Musyafak, Ibnu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERIS 50 BENGKALIS Musyafak, Ibnu; Noviana, Eddy; Syahrilfudin, Syahrilfudin
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 4, No 1 (2017): Wisuda Februari 2017
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Snowball throwing learning is one of cooperative learning models, with emphasis on group learning system. Snowball throwing learning training students to be more responsive to receive a messages from others and convey a message to a friend of the group. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the application of learning models snowball throwing to improve social subject outcomes in fourth grade students of SDN 50 Bengkalis. Design of this research is the Classroom Action Research which consists of four stages in each cycle, including planning, implementation, observation, and reflection. This study was conducted by two cycles. The reflection results in the first cycle showed that the teacher activity has been good and the student activity could be categorized well but there are still some things that need to be improved, likes the involvement of students in the classroom, students activity in the discussion. For the second cycle of teacher activity and students has been increased and has started better than ever. The results of data analysis and discussion of students learning outcomes in the first cycle showed that an increase in individuals where the number of students who completed the basic score as many as seven students with a percentage (35%) and the average value of 68.5 increased in the first cycle to 15 students the percentage (75%) and the average value of 77. in the second cycle increased to 18 students with a percentage (90%) and the average value of 85 so that it can be concluded that the implementation of Snowball Throwing learning models can improve the social subject grade IV SDN 50 Bengkalis.Keywords : Model , Snowball Throwing Learning , Learning Outcomes
Pengaruh Model Experiential Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Berpikir Reflektif Siswa dalam Pembelajaran Ips Di SDN 46 Bengkalis Musyafak, Ibnu; Asilestari, Putri; Putra, Kasman Edi
Journal of Education Research Vol. 7 No. 1 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i1.3424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Experiential Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah dan berpikir reflektif siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SDN 46 Bengkalis. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa sekolah dasar, khususnya dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad 21. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental design) menggunakan model nonequivalent kontrol group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diberikan pembelajaran menggunakan model Experiential Learning dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah dan lembar refleksi berpikir. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, baik dalam kemampuan pemecahan masalah maupun berpikir reflektif siswa. Hal ini membuktikan bahwa model Experiential Learning berpengaruh positif terhadap peningkatan dua kemampuan tersebut. Dengan demikian, model Experiential Learning dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran IPS yang efektif untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan reflektif siswa di sekolah dasar. Model Experiential Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan menekankan pada pengalaman langsung, refleksi, dan penerapan konsep dalam kehidupan nyata. Melalui pendekatan ini, siswa diajak untuk lebih aktif, berpikir kritis, serta membangun pengetahuan secara mandiri berdasarkan pengalaman yang mereka alami selama proses pembelajaran.