Nurcahyono, Okta Hadi
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Knowledge, Attitude, Practice (KAP) Aparatur Sipil Negara dalam Implementasi Nilai Dasar Pegawai Haryani, Tiyas Nur; Nurcahyono, Okta Hadi
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.853 KB) | DOI: 10.30656/sawala.v6i1.528

Abstract

AbstractThe quality of public services is highly dependent on the commitment of the organizers and the implementers of public services. The research aims to measure the knowledge of Civil Servants, their attitudes and practices in running the basic values of Civil Servants with a sample of state apparatuses in the area of Jebres Kota Surakarta. Site selection is done by purposive area. Data were collected by survey and presented in descriptive statistics. The results obtained from this study found that the knowledge of civil servants already know the contents of the State Civil Apparatus Act, but there are still some employees (2%) who do not know about it and do not get information related to the regulation of 6% of the total sample Taken. Besides other interesting facts is the problem of anti-corruption and public ethics that have not oriented service is still felt not implemented optimally in their work environment. Keywords: Human resources, Knowledge atitude practice, basic values of civil servants AbstrakPada rezim pemerintahan Presiden Soeharto sistem pemerintahan Indonesia adalah sentralisasi dan memiliki banyak kritik sebab pemerintahan menjadi otoriter dan terpusat. Segala kebijakan pada rezim tersebut bersifat top down. Rezim Presiden Soeharto berakhir pada tahun 1998 melalui gerakan reformasi oleh civil society. Pasca berakhirnya Rezim Presiden Soeharto tata pemerintahan Indonesia banyak mengalami perubahan, salah satunya dari sistem sentralisasi menjadi desentralisasi. Sistem desentralisasi bertujuan untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat sekaligus memenuhi pelayanan publik yang berkualitas. Kualitas pelayanan publik sangat bergantung pada komitmen para penyelenggara dan pelaksana pelayanan publik. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur pengetahuan Aparatur Sipil Negara, sikap dan praktik mereka dalam menjalankan nilai dasar Aparatur Sipil Negara dengan sampel para aparatur negara di Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive area. Data dikumpulkan dengan survei dan disajikan secara statistik deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini ditemukan fakta pengetahuan para Aparatur Sipil Negara telah mengetahui isi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara, tapi masih ada beberapa pegawai (2%) yang merasa tidak mengetahuinya dan tidak mendapatkan informasi terkait regulasi tersebut sebesar 6% dari total sampel yang diambil. Selain itu fakta menarik lainnya adalah persoalan anti korupsi dan etika publik yang belum berorientasi pelayanan masih dirasakan belum dilaksanakan secara optimal di lingkungan kerja mereka.Kata kunci: Sumber daya manusia, Knowledge atitude practice, nilai dasar aparatur sipil negara 
Fenomena Perubahan Perilaku Siswa Sebagai Dampak Kecanduan Game Online Di SMK Bhina Karya Karanganyar Maharani, Intan; Nurhadi, Nurhadi; Nurcahyono, Okta Hadi
SOSIETAS Vol 9, No 2 (2019): Sosietas : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.498 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v9i2.22815

