Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

ANALISIS BUSINESS SUSTAINABILITY MELALUI PENDEKATAN TRIPLE FINANCIAL METRICS ( STUDI PADA PT. TEI ) Wardokhi, Wardokhi; Ngatimin, Ngatimin; Mardiansah, Mardiansah
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.6619

Abstract

Penelitian ini mengembangkan pendekatan Triple Financial Metrics (TFM) untuk menganalisis keberlanjutan bisnis melalui integrasi rasio likuiditas, aktivitas, dan profitabilitas. Menggunakan studi kasus PT. TEI periode 2016-2017, penelitian menghasilkan temuan bahwa komponen Liquidity Metrics menunjukkan peningkatan current ratio dari 156% menjadi 214%, Activity Metrics mengindikasikan penurunan efisiensi dengan penurunan persediaan 40%, dan Profitability Metrics menunjukkan tekanan pada kinerja dengan penurunan total aktiva 22%. Framework TFM mengungkapkan adanya ketidakseimbangan antara ketiga metrik yang berpotensi mempengaruhi keberlanjutan bisnis jangka panjang.
ANALISIS PERAN LITERASI FINANSIAL DAN INOVASI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN BUSINESS PERFORMANCE DAN BUSINESS SUSTAINABILITY PADA UMKM DI TANGERANG SELATAN Ngatimin, Ngatimin; Wardokhi, Wardokhi
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.6986

Abstract

UMKM merupakan sektor yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan dan adopsi inovasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi finansial dan inovasi digital dalam meningkatkan kinerja bisnis serta keberlanjutan usaha UMKM di wilayah Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada 10 pemilik UMKM dari berbagai sektor usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun 80% pelaku UMKM menyadari pentingnya literasi finansial, hanya 40% yang memiliki pencatatan keuangan yang baik, dan 60% masih mencampurkan keuangan pribadi dengan usaha. Selain itu, inovasi digital terbukti berkontribusi terhadap peningkatan daya saing UMKM, dengan 75% responden mengalami peningkatan pendapatan setelah mengadopsi teknologi digital seperti media sosial dan e-commerce. Penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi literasi finansial yang baik dan adopsi inovasi digital dapat meningkatkan business performance dan sustainability UMKM. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi keuangan serta dukungan terhadap transformasi digital bagi UMKM guna meningkatkan daya saing dan ketahanan bisnis di era ekonomi digital.
ANALISA PENERAPAN PERATURAN PAJAK PP 23 TAHUN 2018 PADA UMKM ( STUDY KASUS PADA PERUSAHAAN DIGITAL MARKETING DI JAKARTA) Ngatimin, Ngatimin; Sudirman, Ganefo
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 yang mengatur pajak penghasilan atas pendapatan dari usaha yang diterima atau diperoleh wajib pajak dengan peredaran bruto tertentu. Fokus utama penelitian ini adalah sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang digital marketing di Jakarta. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengevaluasi pemahaman, kepatuhan, serta dampak dari kebijakan pajak tersebut terhadap beban pajak dan kelangsungan usaha. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari beberapa perusahaan digital marketing skala UMKM di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun PP 23 Tahun 2018 menawarkan kemudahan administrasi dan tarif pajak yang lebih rendah, masih ada hambatan dalam pelaksanaannya, terutama terkait kurangnya pemahaman dari wajib pajak mengenai ketentuan perpajakan serta kesulitan dalam melakukan pencatatan transaksi dengan akurat. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan edukasi perpajakan dan dukungan teknis dari pemerintah agar kebijakan ini dapat berjalan lebih efektif dan mendukung pertumbuhan UMKM di era digital.