Masalah gizi balita masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pangan lokal merupakan salah satu upaya penanggulangan, namun pelaksanaannya masih menghadapi permasalahan seperti pemantauan yang belum optimal, ketidaktepatan sasaran, rendahnya pemahaman orang tua, penerimaan balita terhadap makanan, serta hasil program yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas Program PMT pangan lokal balita gizi kurang di Desa Pandamaan Kecamatan Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui informan berjumlah 16 orang secara puposive sampling. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Efektivitas Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pangan Lokal Balita Gizi Kurang ini berada pada kategori cukup efektif (60%-89%) dinilai dari indikator-indikator berikut: Pertama, pemantauan pelaksanaan program yang masih kurang efektif. Kedua, mekanisme program yang sudah berjalan cukup efektif. Ketiga, kebijakan organisasi yang cukup efektif. Keempat, prosedur penetapan sasaran yang sudah efektif. Kelima, ketepatan sasaran yang masih kurang efektif. Keenam, pemenuhan kebutuhan program yang cukup efektif. Ketujuh, kualitas pelayanan program yang masih kurang efektif. Kedelapan, ketersediaan PMT pangan lokal yang cukup efektif. Kesembilan, hasil program yang masih kurang efektif. Kesepuluh, pencapaian target program yang kurang efektif. Kesebelas, kesadaran gizi orang tua yang cukup efektif meskipun belum sepenuhnya optimal. Faktor pendukung meliputi Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan pola kerja yang terarah, Kebijakan dan pedoman teknis sebagai acuan pelaksanaan, Data status gizi dijadikan dasar penentuan penerima program, Kader yang aktif berperan dalam kegiatan lapangan, Ketersediaan bahan pangan lokal didukung oleh pembiayaan serta Sebagian orang tua mulai menunjukkan perubahan sikap dalam pemenuhan gizi anak Faktor penghambat meliputi Pengawasan program belum sepenuhnya mencerminkan kondisi di rumah balita, Pemberian makanan tambahan sering tidak sesuai sasaran, Penyampaian informasi kepada orang tua masih belum merata dan kurang mendalam, Daya terima anak terhadap makanan tergolong rendah serta Perubahan gizi anak belum menunjukkan hasil yang signifikan. Untuk meningkatkan efektivitas Program PMT Pangan Lokal balita gizi kurang, pengawasan, edukasi, pendampingan, koordinasi kader, dan partisipasi orang tua perlu ditingkatkan, serta peneliti selanjutnya fokus pada evaluasi program dan faktor gizi anak.