Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH WAKTU AGING PADA MODIFIKASI PORI ZEOLIT ALAM DENGAN CTABR purbaningtias, tri esti; Kurniawati, Puji; wiyantoko, bayu; prasetyoko, didik; suprapto, suprapto
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.024 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v6i2.9322

Abstract

Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh waktu aging pada sintesis material mesopori. Material mesopori hasil sintesis dikarakterisasi dengan XRD, FTIR dan fisisorpsi nitrogen. Analisis XRD menunjukkan bahwa variasi waktu aging berpengaruh pada struktur mesopori dari zeolit alam (MZ). Spektrum FTIR menunjukkan adanya silanol dan siloksan pada sampel MZ dan MMZ. Hal ini membuktikan bahwa sampel MZ dan MMZ pada semua variasi waktu aging merupakan material kaya silika. Analisis fisisorpsi nitrogen memberi informasi bahwa penambahan waktu aging menyebabkan diameter pori yang lebih besar dan luas permukaan spesifik yang lebih kecil serta dibandingkan dengan bahan baku (zeolit alam, MZ) karena keterlibatan surfaktan kationik (CTABr) selama sintesis.
ADSORPSI FENOL DENGAN HIDROTALSIT Mg/Al 4:1 TERMODIFIKASI SODIUM DODECYLSULFATE (SDS) IN SITU DAN EX SITU Kurniawati, Puji; Wiyantoko, Bayu; Purbaningtias, Tri Esti
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.715 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v6i1.9438

Abstract

Hidrotalsit (HT) telah disintesis dengan menggunakan Al(NO­3)3·9H2O dan Mg(NO­3)2·6H2O pada pH 10±0,5 dengan ratio molar Mg/Al adalah 4:1. Material tersebut dimodifikasi dengan Sodium Dodecylsulfate (SDS) dengan teknik sintesis ex situ dan in situ yang dinyatakan dengan HTDS ex situ  dan HTDS in situ. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan munculnya puncak spektra infrared yang tajam pada 2920, 2851 dan 1065 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus metil, metilen dan –OSO3- pada HTDS. Karakterisasi XRD pada HT, HTDS ex situ dan HTDS in situ menunjukkan pola difraktogram yang khas untuk material hidrotalsit. Adsorpsi fenol berlangsung optimum pada pH 3, 5 dan 3 untuk HT, HTDS ex situ dan HTDS in situ. Ketiga adsorben juga mengikuti model kinetika adsorpsi pseudo orde dua dan model isoterm Langmuir. Kapasitas maksimum HT, HTDS ex situ dan HTDS in situ masing-masing adalah 27,55; 17,64 dan 29,94 mg/g.
HERBAL MEETS STEVIA: MINUMAN HERBAL STEVIA, MANIS SEHAT TANPA KOMPROMI Dewi, Ratna Sari; Febrina, Mira; Dona, Rahma; Ginting, Frans Timanta; Safitri, Nur Suci; Huda, Nurul; Kurniawati, Puji; Dewica, Putri; Johanda, Putri; ‘Aisy, Rahidatul; Rezki, Rahmi Luffia; Dewiputri, Raysa Afma; Nissa, Rizka Aulia
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Mei 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i5.2529

Abstract

Prevalensi diabetes melitus tipe 2 terus meningkat akibat tingginya konsumsi gula. Penderita sering kesulitan mengontrol kadar glukosa darah karena kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis. Stevia sebagai pemanis alami rendah indeks glikemik dan bebas kalori berpotensi menjadi alternatif yang lebih sehat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan stevia dalam minuman herbal untuk mendukung gaya hidup sehat dan pencegahan diabetes. Metode meliputi sosialisasi, pelatihan melalui leaflet, penerapan teknologi sederhana, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Peserta juga diberikan sampel minuman herbal dengan dan tanpa stevia. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari 50–58% menjadi 82–100%. Edukasi terbukti efektif meningkatkan kesadaran akan bahaya konsumsi gula berlebih dan manfaat stevia, serta mendorong minat konsumsi minuman herbal sehat. Penggunaan stevia berpotensi membantu pengendalian gula darah dan pencegahan penyakit degeneratif.