Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : BIOPROSPEK

Kelimpahan Serangga Arboreal Pada Padi Sawah Di Kelurahan Lempake Kota Samarinda Kalimantan Timur Hidayatullah, Achmad Rivaldy; Hariani, Nova; Trimurti, Sus
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 13 No 2 (2018): Bioprospek: Jurnal Ilmiah Biologi: Volume 13 Number 2 2018
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.011 KB) | DOI: 10.30872/bp.v13i2.427

Abstract

The study of arboreal insect abundance in paddy field in Lempake village, Samarinda, Kalimantan Timur province has been conducted in June until December 2017. The purpose of this study is to know the kinds of arboreal insects in paddy field in Lempake Village. Sampling are using sweeping net and Light trap. The data obtained is displayed in the form of description. During the research, Arboreal insects obtained in 3 phases rice paddy field growth (from the vegetative to the harvesting phases in the rice field) in Lempake were 33 genera classified in 8 orders, namely Coleoptera, Diptera, Hemiptera, Hymenoptera, Lepidoptera, Mantodea, Odonata, Orthoptera. In the vegetative phase of paddy were found 20 genera, generative phase 16 genera and pre-harvest phase 17 genera.
PENGARUH KOMBINASI PELET KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) DAN MAGGOT (Hermitia illucens L.) TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN GABUS (Channa striata) Maya, Maya; Trimurti, Sus; Lariman, Lariman
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 16 No 2 (2024): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v16i2.1350

Abstract

Pakan merupakan makanan ikan yang dibuat dengan menggunakan campuran bahan alami atau bahan olahan yang kemudian diolah menjadi pakan dalam bentuk tertentu, sehingga dapat menarik perhatian ikan untuk memakannya dengan mudah dan lahap. Pakan buatan juga harus mengandung protein dan lemak yang cukup untuk menunjang keberlangsungan hidup ikan gabus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi pelet kulit pisang dan maggot terhadap pertumbuhan ikan gabus (Channa striata) serta menentukan persentase kombinasi pelet kulit pisang dan maggot yang memberikan pengaruh pertumbuhan terbaik pada ikan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Frekuensi pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan kombinasi pelet maggot dan pelet kulit pisang tidak memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ikan gabus (Channa striata) karena ikan gabus bersifat karnivora. Pakan alternatif yang memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ikan gabus (Channa striata) adalah perlakuan 1 (pelet maggot 100%), dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 80–100%.
PENGARUH KOMBINASI TEPUNG MAGGOT (Hermetia illucens L.) DAN Azolla microphylla SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF TERHADAP PANJANG DAN BOBOT IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus Buchell, 1822) Trimurti, Sus; Lariman, Lariman; Nugroho, Hariyanto
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 16 No 2 (2024): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v16i2.1355

Abstract

Ikan lele sangkuriang merupakan jenis ikan yang tergolong sebagai pemakan segala. Meskipun demikian, pelet merupakan pakan utama bagi ikan lele. Namun, masalah yang sering muncul adalah tingginya harga bahan pakan pelet bagi para pembudidaya. Oleh karena itu, dibutuhkan pakan alternatif, salah satunya adalah tepung maggot (Hermetia illucens) karena memiliki kandungan protein yang tinggi. Selain itu, Azolla microphylla juga dapat digunakan sebagai pakan alternatif untuk ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) karena mengandung gizi yang cukup tinggi, seperti protein, lemak, karbohidrat, dan serat kasar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pakan tepung maggot dan Azolla microphylla terhadap pertumbuhan panjang dan bobot ikan lele sangkuriang. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang berkisar antara 96% hingga 100%. Rata-rata panjang ikan lele sangkuriang yang diberi perlakuan kombinasi pakan tepung maggot dan Azolla microphylla berkisar antara 9,83–14,66 cm. Rata-rata bobot ikan lele sangkuriang yang diberi perlakuan kombinasi tersebut berkisar antara 35,46–52,27 gram. Pertumbuhan panjang dan bobot terbaik terdapat pada perlakuan 3 (P3) dengan kombinasi pakan tepung maggot 50% dan Azolla microphylla 50%, yaitu dengan rata-rata panjang sebesar 14,66 cm dan rata-rata bobot sebesar 52,27 gram.
Prevalensi dan Intensitas Telur Cacing Parasit pada Feses Sapi Bali (Bos javanicus domesticus) di Peternakan Desa Kertabuana Kec. Tenggarong Seberang dan Desa Muang Lempake Kec. Samarinda Utara Wesley, Sitohang; Trimurti, Sus; Fadhila, Fasya; Patang, Fatmawati; Hariani, Nova
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 15 No 1 (2023): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v15i1.1107

Abstract

The research was conducted from May to August 2015. The purposes of the research are to determine the prevalence and intensity of gastrointestinal worm infection in bali cattle, to know wether there is difference in the number of gastrointestinal worm eggs that are found in of male and female bali cattle, to find out if there is a difference in the prevalence and intensity of gastrointestinal worm infection of bali cattle in kertabuana and Muang village. The total number of faecal samples were collected from bali cattle at 2 ranches with are repetition. The results showed that there are 13 spesies of worm eggs found in the feces, which are Ascaris lumbricoides, Bunostomum phlebotomum, Dicrocoelium dendriticum, Echinicoccus granulosus, Fasciola hepatica, F. gigantica, Haemonchus contortus, Hymenolepis nana, H. diminuta, Ostertagia ostertagi, Paramphistomum cervi, Schistosoma bovis, Trichuiris globulosa. Fasciola hepatica worm eggs have the highest prevalence, infecting bali cattle in both ranches with a percentage of 56,67% in Muang village and 83,33% in Kertabuana village. Ascaris lumbricoides also has the second highest intensity after F. hepatica worm eggs in both ranches with 200 eggs/gram of feces in Muang village and 300 eggs/gram of feces in Kertabuana village.