Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PARAMETER METEOROLOGI TERHADAP KONSENTRASI CO2 DAN CH4 DI DKI JAKARTA Agustina, Lisa; Simanjuntak, Presli Panusunan; Khoir, Aulia Nisa?ul
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.247 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v6i2.121

Abstract

DKI Jakarta merupakan pusat dari pemerintahan dan ekonomi di Indonesia. Pesatnya aktivitas penduduknya tentu saja menyebabkan adanya polutan penyebab pencemaran udara, dimana beberapa parameternya adalah CO2 dan CH4. Meningkatnya jumlah polutan tersebut akan membahayakan lingkungan terutama kesehatan manusia serta dapat menjadi gas rumah kaca di atmosfer dengan masa hidup panjang, terutama CO2. Tinjauan terhadap parameter meteorologi sangat penting, karena mempengaruhi tingkat konsentrasi CO2 dan CH4 di atmosfer. Oleh sebab itu, perlu dilakukan analisis keterkaitan antara parameter meteorologi dengan konsentrasi CO2 dan CH4 di DKI Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistika deskriptif untuk melihat sebaran secara temporal dari polutan CO2 dan CH4 terhadap waktu dan hubungannya dengan parameter meteorologi (suhu, kelembaban, curah hujan dan kecepatan angin). Lokasi pengamatan terletak di BMKG Pusat yaitu Kemayoran. Periode data yang digunakan adalah 2008-2017. Hasil pengolahan data menunjukkan konsentrasi CO2 tertinggi pada periode MAM dan terendah pada periode JJA. Konsentrasi CH4 tertinggi pada periode DJF dan terendah pada periode JJA. Stabilitas atmosfer yang tinggi dan kecepatan angin yang rendah serta tidak sedikit curah hujan menyebabkan konsentrasi CO2 dan CH4 tinggi di lokasi  pengamatan. Perhitungan statistika deskriptif memerlihatkan adanya pengaruh dari musiman dalam menghasilkan rata-rata konsentrasi polutan. Kecepatan angin menyebabkan penurunan konsentrasi CO2 sebanyak 83%, dan 17% lainnya disebabkan oleh faktor lain. Faktor curah hujan sebesar 45% mempengaruhi penurunan konsentrasi CH4 di Kemayoran.  Sebesar 45% faktor kelembapan juga mempengaruhi konsentrasi CH4. Jadi kenaikan konsentrasi CH4 dipengaruhi oleh faktor curah hujan dan kelembapan, dan lainnya dipengaruhi faktor lain. Penurunan konsentrasi CH4 dipengaruhi kecepatan angin sebesar 44%, dan sebesar 56% disebabkan oleh faktor lainnya
Prediksi Awal Musim Hujan Menggunakan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation Wibawanty, Dinda Rosyia; Simanjuntak, Presli Panusunan
PRISMA FISIKA Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i2.46283

Abstract

Informasi prediksi Awal Musim Hujan merupakan salah satu rekomendasi utama bagi petani dalam menentukan musim tanam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memprediksi Awal Musim Hujan dengan menggunakan metode statistik yang telah banyak diuji kehandalannya yakni metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Backpropagation. Arsitektur model JST yang digunakan terdiri dari 1 hidden layer, 2 hidden neuron dan 3 neuron input dengan fungsi aktivasi sigmoid biner. Penelitian dilakukan pada titik Stasiun Klimatologi Palembang dengan menggunakan data curah hujan harian periode 1981-2017. Prediktor yang digunakan meliputi suhu muka laut (SST), angin zonal 850 mb dan precipitable water (PW). Hasil penelitian menunjukkan prediksi curah hujan dasarian memiliki nilai korelasi antara 0.3 hingga 0.6 dengan RMSE berkisar antara 29 hingga 53 mm per sub-musim. Prediksi awal musim hujan mencapai kategori "Sesuai Prakiraan" sebesar 42.86%.
Identifikasi Kecenderungan Pola Iklim Ekstrim di Pangkalpinang Yuliarti, Aflah; Simanjuntak, Presli Panusunan; Ardiani, Normi
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 11, No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-11 “Optimalisasi Pengelolaan Lah
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yuliarti, A., Simanjuntak, P. P., & Ardiani, N. (2023). Identifying trends in extreme climate patterns in Pangkalpinang. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-11 Tahun 2023, Palembang 21 Oktober 2023. (pp. 417-427). Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Human activities have led to an increase in global temperatures. This also increases the frequency of extreme climates such as extreme rainfall and air temperatures. Pangkalpinang City is the capital of the Bangka Belitung Islands Province. The growth rate of Pangkalpinang city is approximately 1.1% per year, with a 29% increase in the number of vehicles being one of the factors contributing to the rise in extreme climate events. This research aimed to examine the trends in extreme air temperatures and extreme rainfall in Pangkalpinang city during the period of 1991-2022. The research method used is secondary data research with a quantitative approach. The study utilized 12 extreme climate indices as defined by ETCCDMI, comprising 7 extreme air temperature indices and 5 extreme rainfall indices. The significant extreme air temperature trend indicates an increase in air temperature in Pangkalpinang, especially the annual average daily maximum temperature of 0.018°C/year, the annual average daily minimum temperature of 0.025°C/year, while the TN10P (Cold night) index experienced a decrease of 0.344°C/year which is the opposite of the TX90p (Warm Days) index trend of 0.273°C/year. The rainfall trend in Pangkalpinang has not changed significantly.