Daeli, Onesius Otenieli
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Focus

Studi Etnografi Tentang Stigmatisasi dan Konformitas Perempuan Perokok dalam Budaya Patriarki Nangoi, Jessica Priscilla; Daeli, Onesius Otenieli
FOCUS Vol. 4 No. 1 (2023): Focus
Publisher : Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/focus.v4i1.6473

Abstract

Penelitian ini mengenai fenomena merokok merupakan kegiatan yang umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan etnografi sebagai pendekatannya. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara informan kunci, diskusi kelompok terfokus, observasi langsung, dan webinar umpan balik. Data menunjukkan bahwa rokok sering diasosiasikan dengan laki-laki dan maskulinitas. Perempuan yang merokok dianggap sebagai pemberontak. Inilah alasan mengapa orang menstigmatisasi perokok perempuan. Stigma tersebut merupakan pengaruh kuatnya patriarki dalam masyarakat Indonesia dan konformitas perempuan secara turun-temurun terhadap praktik-praktik lokal. Meski sebagian, terdapat responden perempuan tidak peduli dengan penilaian orang lain. Namun, stigma tersebut membuat sebagian responden perempuan menahan diri untuk tidak merokok di ruang publik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang perokok wanita, menganalisis alasan mengapa wanita merokok, dan apa konsekuensi sosial menjadi seorang perokok. Temuan penelitian ini menjadi argument agar masyarakat berpikir kritis tentang kehidupan sosialnya sehingga tidak ada yang menjadi korban stigma termasuk para perempuan perokok.
Integration of Amaedola in Pastoral Context of the Catholic Church in Nias, Indonesia Hulu, Stefanus Deliati; Daeli, Onesius Otenieli
FOCUS Vol. 6 No. 1 (2025): Focus
Publisher : Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/focus.v6i1.9410

Abstract

This study aims to reaffirm the relevance of amaedola, a traditional proverb of Nias which is rich ofethicsand moral values, as a means to form a humanistic, integrative, and dignified character. Despite its deep cultural significance, amaedolais increasingly neglected, particularly among younger generations who are more captivated by the allure of global culture. The rapid flow of information and modern technology has further eroded interest in local wisdom. This research employs a qualitative methodology with an ethnographic approach. Data were collected through literature review, interviews, and direct observation in local communities. The findings reveal that amaedolaserves as an effective medium for pastoral engagement in Nias, as its messages and meanings are embedded in the communal psyche and resonate with the lived experiences of the people. These values facilitate a more accessible embodiment of faith and spirituality through existing cultural traditions. The study implies that integrating amaedolainto pastoral practices not only enhances cultural sensitivity in ministry but also contributes to the preservation and revitalization of Nias’ indigenous wisdom. The originality of this research lies in its contextual theological approach, which bridges local culture and pastoral praxis in a manner that affirms indigenous identity and spiritual development.      
Studi Etnografi Tentang Stigmatisasi dan Konformitas Perempuan Perokok dalam Budaya Patriarki Nangoi, Jessica Priscilla; Daeli, Onesius Otenieli
FOCUS Vol. 4 No. 1 (2023): Focus
Publisher : Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/focus.v4i1.6473

Abstract

Penelitian ini mengenai fenomena merokok merupakan kegiatan yang umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan etnografi sebagai pendekatannya. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara informan kunci, diskusi kelompok terfokus, observasi langsung, dan webinar umpan balik. Data menunjukkan bahwa rokok sering diasosiasikan dengan laki-laki dan maskulinitas. Perempuan yang merokok dianggap sebagai pemberontak. Inilah alasan mengapa orang menstigmatisasi perokok perempuan. Stigma tersebut merupakan pengaruh kuatnya patriarki dalam masyarakat Indonesia dan konformitas perempuan secara turun-temurun terhadap praktik-praktik lokal. Meski sebagian, terdapat responden perempuan tidak peduli dengan penilaian orang lain. Namun, stigma tersebut membuat sebagian responden perempuan menahan diri untuk tidak merokok di ruang publik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang perokok wanita, menganalisis alasan mengapa wanita merokok, dan apa konsekuensi sosial menjadi seorang perokok. Temuan penelitian ini menjadi argument agar masyarakat berpikir kritis tentang kehidupan sosialnya sehingga tidak ada yang menjadi korban stigma termasuk para perempuan perokok.
Integration of Amaedola in Pastoral Context of the Catholic Church in Nias, Indonesia Hulu, Stefanus Deliati; Daeli, Onesius Otenieli
FOCUS Vol. 6 No. 1 (2025): Focus
Publisher : Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/focus.v6i1.9410

Abstract

This study aims to reaffirm the relevance of amaedola, a traditional proverb of Nias which is rich ofethicsand moral values, as a means to form a humanistic, integrative, and dignified character. Despite its deep cultural significance, amaedolais increasingly neglected, particularly among younger generations who are more captivated by the allure of global culture. The rapid flow of information and modern technology has further eroded interest in local wisdom. This research employs a qualitative methodology with an ethnographic approach. Data were collected through literature review, interviews, and direct observation in local communities. The findings reveal that amaedolaserves as an effective medium for pastoral engagement in Nias, as its messages and meanings are embedded in the communal psyche and resonate with the lived experiences of the people. These values facilitate a more accessible embodiment of faith and spirituality through existing cultural traditions. The study implies that integrating amaedolainto pastoral practices not only enhances cultural sensitivity in ministry but also contributes to the preservation and revitalization of Nias’ indigenous wisdom. The originality of this research lies in its contextual theological approach, which bridges local culture and pastoral praxis in a manner that affirms indigenous identity and spiritual development.