Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KERAGAMAN, KEPADATAN STOK DAN HABITAT IKAN PARI DI LAUT ARAFURA Wagiyo, Karsono; Kembaren, Duranta
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 14, No 2 (2022): (Agustus) 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.14.2.2022.79-94

Abstract

Nilai ekonomis ikan pari serta pemanfaatannya yang beragam menyebabkan penangkapannya semakin meningkat and rentan terhadap kepunahan. Penelitian bertujuan memperbaharui informasi mengenai keragaman, kepadatan, biomassa, kepadatan stok dan karateristik habitat ikan pari di Laut Arafura. Penelitian dilakukan tahun 2018 secara eksploratif Systematic Cluster Random Sampling. Hasil penelitian didapatkan 6 familia, 24 jenis, di antaranya endemik yaitu Neotrygon annotata, N. leylandi, Maculabatis toshi, Hemitrygon longicauda, Pateobatis hortlei. Ikan pari dominan secara individu adalah N, annotata dan berat didominasi oleh Pastinachus sephen. Sebaran spasial, keragaman dan kepadatan tertinggi ditemukan di Area Barat Papua dan biomassa tertinggi di Timur Aru. Sebaran vertikal; keragaman, kepadatan dan biomassa tertinggi pada kedalaman 10-20 m. Kepadatan stok ikan pari di Laut Arafura 61.382,8 ton dan berkontribusi 21,37 % terhadap stok ikan demersal. Jenis ikan pari yang memiliki terdistribusi luas di Laut Arafura adalah Maculabatis toshi. Kondisi hidrologi habitat ikan pari bervariasi diantara jenis. Habitat terdalam dimiliki oleh Rhinobatus sp. dan terdangkal oleh Pastinachus solocirostris. Suhu tertinggi terdapat pada habitat N. orientalis dan terendah Pateobatis jenkensii. Salinitas tertinggi pada habitat Glaucostegus typus dan terendah pada habitat Pateobatis hortlei. Oksigen terlarut tertinggi pada habitat N. orientalis dan terendah pada habitat Pateobatis jenkinsii. Keasaman tertinggi pada habitat Maculabatis toshi dan terendah pada habitat Pateobatis hortlei. Khlorofil-a tertinggi pada habitat Pateobatis hortlei dan terendah pada habitat Pateobatis jenkinsii.  Turbiditas tertinggi pada habitat Pateobatis hortlei dan terendah pada habitat Aetomylaeus maculatus.Rays have economic value and have a long life, their use varies with increasing intensity, making them vulnerable to extinction. This study aims to determine the diversity, density, biomass, standing stock and habitat characteristics of rays in the Arafura Sea. The research was conducted in 2018 using exploratory Systematic Cluster Random Sampling. The results showed 6 families, 24 species, of which endemic were Neotrygon annotata, N. leylandi, Maculabatis toshi, Hemitrygon longicauda, Pateobatis hortlei. The dominant ray by individual is N. annotata and by weight is Pastinachus sephen. The spatial distribution; the highest diversity and density in the West Papua Area, the highest biomass in the East Aru. Vertical distribution; the highest diversity, density and biomass at a depth 10-20 m. The standing stock of rays in the Arafura Sea is 61,382,761.45 kg and contributes 21.37% to demersal fish stocks. The ray species that has the widest habitat is Maculabatis toshi. The hydrological conditions of the ray habitat vary between species. Deepest habitat is owned by Rhinobatus sp., the shallowest by Pastinachus solocirostris. Highest temperature in N. orientalis habitat, lowest in Pateobatis jenkensii habitat. Salinity highest in the Glaucostegus typus habitat, lowest in the Pateobatis hortlei habitat. Highest dissolved oxygen in the N. orientalis habitat, lowest in the Pateobatis jenkinsii habitat. Acidity highest in the Maculabatis toshi habitat, lowest in the Pateobatis hortlei habitat. Highest chlorophyll-a in the Pateobatis hortlei habitat, lowest in the Pateobatis jenkinsii habitat. Highest turbitdity in the Pateobatis hortlei habitat, lowest in the Aetomylaeus maculatus habitat.
PARAMETER POPULASI, ASPEK REPRODUKSI DAN PENANGKAPAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger brachysoma Bleeker, 1851) DI PERAIRAN TANGERANG Wagiyo, Karsono; Widiyastuti, Heri; Restiangsih, Yoke Hany
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 12, No 2 (2020): (AGUSTUS) 2020
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.12.2.2020.91-101

Abstract

Ikan kembung (Rastrelliger brachysoma) mempunyai nilai ekonomi tinggi di Indonesia dan Asia Tenggara. Pemanfaatannya sudah berlangsung lama secara intensif, sehingga memerlukan data dan informasi terkini. Dalam makalah ini mengkaji parameter populasi, aspek reproduksi dan aspek penangkapan sebagai bahan pengelolaan sumberdaya ikan kembung. Penelitian dilakukan di Wilayah Tangerang dengan perolehan data dan informasi melalui enumerator dan observasi pada periode Januari-Desember 2016. Hasil penelitian didapatkan panjang cagak ikan kembung 10,4-20,5 cmFL, rerata15,9 cmFL, panjang pertama kali tertangkap 15,54 cmFL, panjang pertama matang gonad 14,1 cmFL dan panjang asimtotik(L)=21,26 cmFL. Laju pertumbuhan (K) = 1,33/tahun, laju kematian total 6,18/tahun, laju kematian alami (M)=2,37/tahun dan laju kematian karena penangkapan (F) = 3,81/tahun, laju eksploitasi (E)=0,62/tahun. Nisbah kelamin betina berbanding jantan= 1: 1,3. Persentase gonad matang dan indeks kematangan gonad tertinggi terjadi Februari dengan dugaan pemijahan terjadi pada Maret. Indeks kelimpahan (CPUE) tertinggi terjadi Mei dan puncak penangkapan terjadi September. Alat tangkap utama jaring insang dengan kontribusi ikan kembung rerata 23,38 %. Kontribusi produksi ikan kembung terhadap produksi perikanan total cenderung meningkat. Penangkapan ikan kembung dengan jaring insang dapat terus dilakukan dengan tidak menambah upaya.Short mackerel (Rastrelliger brachysoma) has high economic value in Indonesia and Southeast Asia. Intensive exploitation has been going on for a long time, so it requires the latest data and information. This research to study population parameters, reproductive aspects and fishing aspects to support for short mackerel resource management. The research was conducted in the Tangerang area with data and information acquisition through enumerators and observations in the period January-December 2016. The results showed that the fork length of short mackerel was 10.4-20.5 cmFL, the average was 15.9 cmFL, the length of the first caught was 15.54 cmFL, the length of the first mature gonads was 14.1 cmFL and the asymptotic length (L)=21.26 cmFL. Growth rate (K)=1.33/year, total mortality rate 6.18/ year, natural mortality rate (M) = 2.37/year and fishing mortality rate (F) =3.81/year, exploitation rate (E)=0.62/year. Sex ratio of female against male = 1: 1.3. The highest percentage of mature gonads and maturity index of gonads occurred in February, with suspicion that spawning occurred in March. The highest abundance index (CPUE) occurred in May and the peak of fishing occurred in September. The main fishing gear of the gill nets with an average contribution of short mackerel 23.38%. The contribution of short mackerel production to total fishery production tends to increase. Catching short mackerel with gill nets can be continued without increasing effort.
STRUKTUR UKURAN, ASPEK REPRODUKSI, PARAMETER POPULASI, KELIMPAHAN DAN DAERAH TANGKAPAN UDANG JERBUNG (Penaeus merguensis) DI SEKITAR TELUK JAKARTA Wagiyo, Karsono; Hasanah, Apidatul; Tirtadanu, Tirtadanu; Suman, Ali
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 13, No 2 (2021): (AGUSTUS) 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.13.2.2021.57-70

