Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CIVIC EQUALITY DALAM UPAYA PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA SILLU KABUPATEN KUPANG Tari, Erwin Styven Aditya; Mas'ud, Fadil; Dwiputra, Rahyudi; Istianah, Anif
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v13i1.238

Abstract

Permasalahan stunting masih tergolong tinggi sebagai isu kesehatan anak di Kabupaten Kupang, khususnya di Desa Sillu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali penerapan konsep civic equality sebagai pendekatan strategis dalam penanggulangan stunting di Desa Sillu, dengan fokus pada aspek akses, partisipasi, serta pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 25 informan yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader posyandu, tenaga kesehatan, dan kepala desa. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, serta studi dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui identifikasi pola makna yang muncul dari narasi para informan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pemerataan akses terhadap informasi dan layanan kesehatan belum optimal, tingkat partisipasi masyarakat masih rendah, serta kapasitas kader posyandu masih terbatas sehingga menghambat implementasi prinsip civic equality. Faktor sosial budaya, kondisi ekonomi, dan tingkat kesadaran masyarakat juga turut memengaruhi efektivitas pelaksanaan program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan prinsip civic equality melalui peningkatan partisipasi, pemerataan layanan, dan penguatan pemberdayaan masyarakat berpotensi memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan angka stunting secara berkelanjutan di Desa Sillu.   The issue of stunting remains relatively high as a child health concern in Kupang Regency, particularly in Sillu Village. This study aims to explore the implementation of the concept of civic equality as a strategic approach to addressing stunting in Sillu Village, with a focus on access, participation, and community empowerment. The research employs a descriptive qualitative approach involving 25 informants, consisting of housewives, posyandu (integrated health service post) cadres, health workers, and the village head. Data were collected through semi-structured interviews, field observations, and document analysis. The collected data were then analyzed by identifying patterns of meaning emerging from the informants’ narratives. The findings indicate that equitable access to information and health services has not yet been optimal, community participation remains low, and the capacity of posyandu cadres is still limited, thereby hindering the implementation of civic equality principles. Socio-cultural factors, economic conditions, and the level of public awareness also influence the effectiveness of program implementation. This study concludes that the application of civic equality principles through increased participation, equitable service distribution, and strengthened community empowerment has the potential to make a significant contribution to the sustainable reduction of stunting rates in Sillu Village.
Dinamika Penegakan Hukum terhadap Eksploitasi Anak Penjual Koran di Kota Kupang: Analisis Implementasi Undang-Undang Perlindungan Anak melalui Studi Literatur Yohana Kristina Nima; Naitboho, Yufitris; Mase, Febiana Elisabet; Selan, Nelson Alberto; Atulolon, Maimuna Faizah Rahma; Mas'ud, Fadil
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6291

Abstract

Fenomena anak penjual koran di lampu merah Kota Kupang menunjukkan masih terjadinya eksploitasi ekonomi terhadap anak yang berdampak pada hak pendidikan, perlindungan, dan perkembangan sosial anak. Kondisi tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan antara regulasi perlindungan anak dengan implementasi penegakan hukum di masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika penegakan hukum terhadap eksploitasi anak penjual koran di Kota Kupang serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas perlindungan hukum terhadap anak ditinjau dari perspektif hak anak dan penegakan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, buku, dan hasil penelitian yang relevan dengan isu eksploitasi anak dan perlindungan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Undang-Undang Perlindungan Anak di Kota Kupang belum berjalan optimal karena lemahnya pengawasan, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, dan minimnya tindakan tegas aparat penegak hukum terhadap pelaku eksploitasi anak. Faktor ekonomi keluarga, budaya sosial yang menormalisasi pekerja anak, serta rendahnya koordinasi antar lembaga pemerintah turut memengaruhi efektivitas perlindungan anak. Aktivitas anak sebagai penjual koran juga berdampak terhadap pendidikan, kondisi psikologis, dan perkembangan sosial anak. Penelitian ini menegaskan bahwa perlindungan anak membutuhkan pendekatan multidimensional melalui penguatan kebijakan, penegakan hukum yang konsisten, dan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat.