Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Identitas Muslimah Modern “Jilbab Traveler” dalam Novel Karya Asma Nadia Putri, Rani Dwi
JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jsw.2020.4.2.5878

Abstract

Following the fall of the New Order era, which encouraged media development and openness, Islam was positioned as a dominant identity in public spaces. Asma Nadia is one of the actors who is become one part of those phenomena. Her works in novels, films and soap operas have succeeded in combining modern elements with Islamic symbols and values. The theme of Jilbab traveler is one example. Applying text analysis focusing on three works of Asma Nadia’s novels, namely The Jilbab Traveler; Assalamualaikum Beijing; Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea, this article reveals that Asma Nadia illustrates "jilbab traveler" as both agile and pious. The ambition to travel around the world accompanied by its inherent attributes represents the figure of “jilbab traveler” as an agile woman, while hijab (veil) presents an image of a pious woman. On the other side, the wearing of the veil becomes a distinction and provides such negotiation space and illustrates the hegemonic masculinity of patriarchal culture.
PEMBAJAKAN TERHADAP FILM ANIMASI SINEMATOGRAFI DENGAN APLIKASI TELEGRAM BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA Putri, Rani Dwi; Irianto, Kartika Dewi
JOURNAL OF INDONESIAN COMPARATIVE OF SYARIAH LAW Vol 7 No 2 (2024): Ilmu Syariah dan Ilmu Hukum
Publisher : Journal of Indonesian Comparative of SyariÆah Law

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jicl.v7i2.12551

Abstract

Hak Kekayaan Intelektual merupakan hasil kerja otak dan hasil kerja emosional manusia. Hasil kerja hati dalam bentuk abstrak yang dikenal dengan rasa perpaduan dari hasil kerja rasional dan emosional itu melahirkan sebuah karya yang disebut karya intelektual berupa ciptaan yang berbentuk karya, seni, desain, maupun penemuan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan manusia. Hasil kekeyaan intelektual tadi yang telah dilindungi oleh peraturan perundang-undangan masih kerap terjadinya pelangaran, pelangaran ini berupa pembajakan yang jelas akan suatu karya yang telah dilindungi oleh undang-undang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif yaitu pengumpulan materi atau bahan penelitian yang ditujukan pada dokumen tertulis, dengan hasil yang akan didapatkan untuk mencari perlindungan hukum bagi sebuah film dan upaya pemerintah dalam mengatasi pembajakan seperti membentuk satuan tugas pengaduan dengan bekerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menyiapkan sistem peringatan. Melalui rumusan masalah bagimana perlindungan hukum film animasi sinematografi ditinjau dari postifistik hukum di Indonesia dan dan apa upaya pemerintah dalam menjamin perlindungan hukum bagi pencipta karya sinematografi di Indonesia ditengah maraknya pembajakan di aplikasi telagram.