Abstract

Perairan Teluk Jakarta merupakan area dengan aktiftas tinggi, sehingga sumberdaya ikan didalamnya mengalami tekanan ekploitasi dan degradasi habitat. Udang jerbung (Penaeus merguensis) merupakan salah satu sumberdaya ekonomis penting dari Teluk Jakarta yang perlu dikelola supaya tetap lestari. Pada penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dasar dan informasi terkini mengenai struktur ukuran, aspek reproduksi, parameter populasi, kelimpahan dan daerah tangkapan udang jerbung di sekitar Teluk Jakarta. Pengambilan data melalui observasi dan enumerasi. Hasil penelitian didapatkan udang jerbung dari Teluk Jakarta mempunyai panjang karapas 19 - 64 mmCL dengan modus 30 mmCL, panjang karapas tertinggi di P. Harapan. Hubungan panjang-berat menunjukan sifat pertumbuhan allometrik negatif degan nilai b = 2,3044 dan R2 = 0.8021. Panjang karapas pertama kali tertangkap; jaring arad 33 mmCL, jaring rampus 32 mmCL, jaring cantrang 30 mmCL dan pertama kali matang gonad 34 mmCL. Nisbah kelamin mempunyai rasio jantan : betina = 1 : 1,07. Komposisi gonad matang tertinggi (puncak musim pemijahan) pada bulan Maret dan Oktober. Laju pertumbuhan (K) = 1,33 per tahun dan panjang infinity(L∞) = 54,35 mmCL. Laju kematian total (Z) = 5,89, kematian alami (M)= 1,85/tahun, laju kematian karena penangkapan (F)= 4,04/tahun dan tingkat pengusahaan (E)= 0,69. Indeks kelimpahan/Hasil tangkapan per unit usaha (CPUE) 1,71 - 4,18 kg/trip/hari dengan rerata 2,57 kg/trip/hari. Musim penangkapan pada Februari-Mei dan paceklik pada Juni-Desember. Untuk menjaga kelestarian udang jerbung di Teluk Jakarta perlu meningkatkan lebar mata jaring dan penutupan penangkapan di area pemijahan pada puncak musim pemijahan. Jakarta Bay waters are an area with high activity so that the fish resources in it are under exploitation pressure and habitat degradation. White shrimp (Penaeus merguensis) is one of the important economic resources of Jakarta Bay that needs to be managed to sustain. This study aims to obtain basic data and up-to-date information; size structure, reproductive aspects, population parameter, abundance and fishing ground of white shrimp in around Jakarta Bay. The data were collected through observation and enumeration. The results showed that white shrimp from Jakarta Bay had a carapace length of 19 - 64 mmCL with a mode of 30 mmCL, the highest carapace length in Harapan Island. The length-weight relationship shows negative allometric growth with the values of b = 2.3044 and R2 = 0.8021. The length first captures by of mini bottom trawl 33 mmCL, by gillnet 32 mmCL and by danish seine 30 mmCL and the length first gonad maturity 34 mmCL. The sex ratio has a male : female = 1 : 1,07. The highest ripe gonad (peaks spawning season) was in March and October. The growth rate (K) = 1.33/year and the infinity (L∞) length = 54.35 mmCL. Total mortality rate (Z) = 5.89/year, natural mortality (M) = 1.85/year, fishing mortality (F) = 4.04/year and exploitation rate (E) = 0.69. Catch per unit effort (CPUE) 1.71 - 4.18 kg/trip/day with an average of 2.57 kg/trip/day. The fishing season in February-May and famine in June-December. To maintain the sustainability of white shrimp in Jakarta Bay, it is advisable to increase the width of the mesh size and the closure of fishing in the spawning area at the peak spawning season.