, toddlers, and pregnant women. Twenty respondents participated in the counseling. The counseling used an interactive communicative approach accompanied by a direct question-and-answer discussion. The questionnaire used a pre-test and post-test to measure the level of family knowledge and independence. The level of family independence was grouped based on criteria (Table 1). The level of family knowledge and independence was evaluated by observing changes in questionnaire scores between the pre-test and post-test scores. Results: Data showed that the level of knowledge of respondents before the educational activity (pre-test) was 8 in the good category, and after the educational activity (post-test), the level of knowledge increased to 12 in the good category. Regarding the level of independence of respondents, before the educational activity (pre-test), 12 families were in the TK-II independence group and 8 families in the TK-III family independence group. After the educational activity (post-test), 6 families were in the TK-II family independence group, 10 families in the TK-III family independence group, and 4 families in the TK-IV family independence group. Conclusion: Community service activities based on education and mentoring have proven effective in increasing knowledge of balanced nutrition, food selection to meet family nutritional needs, and understanding of the level of family independence, especially in families at risk of stunting. This increased knowledge also has a positive impact and can change parenting behaviors and eating patterns to be healthier. Keywords: Balanced nutrition; Family health; Family independence; Health education; Stunting Pendahuluan: Keluarga memiliki peran sentral dalam usaha menwujudkan kesehatan setiap anggota keluarganya. Salah satu upaya penting dalam menjaga kesehatan keluarga adalah bagaimana memastikan seluruh anggota keluarga mendapatkan asupan gizi yang seimbang. Keterbatasan pengetahuan tentang gizi seimbang menjadi tantangan tersendiri yang perlu segera diberikan perhatian khusus. Tujuan: Memberikan edukasi gizi seimbang dan pendampingan dalam penerapan perilaku kesehatan keluarga sebagai upaya meningkatkan derajat kemandirian keluarga. Metode: Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada Maret-April 2025 di wilayah binaan Puskesmas Bojong. Sasaran dalam kegiatan ini adalah keluarga yang memiliki bayi, balita, dan keluarga dengan ibu hamil. Kegiatan ini melibatkan 20 orang untuk menjadi responden. Penyuluhan dilakukan dengan pendekatan komunikatif interaktif yang disertai dengan diskusi tanya-jawab langsung. Instrumen kegiatan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan kemandirian keluarga yang diberikan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan sesudah kegiatan edukasi (post-test). Tingkat kemandirian keluarga dikelompokkan berdasarkan kriteria (Tabel 1). Evaluasi tingkat pengetahuan dan kemandirian keluarga dengan melihat perubahan nilai kuesioner antara sebelum kegiatan edukasi (pre-test) terhadap nilai sesudah kegiatan edukasi (post-test). Hasil: Mendapatkan data bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum kegiatan edukasi (pre-test) sebanyak 8 orang dalam kategori baik dan terjadi peningkatan tingkat pengetahuan responden setelah  kegiatan edukasi (post-test) menjadi sebanyak 12 orang yang dalam kategori baik. Untuk tingkat kemandirian responden menunjukkan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) sebanyak 12 keluarga dalam kelompok kemandirian TK-II dan sebanyak 8 keluarga dalam kelompok kemandirian keluarga TK-III, sedangkan untuk sesudah kegiatan edukasi (post-test) sebanyak 6 keluarga dalam kelompok kemandirian keluarga TK-II, sebanyak 10 keluarga dalam kelompok kemandirian keluarga TK-III dan sebanyak 4 keluarga dalam kelompok keluarga mandiri TK-IV. Simpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat yang berbasis pendidikan dan pendampingan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi seimbang, pemilihan jenis makanan dalam pemenuhan gizi keluarga dan pemahaman tentang derajat kemandirian keluarga, khususnya pada keluarga yang berisiko stunting. Peningkatan pengetahuan ini juga berdampak baik dan mampu mengubah perilaku pola asuh dan pola makan menjadi lebih sehat..
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT HIPERTENSI Febriana Febriana; Desmon Wirawati; Lena Adha
Optimal Nursing Journal Volume 3, Number 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension remains a major public health problem in Indonesia, with a high prevalence (approximately 34% in 2018 and 34.11% in 2023), placing Indonesia fifth worldwide. This increase is influenced by unhealthy lifestyles, lack of awareness of early detection, and hypertension being a major risk factor for other life-threatening diseases such as stroke, heart disease, and kidney failure, particularly among the productive-age population. Methods: This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. A total of 352 respondents were selected using purposive sampling. Research instruments included questionnaires on knowledge, family support, and adherence to antihypertensive medication, which had undergone validity and reliability testing. Data analysis was conducted using the Chi-Square test. Results and Discussion: The majority of respondents had good knowledge but were not adherent to antihypertensive medication. Most respondents with low family support were also classified as non-adherent. Statistical analysis showed a significant relationship between family support and medication adherence among patients with hypertension (p < 0.05). However, no significant relationship was found between knowledge and medication adherence (p > 0.05). Suggestion: The results indicate that although respondents generally had good knowledge, adherence to antihypertensive medication was still predominantly low. Family support showed a significant association with medication adherence among patients with hypertension. These findings suggest that enhancing instrumental support—such as reminding patients of medication schedules, facilitating access to healthcare services, and accompanying patients during treatment—contributes substantially to improving medication adherence.