Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Experiential Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah dan berpikir reflektif siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SDN 46 Bengkalis. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa sekolah dasar, khususnya dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad 21. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental design) menggunakan model nonequivalent kontrol group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diberikan pembelajaran menggunakan model Experiential Learning dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah dan lembar refleksi berpikir. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, baik dalam kemampuan pemecahan masalah maupun berpikir reflektif siswa. Hal ini membuktikan bahwa model Experiential Learning berpengaruh positif terhadap peningkatan dua kemampuan tersebut. Dengan demikian, model Experiential Learning dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran IPS yang efektif untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan reflektif siswa di sekolah dasar. Model Experiential Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan menekankan pada pengalaman langsung, refleksi, dan penerapan konsep dalam kehidupan nyata. Melalui pendekatan ini, siswa diajak untuk lebih aktif, berpikir kritis, serta membangun pengetahuan secara mandiri berdasarkan pengalaman yang mereka alami selama proses pembelajaran.
Copyrights © 2026