Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Studi Peralatan Proteksi Sambaran Petir Lightning Arrester Pada Jaringan Distribusi 20 KV Saragih, Relikson; Yusniati, Yusniati; Nasution, Ramayulis; Armansyah, Armansyah
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 5, No 1 (2020): JET Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.894 KB) | DOI: 10.30743/jet.v5i1.2566

Abstract

Penggunaan peralatan proteksi pada jaringan distribusi 20 KV bertujuan untuk memperkecil daerah pemutusan akibat gangguan, sehingga kontiunitas pelayanan dalam penyaluran energi listrik tidak terganggu. Sambaran Petir adalah salah satu gangguan yang sering terjadi pada saluran udara tegangan menengah 20 KV yang mengakibatkan terjadinya kerusakan peralatan tegangan 20 KV, sehingga harus diamankan dengan peralatan Lightning Arester. Ada tiga macam alat pengaman petir yaitu sela batang, arester jenis ekspulsi dan arester jenis katup. Saluran udara sangat dipengaruhi oleh jumlah sambaran petir pada saluran dan jumlah sambaran petir sangat tergantung pada kegiatan (intensitas) petir didaerah tempat saluran udara tersebut. Jika terjadi sambaran langsung semua energi petir dilepaskan kesaluran udara, sedang jika sambarannya tidak langsung hanya sebagian dari energi petir yang dilepaskan kesaluran udara tersebut. Dengan demikian tegangan lebih yang paling besar dan paling berbahaya adalah akibat dari sambaran langsung. Untuk menghindari kerusakan pada peralatan sistem tenaga listrik yang diakibatkan tegangan lebih surja petir dibutuhkan suatu sistem perlindungan yang cukup baik yaitu sistem proteksi Lightning Arester. Sebagai alat pelindung yang baik harus mempunyai perbandingan perlindungan yang tinggi, yaitu perbandingan antara tegangan surja maksimum diperbolehkan pada waktu pelepasan dan tegangan sistem 50 hertz yang dapat ditahan sesudah pelepasan terjadi.
Analisis Perhitungan Kebutuhan Daya 3 Phasa Pada Rumah Mewah Nasution, Imam Taufik; Yusniati, Yusniati; Nasution, Ramayulis
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 6, No 3 (2021): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v6i3.4601

Abstract

Perkembangan teknologi kelistrikan saat ini sangatlah pesat, hal ini sejalan dengan berkembangnya teknologi peralatan pendukung manusia baik untuk bidang industri ataupun rumah tangga. Sehingga untuk sistem instalasi listrik pada bangunan, khususnya Rumah Mewah diperlukan daya yang besar supaya sistem tersebut mampu bekerja dengan sangat efektif, efisien serta sistem tersebut mampu mengatasi gangguan yang terjadi dalam proses penyaluran atau pendistribusian tenaga listrik di Bangunan tersebut. Bangunan Rumah Mewah ini terdiri dari 3 lantai yaitu lantai 1 dan 2 untuk rumah pribadi dan lantai 3 digunakan sebagai kantor. Daya listrik yang terpasang pada Rumah Mewah ini sebesar 23.626 W, untuk memenuhi kebutuhan daya listrik pada bangunan tersebut, mengandalkan suplai daya listrik dari PLN sebagai sumber daya listrik utama dengan kapasitas sebesar 23.000 VA dengan menggunakan pengaman utama MCCB (Moulded Case Circuit Breaker) 3 fasa berkapasitas 50A dan menggunakan penghantar utama NYM 5 x 6 mm2 dan suplai daya listrik dari Generator set berkapasitas sebesar 20.000 VA sebagai sumber daya listrik cadangan. Selain memperhitungkan kebutuhan daya listrik tersebut juga harus dipertimbangkan rugi-rugi daya listrik dan turun tegangan (Drop Voltage) yang terjadi pada penghantarnya serta pemilihan dan pemakaian rating pengaman (MCCB, ELCB dan MCB) yang sesuai alat proteksi dari gangguan yang mungkin terjadi pada Rumah Mewah ini. Beban-beban listrik yang terpasang pada bangunan Rumah Mewah ini antara lain beban penerangan (lampu-lampu) serta beban tenaga (stop kontak) dan beban tenaga motor motor listrik (AC, Heater dan lain-lain), yang tentunya membutuhkan suplai daya listrik yang cukup besar.
Pemilihan Fuse Cut Out Untuk Pengaman Transformator Distribusi 400 KVA Yusmartato, Yusmartato; Nasution, Ramayulis; Armansyah, Armansyah
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 4, No 2 (2019): JET Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.056 KB) | DOI: 10.30743/jet.v4i2.1619

