Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SENSIBLE HEAT TRANSFER ON ATMOSPHERIC-OCEANIC BOUNDARY IN THE OUTER AMBON BAY OF INDONESIA Salamena, Gerry Giliant
Marine Research in Indonesia Vol 38 No 1 (2013)
Publisher : Research Center for Oceanography - Indonesian Institute of Sciences (LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1649.928 KB) | DOI: 10.14203/mri.v38i1.53

Abstract

Analysis of air-sea temperatures and sensible heat flux was conducted to investigate heat transfer process on the atmospheric-oceanic boundary for the outer Ambon Bay. The analysis used SST data derived from both satellite product and in situ measurement using linear regression method, as well as meteorological data such as air temperature and wind speed during daytime. The goals of the current work were to evaluate the relationship between SST and air temperature in the outer Ambon Bay, and to investigate the variation of sensible heat flux in association with seasonal variability of the bay. The major findings were: 1) SST was predominantly lower than airtemperature, resulting in the dominance of negative feedback process on the atmospheric-oceanic boundary layer of the bay; 2) the seasonal SST variability was influenced by land heating and upwelling in the Banda Sea; 3) land heating resulted in large gradient of air-sea temperatures, whereas cooler upwelled waters exerted an opposite effect.
KARAKTERISTIK ANGIN PERMUKAAN DI TELUK AMBON, MALUKU Wattimena, Marlin Chrisye; Salamena, Gerry Giliant
Jurnal Laut Pulau: Hasil Penelitian Kelautan Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Laut Pulau
Publisher : Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jlpvol1iss2pp19-36

Abstract

Karakteristik angin permukaan di Teluk Ambon antara bulan Agustus dan Oktober dikaji dari dua lokasi pengamatan berbeda yakni Teluk Ambon Luar (TAL) dan ambang teluk yang berdekatan dengan Teluk Ambon Dalam (TAD). Penelitian ini juga (i) menggunakan skala Beaufort dan (ii) mengestimasi kecepatan arus permukaan berdasarkan angin permukaan untuk menganalisis kontribusi angin permukaan pada kondisi oseanografi permukaan di Teluk Ambon. Secara umum, angin permukaan di Teluk Ambon bertiup seragam dalam arah (dari Tenggara) dan kekuatan (4-5 m/det dan 5-6 m/det) di kedua lokasi pengamatan pada bulan Agustus dan September. Disisi lain, pada bulan Oktober, baik arah dan kecepatan di kedua lokasi pengamatan angin di Teluk Ambon ini tidak menunjukan keseragaman yang mana arah angin dominan pada stasiun TAL bertiup dari Selatan dengan kecepatan dominan sebesar 8 m/det sementara arah angin dominan pada stasiun ambang teluk bertiup dari Timur-Tenggara dengan kecepatan dominan sebesar 3 m/det. Angin permukaan antara bulan Agustus dan Oktober di Teluk Ambon tidak mempengaruhi kondisi gelombang dan arus permukaan di teluk tersebut. Hal ini disebabkan tinggi gelombang permukaan (0,3 m – 1 m) akibat angin permukaan yang tidak memenuhi kondisi ekstrim skala Beaufort dan arus permukaan akibat angin permukaan yang sangat kecil dibandingkan arus pasang surut (<0,1 m/det)
Hidrodinamika Berpotensi Mengkarakterisasi Distribusi Bivalvia Sepanjang Kanal Teluk Ambon: Suatu Pemahaman Pendahuluan Salamena, Gerry Giliant; Wattimena, Marlin Chrisye
Journal of Coastal and Deep Sea Vol 2 No 2 (2024): Journal of Coastal and Deep Sea
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jcds.v2i2.15933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran arus dasar laut, dalam mengatur ekologi bivalvia di bagian Teluk Ambon, Indonesia bagian timur. Lokasi pengukuran arus dasar dilakukan pada bagian Teluk Ambon Dalam (TAD). Hasil pengukuran arus dasar selama siklus pasang surut (purnama dan perbani) di TAD dan ambang, menemukan bahwa bagian ambang memiliki kecepatan arus dasar berkisar antara 0,001 m/s dan 0,28 m/s dengan nilai rata-rata 0,11 m/s. Sementara itu, arus dasar di TAD berkisar 0,005-0,07 m/s dengan rata-rata 0,026 m/s, dan berada dalam laju aliran optimal untuk pertumbuhan cangkang bivalvia. Sebaliknya, arus dasar di ambang (rata-rata: 0,11 m/s) melebihi laju aliran optimal untuk pertumbuhan cangkang dan diduga menghambat pertumbuhan cangkang di lokasi tersebut. Arus dasar tegangan geser di TAD ditemukan 0,0013 m/s dan 0,009 m/s di ambang, yang lebih rendah dari tegangan geser kritis untuk juvenil bivalvia (0,0142 m/s).
Spatial and Temporal of Meroplankton in a Semi-enclosed Bay: Insights from Ambon Bay Ruli, Fismatman; Likumahua, Sem; Salamena, Gerry Giliant; Romdon, Ahmad
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 33 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.33.1.219-231

Abstract

Meroplankton is a temporary planktonic phase of marine organisms. Despite their critical role in the ecosystem, the study of their distribution and dynamics in Ambon Bay is still limited. Therefore, this study aims to investigate the spatial distribution and dynamics of meroplankton in Ambon Bay. Study conducted during the southeast monsoon (August and September) to transition II (October and November) 2022. Meroplankton was captured using a plankton net towed vertically from approximately 20 m, near the bottom, to the surface, and immediately preserved in formaldehyde (final concentration of 4%). A stemple pipette was used for subsamples, and they were observed under a stereo microscope. Thirteen groups of meroplankton were recorded, with three groups (Bryozoa, Phoronida, and Brachiopoda larvae) being newly reported in this area. Bivalvia and Polychaeta larvae had the highest abundance. Meroplankton abundance was consistently higher in the inner Ambon Bay (240.62-3029.02 ind.m-3) than in the outer Ambon Bay (85.63-955.41 ind.m-3), highlighting the ecological significance of this area as a potential spawning and larval nursery ground. Most meroplankton taxa were recorded across all sampling seasons, except for Phoronida and Stomatopoda, which were only observed during the southeast monsoon. In comparison to previous studies, the abundance of Echinodermata peaked during the transition I to the southeast monsoon, whereas Polychaeta exhibited peak abundance during the northwest monsoon. This study offers significant insights into the diversity, spatial distribution, and dynamics of meroplankton in Ambon Bay.