Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Perancangan UI/UX pada Website Pengelolaan Manajemen Toko Muthia dengan Metode Design Thinking dan SUS Widodo, Ageng; Sundari, Jenie
Jurnal Masyarakat Informatika Vol 14, No 2 (2023): JURNAL MASYARAKAT INFORMATIKA
Publisher : Department of Informatics, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmasif.14.2.57116

Abstract

Pengelolaan manajemen toko pada Toko Muthia sejak awal didirikan hingga sampai saat ini tidak ada perubahan dari segi operasional pencatatan penjualan dan monitoring stok barang yang masih dilakukan secara manual dengan buku catatan dan Microsoft Excel. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat dan modern, maka perubahan pengelolaan manajemen toko tersebut bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan operasional dan karyawan. Metode design thinking digunakan dalam perancangan UI/UX website pengelolaan manajemen Toko Muthia, yang terdiri atas beberapa tahapan diantaranya adalah empathize, define, ideate, prototype dan test. Dengan system usability scale sebagai metode perhitungan pada tahap testing. Design thinking adalah suatu pendekatan penyelesaian masalah pengguna dengan mengetahui kendala yang dialami dan harapan ya ng dibutuhkan terhadap pengelolaan manajemen toko ini. Selanjutnya membuat sebuah solusi atau ide atas kendala dan harapan yang telah disampaikan oleh pengguna sehingga nantinya menghasilkan sebuah fitur pada rancangan user interface dan user experience pada website pengelolaan manajemen toko yang dibuat. Setelah itu melakukan testing dengan metode perhitungan system usability scale  atas fitur yang telah dibuat untuk mengetahui apakah rancangan tersebut telah mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhan pengguna. Perancangan ini berfungsi untuk memudahkan karyawan atas pengelolaan manajemen toko ditengah semakin banyaknya pelanggan.
Realizing the Rights of Eldery: Social Services for the Elderly Community In Banyumas Central Java Widodo, Ageng; Alfi, Imam; Asyabudin
Journal of Religion and Social Transformation Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Religion and Social Transformation
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/nn05rz34

Abstract

This study aims to gather information, implement, and explore social services for the elderly in Banyumas Regency, with a particular focus on the application of the principles of social programs for the elderly as outlined by the United Nations (UN). Social services, as an integral part of social policy, are implemented to achieve a key social objective: addressing social problems and fulfilling social needs. Consequently, the research seeks to answer the primary question is how are social services for the elderly implemented in Banyumas Regency. The research adopts a descriptive qualitative method to examine social phenomena related to the elderly. This approach produces descriptive data in written form based on insights from informants, including companions, social workers, and the elderly themselves. The findings reveal that the implementation of social services for the elderly in Banyumas Regency adheres to the five UN principles: independence, participation, care, self-fulfillment, and dignity. These principles serve as a framework for ensuring comprehensive and effective support for the elderly population. The research concludes that social services for the elderly in Banyumas Regency effectively align with the five UN principles.
Akulturasi Budaya Jawa Sunda Pada Masyarakat Kutasari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah Sholikhah, Amirotun; Widodo, Ageng
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol.1 No.2 (Desember 2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.887 KB) | DOI: 10.47498/meuseuraya.v1i2.1271

Abstract

Keberadaan dua suku bangsa dengan latar belakang budaya berbeda dan bermukim dalam satu wilayah dapat menimbulkan terjadinya proses sosial berkenaan dengan akulutarsi budaya yaitu adanya perpaduan berbagai unsur kebudayaan yang berbeda dan memembentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan ciri khas budaya masing-masing. Adanya usaha penyesuaian diri dengan menerima pola-pola dan aturan-aturan komunikasi dominan yang yang ada pada masyarakat pribumi. Sekelompok masyarakat Suku Sunda sejak ratusan lalu yang tinggal atau menetap di wilayah sebuah dusun berlatar belakang suku Jawa. Hal tersebut memungkinkan terjadinya proses akulturasi budaya, dimana suku Sunda menyesuaikan diri dan menerima pola-pola dan aturan-aturan komunikasi dominan yang ada pada suku Jawa. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Grugak, Desa Kutasari RW 014 Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah. Subyek dalam penelitian ini adalah masyarakat Dusun Grugak yang berasal dari suku Jawa sebagai pribumi dan Suku Sunda sebagai pendatang. Bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang proses akulturasi adat, tradisi, bahasa, kepercayaan masyarakat saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya adalah dengan observasi,wawancara dan dokumentasi. Analisis datanya adalah deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa unsur-unsur kebudayaan Jawa seperti adat /tradisi dan kesenian masih berjalan hingga saat ini di Dusun Grugak, Menggambarkan adanya upaya mempertahankan identitas kesukuan masing masing. Sehingga proses akulturasi tidak menyentuh semua unsur. Kecuali bahasa, dimana Bahasa Sunda lebih dominan menjadi bahasa komunikasi sehari-hari menggusur bahasa pribumi Jawa. Berkat peran aktif para pemuka agamanya sehingga dari unsur sistem kepecayaan faham kejawen mulai berkurang Terjadinyan Pergeseran nilai budaya mulai terjadi antara lain karena faktor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mempengaruhi perubahan pola pikir masyarakat Dusun Grugak lebih bersifat praktis dan eknomis terutama generasi mudanya.
Intervensi Pekerja Sosial Milenial Dalam Rehabilitasi Sosial Widodo, Ageng
BINA' AL-UMMAH Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/bu.v14i2.5627

