Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analysis of the Implementation of Discipline for State Civil Servants at the Office of Community and Village Empowerment, Pasangkayu Regency Lukman, Andi; Rajindra, Rajindra; Rukhayati, Rukhayati
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol 2, No 4 (2020): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/ijhess.v2i4.1407

Abstract

This study aimed to determine and analyze the implementation of discipline for state civil servants at the Office of Community and Village Empowerment in Pasangkayu Regency. The study results show that respondents' responses about understanding their obligations as state civil servants, who expressed doubts about one person or 3.1%, agreed with the number of 25 people or 78.1% and strongly agreed with six people or 18.8%. Respondents' responses about understanding the prohibition as state civil servants expressed doubt that one person or 3.1% agreed with the number of 20 people or 62.5% and strongly agreed with 11 people or 34.4%. And respondents' responses about punishment as state civil servants state that 19 people or 59.4% agree with the number and 13 people, or 40.6%, strongly agree.
Knitting Together: The Role of Collaboration in Alleviating Poverty Lukman, Andi
Journal of Indonesian Scholars for Social Research Vol. 4 No. 2 (2024): JISSR
Publisher : Cendekiawan Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59065/jissr.v4i2.155

Abstract

This research explores the crucial role of collaboration in addressing the multifaceted challenge of poverty. Drawing on case studies from diverse contexts, the study examines how partnerships between governments, non-governmental organizations, private sector actors, and communities themselves can contribute to more effective and sustainable poverty alleviation efforts. The analysis highlights the synergistic effects of collaborative approaches, demonstrating how pooling resources, sharing expertise, and coordinating efforts can amplify impact and overcome the limitations of siloed interventions. The study delves into the key elements of successful collaborations, including shared vision and goals, clear roles and responsibilities, effective communication channels, and mechanisms for mutual accountability. Furthermore, it examines the specific contributions of different stakeholders, emphasizing the importance of community ownership and leadership in driving sustainable change. By showcasing successful collaborative models and distilling key lessons learned, this research aims to provide valuable insights for policymakers, development practitioners, and community leaders seeking to forge effective partnerships and weave together a stronger safety net for those experiencing poverty.
IMPLEMENTASI SKEMA BONUS DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN TRANSPORTASI LAUT Ruhayu, Yuyu; Rustam, Andi; Lukman, Andi; Rustan, Rustan; Adiningrat, Andi Arifwangsa; Thahir, Fera Firyal
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 5 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i6.13333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana implementasi skema bonus dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan pada Perusahaan Transportasi Laut. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif analisis kualitatif dengan Langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya korelasi positif antara implementasi skema bonus dengan peningkatan produktivitas kerja karyawan. Pola skema bonus yang di terapkan yaitu bonus secara individu maupun bonus secara kelompok. Bonus berbasis individu lebih efektif dalam meningkatkan motivasi pribadi.
CAPACITY MANAGEMENT BUILDING DALAM MEMFASILITASI PENINGKATAN MUTU PERGURUAN TINGGI SWASTA LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI WILYAH IX Lukman, Andi; Modding, Basri; Gani, Achmad; ., Mursalim
Jurnal Ilmiah Manajemen Emor (Ekonomi Manajemen Orientasi Riset) Vol. 6 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/jim.v6i2.2410