Abstract

Dengan bertambahnya beban dan makin panjang suatu jaringan distribusi,  maka jumlah transformator distribusi juga semakin banyak pula serta jumlah gangguan akan semakin meningkat juga. Gangguan-gangguan tersebut bila tidak segera diantisipasi akan menyebabkan kerusakan pada berbagai peralatan,  sehingga untuk mencegah kerusakan tersebut perlu digunakan alat-alat pengaman yang  secukupnya. Salah  satu alat pengaman pada transformator distribusi 400 KVA  yaitu  Fuse Cut Out, karena  mudah diinstalasikan maupun mudah dioperasikan. Fuse Cut Out digunakan pada jaringan sistem distribusi  20 KV, selain untuk mengamankan transformator juga digunakan untuk memproteksi saluran distribusi dari gangguan-gangguan arus lebih atau beban lebih.
Menentukan Parameter Generator Impuls Untuk Gelombang Impuls Petir Yusmartato, Yusmartato; Nasution, Ramayulis
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 5, No 3 (2020): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v5i3.3549

Abstract

Jenis tegangan yang mungkin diuji terhadap suatu peralatan adalah tegangan tinggi searah, tegangan tinggi bolak-balik dan tegangan tinggi impuls. Untuk membangkitkan simulasi tegangan tinggi impuls dibutuhkan rangkaian generator impuls RLC satu tingkat dengan parameter-parameter yang sesuai dengan standar IEC. Tegangan yang dihasilkan rangkaian ini menyerupai tegangan yang dihasilkan oleh petir dan surja hubung. Gelombangnya berekor pendek dan bermuka curam selama gelombang ini berjalan melalui kawat transmisi bentuknya berubah, mukanya menjadi kurang curam, ekornya bertambah panjang dan amplitudonya berkurang. Besarnya tegangan impuls yang harus diterapkan pada alat-alat listrik untuk menguji ketahanan petir dan surja hubung ditetapkan dalam standar IEC. Dahulu pengujian tegangan tinggi impuls hanya berlaku untuk transformator tenaga  yang langsung terkena bahaya petir oleh karena bahaya itu mungkin juga mengancam mesin (terutama surja hubung),  maka pengujian impuls juga perlu dilakukan terhadap alat tersebut. Dalam merencanakan suatu generator impuls terlebih dahulu ditentukan spesifikasi tegangan keluarannya, yaitu: tegangan puncak (Vmaks), waktu muka gelombang (Tf), dan waktu ekor gelombang (Tt). Disamping itu, ditentukan juga kapasitas generator (W) dan efisiensi tegangannya (), dengan diketahuinya semua spesifikasi di atas, maka besarnya nilai komponen R, L, dan C dapat ditentukan, Dengan diketahui semua spesifikasi tegangan keluaran generator, maka besarnya nilai RLC dapat ditentukan dimana dalam penentuan parameter ini didapat nilai untuk RLC adalah : nilai resistansi (R) = 1498 M, Nilai induktansi (L) = 303 MH, dan Nilai kapasitansi (C) = 0,05 µF
Analisis Faktor Ketidaksamaan Beban Pada Beberapa Feeder Jaringan Sistem Distribusi Armansyah, Armansyah; Husna, Jamilah; Nasution, Ramayulis
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 9, No 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v9i2.9769

Abstract

Sampai saat ini kebutuhan daya akan energi listrik terus meningkat sehingga menjadi problem utama bagi pelanggan dan produsen energi listrik itu sendiri sebagai pemanfaatan energi listrik yang digunakan dalam berbagai kebutuhan antara lain industri, rumah tangga, perkantoran dan lain – lain. Jadi perlulah sebuah pemikiran untuk melakukan perhitungan tentang jumlah akan kebutuhan daya beban puncak yang terjadi pada feeder – feeder yang terhubung dengan permintaan maksimum dari berbagai beban yang terjadi pada waktu yang berbeda, disebabkan karena bermacam – macam keadaan beban. Setelah didapat harga faktor diversiti dari masing – masing feeder maka dapatlah diketahui effesiensi dari energi listrik pada saat jam – jam puncak tersebut. Untuk itu perlu diketahui data beban pemakaian energi listrik mulai dari konsumen industri samapai ke konsumen rumah tangga selama 24 jam dengan interval waktu 30 menit. Setelah dilakukan analisa perhitungan maka sampailah kepada kesimpulan bahwa penggunaan beban energi listrik di Kota Medan pada hari ini tidak lagi dapat di daya gunakan secara efektif diakibatkan besarnya permintaan dari pada ketersediaan energi listrik.