Abstract

Berkembang pesatnya teknologi membuat manusia dapat memanfaatkan gawai yang mereka miliki untuk berbagai kepentingan. Permainan daring yang dinikmati oleh berbagai kalangan membawa sejumlah dampak bagi para pemainnya. Tentunya dampak yang ditimbulkan oleh permainan daring berbeda-beda pada tiap individu pada rentang usia dan latar pendidikan tertenu. Bahkan permainan daring dapat menimbulkan perubahan perilaku pada remaja yang masih berada di usia sekolah. Penelitian ini mengusung topik perubahan perilaku siswa karena kecanduan permainan daring. Menggunakan metode kualitiatif yang mendeskripsikan bagaimana perubahan perilaku mulai diidentifikasi oleh para jajaran guru yang kemudian ditanggulangi dan dibentuk upaya pencegahannya. Agar fenomena kecanduan ini tidak menyebar pada siswa lain. Mengambil lokasi di SMK Bhina Karya Karangayar yang para peserta didiknya sendiri tidak luput dari buai permainan daring dengan menunjukkan perubahan-perubahan perilaku yang mencolok. Seperti menantikan jam pulang di akhir pekan, bersikap kurang semangat pada awal minggu, kurang mampu berkonsentrasi pada pelajaran. Fenomena ini menyebabkan para guru memberikan langkah antisipasi dan mengatasi kecanduan permainan daring di kalangan siswa. Langkah-langkah tersebut berupa memberikan teguran langsung, penyuluhan di kalangan orangtua/wali, menggalakkan kegiatan ekstrakurikuler dan mewajibkan salah satunya untuk mendorong siswa untuk bersosialisasi juga berorganisasi. Serangkaian kegiatan ekstrakurikuler tersebut bertujuan untuk mengalihkan kecenderungan sosiometrik siswa agar tidak mengisi waktu luang dengan kegiatan yang merugikan untuk diri sendiri. Selain itu pihak sekolah melakukan pendekatan pada orangtua untuk mengurangi kecanduan terhadap permainan daring lewat meningkatkan perhatian, kedekatan keluarga, dan peraturan di dalam rumah.
Arena Produksi Kultural Kerajinan Kulit di Surakarta Dalam Tren Ekonomi Kreatif Elfena, Lisa; Nurhadi, Nurhadi; Nurcahyono, Okta Hadi
SOCIUS Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v7i2.244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang; (1) hubungan antara produksi sub sektor kriya dengan naiknya kelas sosial pemuda; (2) cara-cara yang ditempuh oleh pengrajin untuk mengatasi persoalan terkait dengan produksi kriya kulit. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling. Jumlah informan sebanyak 8 orang pengrajin kerajinan kulit di Surakarta. Peneliti memilih kerajinan kulit Kota Surakarta karena sarat akan nilai budaya yang dimiliki oleh produsen. Kemudian, data divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan metode. Analisis data dilakukan dengan analisis interaktif. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori praktik terutama pemikiran Pierre Bourdieu. Penelitian ini menemukan bagaimana strategi dan pertarungan antar agen, proses produksi makna hingga analisis terkait logika kapital dan kelas sosial. Arena produksi kultural seni kriya kulit di Surakarta dalam tren ekonomi kreatif terbentuk dari struktur arena yang terdapat posisi-posisi para agen yang membentuk produk budaya. Dalam penelitian ini ditemukan pembahuruan dari teori Bourdieu tentang konsep fashion yang lebih komprehensif terhadap situasi saat ini.
HIPERREALITAS KONSUMSI TANDA DAN MAKNA PADA TRENDING FASHION JILBAB OLEH MAHASISWI Alfi'ah, Fifi Rachmawati; Rahman, Abdul; Nurcahyono, Okta Hadi
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v5i2.1151

Abstract

The study objective is to examine the excessive consumption of jilbab fashion trends by university students. This research is a descriptive study with qualitative methods and determined informants using purposive sampling. The researchers use primary and secondary both data all were collected through interviews, observation, and documentation. After the data were triangulated by sources and methods then we analyzed data using the simulakra theory of Jean P. Baudrillard to see the excessive consumption of jilbab fashion trends by students. The main results indicate that the growing jilbab fashion trends through social media have made student’s experience enjoy excessive consumeristic behavior for many years. Most female students imitate the public figures as their role models. They admire at female fashion models having full of signs and meanings hence they reproducing signs and meaning for their own interests. They become addicted to buying the latest hijab fashion products regardless of neither use it or sell it. They keep uploading their own photos wearing most current fashion in Instagram. . It seems that they create an uncertainty either the use of fashionable jilbab recommended by religion or promoting them as commercial products in social media.
PERUBAHAN SOSIAL PADA KESENIAN TRADISIONAL EBLEG SINGA MATARAM DI KELURAHAN PANJER KECAMATAN KEBUMEN KABUPATEN KEBUMEN Astriawan, Fikar Idham; Nurcahyono, Okta Hadi; Yuhastina, .
Studi Budaya Nusantara Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of an increasingly modern era has an impact on social changes in all aspects of daily life, one of which is the socio-cultural aspect. The impact of social changes on socio-cultural aspects in modern times can be seen from the number of traditional arts that have decreased in existence, some are even experiencing extinction. This study aims to determine how the social changes that occur in the traditional art of Ebleg Singa Mataram in Panjer Village, Kebumen District, Kebumen Regency, as well as how the community's efforts to maintain this art in modern times. This study uses descriptive qualitative research methods, using purposive sampling technique in determining informants. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The theory usedto analyze the research data is Herbert Spencer's theory of social evolution. The results of the data findings show that the changes that occur in the traditional art of Ebleg Singa Mataram are not in terms of the standard of the traditional art ballet. However, the changes that have occurred include the enthusiasm of the audience for thetraditional art of Ebleg Singa Mataram which has increased in size (development) gradually over time. The existence of Ebleg Singa Mataram as the oldest traditional Kuda Lumping art in Kebumen Regency is experiencing complexities, this is due to the adaptation process from several other traditional Kuda Lumping arts communities in Kebumen Regency. In addition, social changes make people differentiate and indirectly the regeneration of the traditional arts community of Ebleg Singa Mataram is hampered.