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis kapasitas Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX dalam memfasilitasi peningkatan mutu Perguruan Tinggi Swasta dan Untuk mendeskripsikan dan menganalisis mutu Perguruan Tinggi Swasta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX. Serta Untuk merumuskan strategi penguatan kapasitas yang efektif dalam memfasilitasi peningkatan mutu  Perguraun Tinggi Swasta Lembaga layanan pendidikan Tinggi Wilayah IX. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus ekploratif sebagai salah satu strategi penelitian yang mempelajari atau mengkaji suatu latar, objek atau peristiwa dalam waktu tertentu secara menyeluruh dan mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, dokumentasi, media review, dan observasi. Informan terdiri atas dua yaitu informan utama yang dipilih secara purposive dan informan biasa yang dipilih secara snowball sampling. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada model interaktif yang meliputi tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kapasitas Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX secara umum belum maksimal. Hal ini disebabkan karena kewenangan institusional yang melekat masih sangat terbatas, selain itu tugas LLDIKTI hanya sebatas fasilitator bukan eksekutor dalam upaya meningkatkan mutu Perguruan Tinggi Swasta, begutupula pada aspek kompetensi sumber daya manusia masih cukup memadai dari aspek formalitas tetapi tidak berbanding lurus secara substansi. Karena itu perlu pemetaan pegawai dalam penempatannya. Mutu Perguruan Tinggi Swasta Lingkup Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX, secara umum sudah memadai. Hal ini disebabkan karena sistem kaderisasi sudah dibangun pola sesuai dengan regulasi, selain itu sistem rekruitmen tenaga dosen dan tenaga pendidikan telah dilakukan dengan baik. begitu pula pada aspek kelembagaan masih dalam keadaan normal dan under control. Namun lemah pada sumber dana dan fasilitas. Dalam rangka peningkatan kapasitas Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi dalam memfasilitasi peningkatkan mutu Perguraun Tinggi Swasta, dibutuhkan sistem kelembagaan yang kuat melalui empat aspek utama yaitu Organisasi yang memiliki kewenangan yang kuat, Sumber Daya Manusia yang berkompeten, Sitem Kerja yang stabil serta networking sebagai aspek jejaring dalam mendorong partisipasi stakeholder.
Badan Usaha Milik Desa Sebagai Instrumen Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan: Studi Kasus di Wajo Kalsum, Umi; Nurlinah, Nurlinah; Lukman, Andi
Development Policy and Management Review (DPMR) Volume 5 Issue 2 December 2025
Publisher : Pusat Penelitian Kebijakan Pembangunan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61731/dpmr.v5i2.47806

Abstract

Abstract This study aims to analyze the role of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) at the village level in Gilireng District, Wajo Regency. BUMDes serves as a local economic institution with a strategic function in strengthening sustainable development through the management of local economic, social, and institutional potential. This research employed a qualitative descriptive approach with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. Informants included BUMDes managers, village heads, community leaders, and beneficiaries. The results show that BUMDes contributes significantly to enhancing local economic activities, creating employment opportunities, and increasing village income. However, the effectiveness of BUMDes in supporting SDGs achievement remains constrained by limited human resource capacity, weak institutional governance, and insufficient policy integration at the regional level. Moreover, BUMDes initiatives have yet to fully incorporate the principles of sustainable development, as most activities remain focused on short-term economic gains. Strengthening institutional capacity, promoting business innovation, and enhancing policy synergy between village governments, local authorities, and communities are essential for maximizing BUMDes’ contribution to SDGs implementation. This study provides both empirical and conceptual insights for developing a sustainable and inclusive governance model for BUMDes within the broader framework of village development management. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa di Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo. BUMDes sebagai lembaga ekonomi lokal memiliki fungsi strategis dalam memperkuat pembangunan berkelanjutan di tingkat desa melalui pengelolaan potensi ekonomi, sosial, dan kelembagaan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen. Informan penelitian meliputi pengurus BUMDes, kepala desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes memiliki kontribusi nyata terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, pembukaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan desa. Namun, efektivitas BUMDes dalam mendukung pencapaian SDGs Desa masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, lemahnya tata kelola kelembagaan, dan minimnya dukungan kebijakan daerah yang terintegrasi. Peran BUMDes juga belum sepenuhnya menginternalisasi prinsip pembangunan berkelanjutan, karena orientasi kegiatan masih berfokus pada aspek ekonomi jangka pendek. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kelembagaan, inovasi usaha, serta sinergi kebijakan antara pemerintah desa, daerah, dan masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan kontribusi BUMDes terhadap pencapaian SDGs Desa. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dan konseptual bagi pengembangan model tata kelola BUMDes yang berkelanjutan dan inklusif dalam kerangka manajemen pembangunan desa.