Abstract

Abstrak Pekerja sosial milenial dalam praktiknya memperhatikan sistem manusia seperti individu, keluarga, kelompok kerja, maupun masyarakat. Sehingga fokus utamapekerja sosial  dalam praktiknya pada relasi yang ada di dalam anggota sistem manusia. Dalam praktiknya tenaga profesional Pekerja sosial milenial harus memiliki latarbelakang pendidikan Pekerjaan Sosial, Pengembangan Masyarakat dan Ilmu Kesejahteraan Sosial. Hal ini dikarenakan sebagian besar kurikulum program studi tersebut sesuai dengan praktik intervensi pekerja sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka yang bertujuan untuk menemukan dan memahami kerangka teoritis serta intervensi pekerja sosial milenial dalam melaksanakan rehabilitasi sosial. Data diperoleh dari buku, dokumentasi, jurnal serta sumber lain yang berkaitan dengan tema rehabilitasi sosial.Pekerja sosial milenial dalam melaksanakan rehabilitasi sosial meliputi:pertamaassesment yaitu menggali permasalahan klien untuk membantu pemecahan masalah. Kedua, terapi psikososial meliputi terapi individu, terapi medis dan terapi keluarga. Ketiga, bimbingan dan pendampingan meliputi bimbingan fisik, bimbingan spiritual, bimbingan vokasional training. Keempat, resosialisasi dan terakhir bimbingan lanjut.
IMPLEMENTASI NILAI DAN ETIKA PEKERJA SOSIAL DALAM PENANGANAN KLIEN KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA DI CAMP ASSESMENT, YOGYAKARTA Widodo, Ageng
KOMUNIKA Vol 2 No 2 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.200/M/KPT/2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/komunika.v2i2.6022

Abstract

This journal describes the implementation of values and ethics of social workers in handling drugabuse clients at Camp Assessment, Yogyakarta. Social workers as professionals in to do helpingmust be guided by values and ethics. The implementation of values and ethics of social workersapplied in the assessment camp includes several things. First, the service that prioritizes the goalto help people in need and focus on social problems. Secondly, social justice is notdistinguishing between rich and poor clients. Third, attaching importance to human relationsconsiders the client as a partner for effective and efficient treatment. Fourth, integrity andcompetence, as social workers must have the skills, knowledge, and values to do helping.However, in applying values and ethics, social workers experience a dilemma including anan imbalance between clients and social workers and then inadequate facilities.
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA: IMPLEMENTASI PRINSIP HAK LANSIA MELALUI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA Widodo, Ageng
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol 9, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jmm.v9i1.26306

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dan gambaran tentang pelayanan sosial lanjut usia di Kabupaten Banyumas, terutama penerapan prinsip program sosial untuk lansia yang digariskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebagai bagian dari  kebijakan sosial, pelayanan sosial dilakukan untuk mencapai suatu tujuan sosial yaitu pemecahan masalah sosial dan pemenuhan pada kebutuhan sosial. Maka yang menjadi rumusan           masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelayanan sosial lanjut usia di Kabupaten Banyumas. Metode dalam penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, mengkaji fenomena sosial lanjut usia dengan menghasilkan data deskriptif dalam bentuk tertulis dari informan dalam hal ini pendamping, pekerja sosial maupun lansia tersebut. Hasil dalam penelitian ini menjelaskan bahwa implementasi pelayanan sosial lansia di kabupaten banyumas menerapkan 5 prinsip PBB yaitu kemandirian, partisipasi, perawatan, pemenuhan diri dan martabat lansia Kata Kunci: Pelayanan Sosial, lansia, Banyumas  Abstract               This research seeks to obtain information and an overview of social services for the elderly in Banyumas Regency, especially the implementation of the principles of social programs for the elderly outlined by the United Nations (UN). Social Services are part of social policy. As part of social policy, social services are carried out to achieve a social goal, namely solving social problems and fulfilling social needsSo the problem formulation in this research is how social services for the elderly in Banyumas Regency are carried out. The method in this research uses descriptive qualitative, examining the social phenomena of the elderly by producing descriptive data in written form from informants, in this case companions, social workers and the elderly. The results of this research explain that the implementation of social services for the elderly in Banyumas district has implemented the 5 UN principles, namely independence, participation, care, self-fulfillment and dignity Then the researcher will photograph the indicators of these five principles.Key Word: social services, elderly, Banyumas
Program Pemberdayaan ‘Sedekah Pohon Pisang’: Peran Karang Taruna di Desa Gandri Lampung Selatan Widodo, Ageng
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.573 KB) | DOI: 10.14421/jpm.2017.011-01

