Vaksin adalah antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati, masih hidup tapi dilemahkan,masih utuh atau bagiannya yang telah diolah berupa toksin mikroorganisme yang telah diolahmenjadi toksoid, protein rekombinan yang bila diberikan kepada seseorang akan menimbulkankekebalan yang spesifik secara aktif terhadap penyakit infeksi tertentu. Dinas kesehatan secaraumum bertanggung jawab terhadap terlaksananya penyimpanan dan pendistribusian vaksin yangmerata dan teratur secara tepat waktu sampai kepada unit pelayanan kesehatan dasar, yang sangatrentan terhadap berbagai masalah dan kendala. Untuk mempertahankan kualitas vaksin makadiperlukan rencana aksi dalam melakukan pengelolaan vaksin yakni penyimpanan danpendistribusian yang efektif dan efisien sehingga dapat mencegah terjadinya penyimpangandalam penyimpanan maupun pendistribusian vaksin, agar potensi vaksin tetap terjaga hingga saatakan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil penyimpanan danpendistribusian vaksin di Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dengan berdasarkan 3 kategoripenilaian yaitu sarana dan prasarana serta implementasi pedoman pengelolaan vaksin. Penelitianini bertujuan untuk mengevalusi penyimpanan dan pendistribusian vaksin dari Dinas KesehatanProvinsi Jawa Barat ke Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dengan menggunakan metodeobservasional yang bersifat deskriptif dan evaluasi dengan teknik pengumpulan data denganpengamatan langsung menggunakan lembar observasi, kemudian dilakukan pengolahan data,dihitung dan dinyatakan dalam persentase. Dari hasil penelitian yang dilakukan, kategoripenyimpanan dan pendistribusian vaksin, relatif baik. Hal ini dapat dilihat dari perolehanpersentase ketiga kategori penyimpanan vaksin yaitu Sarana dengan persentase 79%, Prasaranadengan persentase 77% dan Implementasi pedoman pengelolaan vaksin dengan persentase 80%.Kesimpulan yang diperolah dari profil penyimpanan dan disrtibusi vaksin dinyatakan relatifbaik, namun perlu ditingkatkan, agar sesuai dengan pedoman pengelolaan rantai dingin (coldchain) dalam hal penyimpanan dan pendistribusian vaksin yang terlihat dari kurangnyaprasarana: Alat pengukur suhu digital, freeze tag, genset, kamar dingin (cold room), tempatpenyimpanan vaksin (refrigerator) dan kotak dingin cair selama pendistribusian.