Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Piperine Levels in Java Chili and Black Fruits Extracts from Regions with Different Altitude Hikmawanti, Ni Putu Ermi; Hanani, Endang; Maharani, Shintia; Putri, Ajeng Istiningtyas Wahyudi
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v6i1.176

Abstract

Piper retrofractum Vahl. (java chili or cabe jawa) and Piper nigrum L. (black pepper or lada hitam) are parts of the Piperaceae. One of the chemical constituents found in the fruit of the two plants is piperine, which has properties as antimicrobial, antidiabetic, anti-inflammatory, anticancer etc. This study aims to determine the piperine levels contained in 95% ethanol extract of java chili and black pepper fruits from regions with different altitude using UV-Visible spectrophotometer. Each sample were extracted by maceration method using 95% ethanol. Qualitative identification of piperine was carried out using thin layer chromatography (TLC). Determination of piperine levels was carried out with UV-Visible spectrophotometer at maximum wavelength of 253.8 nm. The results showed that the levels of piperine contained in the 95% ethanol extract of java chili fruit from low altitude (Lampung), medium altitude (Madura) and high altitude (Bogor) are 1.54±0.02%; 1.44±0.02%; and 1.41±0.02% (w/v), respectively. Whereas the levels of piperine contained in the 95% ethanol extract of black pepper fruit from low altitude (East Luwu), medium altitude (Central Lampung) and high altitude (Bogor) are 5.63±0.14%; 5.38±0.05%; and 4.87±0.09% (w/v), respectively.
PERAN KOMUNITAS DUKUNGAN ONLINE DALAM MENGELOLA BEBAN PSIKOLOGIS PASIEN PENYAKIT NEURODEGENERATIF Indra, Bima; Maharani, Shintia
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: era digital menciptakan dilema bagi kesehatan mental, terutama bagi populasi rentan seperti pasien penyakit neurodegeneratif dan pengasuh mereka, yang menghadapi beban psikologis signifikan. Komunitas dukungan online telah muncul sebagai intervensi kunci, menempatkan pengguna di persimpangan dilema ini. Tujuan: artikel ulasan ini menganalisis literatur (2015-2025) untuk mengevaluasi peran ganda komunitas dukungan online, sebagai alat terapeutik untuk mengelola beban psikologis penyakit neurodegeneratif, dan sebagai cerminan risiko era digital. Metode: penelitian ini adalah ulasan literatur naratif. Pencarian dilakukan pada database Scopus dan Web of Science (2015-2025) untuk artikel tentang komunitas dukungan online, penyakit neurodegeneratif, dan hasil kesehatan mental. Data disintesis secara tematis. Hasil: komunitas dukungan online berfungsi sebagai "Ruang Ketiga" vital, memberikan dukungan emosional/informasional dan mengatasi hambatan akses. Analisis netnografi mengungkap kesenjangan perawatan, seperti frustrasi pasien terhadap profesional kesehatan. Namun, komunitas dukungan online mewujudkan dilema digital: (1) "Infodemi" misinformasi yang meningkatkan kepanikan ; dan (2) Paradoks "Digital Dementia" , di mana perilaku seperti "doomscrolling" memperburuk kecemasan yang seharusnya diredakannya. Kesimpulan: komunitas dukungan online adalah "pedang bermata dua" yang sangat diperlukan. Manfaatnya tidak dapat dipisahkan dari risiko. Rekomendasi berfokus pada pemberdayaan melalui peningkatan Literasi Kesehatan Digital bagi pasien dan pengasuh.