Abstract

Empowerment is an activity with aims to making, building and increasing life skill of the community. Hence, empowerment has been focus independent, which looking at the potentiality of the rural community. The means of rural potential, in this topic, it is Desa Gandri. The rural is one of an area in the Penengahan District of East Lampung, which have potential natural resource if looking at from the aspect of land and growing up of the plants. So that, based on the potential in Desa Gandri, this research will describe the community of empowerment program, namely ‘Sedekah Pohon Pisang’ conducted by Karang Taruna. This research uses the qualitative method in character descriptive with recruiting informant through purposive sampling or snowball technique. The results of the study show some of the implementations in the empowerment program, as follows: (1) Karang Taruna survey and record banana trees, (2) Karang Taruna is measured the boundary of plot, (3) Karang Taruna have done cultivate and maintain, and (4) Karang Taruna is a control until harvest. After the harvesting, Karang Taruna market banana to produce money. From the funds including the alms, then established a community empowerment programs with creative economic training. This training activity is conducted to head house and mothers. In addition, the programs which focus on outstanding teenagers is called Remaja Sehat Berprestasi (RSH), making the community with providing the public speaking training.Pemberdayaan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk membentuk, memandirikan, dan meningkatkan kemampuan (life skill) masyarakat. Salah satu pemberdayaan yang fokus kemandirian dengan melihat potensi masyarakat pedesaan. Potensi pedesaan yang dimaksud, dalam kajian ini, adalah Desa Gandri. Desa ini merupakan salah satu kawasan di kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, yang memiki potensi sumber daya alam subur bila dilihat dari aspek kondisi tanah dan tingkat kesuburan tanaman. Dengan demikian, melihat potensi di Desa Gandri, penelitian ini mencoba mendeskripsikan program pemberdayaan masyarakat ‘Sedekah Pohon Pisang’ yang dilakukan oleh organisasi kepemudaan—Karang Taruna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan merekrut narasumber melalui teknik purposive sampling atau snowball. Hasil kajian menunjukkan beberapa pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, antara lain: (1) tahapan pertama, Karang Taruna melakukan survei dan mendata pohon pisang, (2) Karang Taruna mengukur batas petak, (3) Karang Taruna melakukan penanaman dan perawatan, dan (4) Karang Taruna melakukan control hingga bisa pada tahap panen. Setelah hasil panen terlihat, peran Karang Taruna kemudian memasarkan pohon pisang, hingga menghasilkan pundi-pundi uang. Dari hasil pengumpulan dana yang bersifat sedekah, maka dibentuklah program pemberdayaan masyarakat dengan pelatihan ekonomi kreatif. Kegiatan pelatihan ini dilakukan kepada kepada rumah tangga dan ibu-ibu. Selain itu, program yang fokus bagi remaja berprestasi, dinamakan Remaja Sehat Berprestasi (RSH), membentuk komunitas dengan memberikan pelatihan public speaking (cara berpidato).
Analisis Based Social Entreprenuership Pada Pondok Pesantren Al Fusha Pekalongan Prihmaningrum, Vici; Silfiani, Silfiani; Widodo, Ageng
Al-I'timad: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol 1 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Mafa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/alitimad.v1i2.873

Abstract

This study aims to determine the implementation of social entrepreneurship at the Al Fusha Integrated Islamic Boarding School. This study uses a qualitative-descriptive method, with interviews, observations, and literature review as instruments. The results of the study indicate that entrepreneurial activities at the Al Fusha Integrated Islamic Boarding School are a model of social entrepreneurship. The benchmark of social entrepreneurship in Al Fusha can be seen through the process of social entrepreneurship which includes antecedents, entrepreneurial orientation, and outcomes. The antecedents stage begins with formulating a social mission, namely educating students and spreading benefits for the community. The mission is based on social problems which are then used as a business opportunity. Second, entrepreneurial orientation, Al Fusha Islamic boarding school in developing its business creates social innovation and risk taking so that the business can continue to grow to achieve the goals it wants to achieve. The last stage is the outcome, the social value created has an impact on students and also the community. There are supporting and inhibiting factors for social entrepreneurship activities that come from external and internal sources.