Nyoman Ayu Permata Dewi
Institut Seni Indonesia Denpasar

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

BUSANA MUSLIM UNTUK GENERASI ALPHA PADA EVENT JAKARTA MUSLIM FASHION WEEK 2021/2022 Nyoman Ayu Permata Dewi; I Gusti Ayu Agung Mia Darmiati; Kadek Ayu Dwi Ratri Pradnyandari
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2021.v8.i3.010

Abstract

Muslim clothing has provisions for Muslim clothing in accordance with Islamic law, so that designing Muslim clothing cannot be separated from these regulations. This brings a challenge for fashion designers, to develop Muslim fashion designs that follow fashion trends but still adhere to the rules of Islamic law. The Jakarta Muslim Fashion Week 2021/2022 event is an event that accommodates fashion designers to develop their abilities in Muslim fashion in Indonesia. One of the works at the event was inspired by a concept, namely, the alpha generation. The alpha generation is the latest generation created by Mark McCrindle, for children born in 2010-2025. It is predicted that this generation has different characteristics from the previous generation. This discovery was then used as inspiration in the creation of women's Muslim clothing, to welcome the alpha generation based on the predicted characteristics of the alpha generation.The research on this work uses the method of observation, literature study and exploration. The observation method is carried out on the object of research which is a concept in the creation of works, namely the alpha generation. The literature study method collects data through various sources related to research. Meanwhile, in the exploration method, researchers conducted an in-depth exploration of the definition and character of the alpha generation. Based on the results of research on the concept of alpha generation, several data were generated which were summarized into a mind map, then selected a few words as keywords and made a moodboard. Based on the moodboard, alternative designs were designed and produced 6 ready-to-wear Muslim fashion designs with urban, modern, futuristic and comfortable styles. Of the 6 alternative designs, only 2 designs were selected for later realization. Both clothes are made with materials that have been adapted to the characteristics of the alpha generation who are open-minded, creative, adaptable, optimistic and high mobility.
FASHION FOR ALPHA GENERATION Nyoman Ayu Permata Dewi; Sri Utami; Kadek Ayu Dwi Ratri Pradnyandari
VISWA DESIGN: Journal of Design Vol. 1 No. 1 (2021): Viswa Design: Journal of Design
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.08 KB)

Abstract

Generasi Alpha atau Gen-A adalah generasi yang lahir setelah generasi Z, yaitu anak-anak yang lahir dari tahun 2010-2025. Istilah Gen-A dikemukakan pertama kali oleh peneliti bernama Mark Mc Crindle, beliau menjelaskan bahwa Gen-A merupakan generasi yang paling akrab dengan teknologi. Gen-A juga dianggap akan menjadi generasi yang memiliki karakteristik sangat berbeda dibandingkan dengan generasi pendahulunya. Karakteristik Gen-A ini menjadi sebuah fenomena baru yang akan terjadi di masa yang akan datang. Berdasarkan hal tersebut peneliti melihat dari sudut dunia fashion, ingin menjadikan fenomena ini sebagai sebuah ide dalam penciptaan karya baru. Rancangan busana yang akan diwujudkan adalah jenis busana ready to wear deluxe. Penciptaan ini bertujuan untuk menyambut para Gen-A dimasa depan dari sudut fashion, melalui perancangan busana yang nyaman digunakan dan style urban yang up to date. Metode penelitian yang digunakan dalam penilitian ini adalah observasi dan studi literatur terhadap objek penelitian yaitu Gen-A, serta metode eksplorasi terhadap karakteristik Gen-A untuk dijadikan inspirasi dalam penciptaan busana. Terdapat 2 teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teori generasi alpha dan teori fashion. Hasil dari penelitian ini adalah penciptaan sebuah karya baru berupa busana ready to wear deluxe yang diperuntukan bagi generasi alpha. Berdasarkan penggunaan konsep dari Gen-A, dilakukan beberapa tahapan penciptaan karya seperti pembuatan mind mapping yang merupakan bentuk dari hasil riset dan pengumpulan data, pemilihan keyword, pembuatan mood board, dan perancangan design development, pemilihan 2 final design hingga perwujudkan karya.
KAJIAN KESEIMBANGAN PADA PAKAIAN ADAT MATRUNA NYOMAN DAN MADAHA DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN I Gusti Bagus Bayu Baruna Ariesta; Nyoman Ayu Permata Dewi
Jurnal Da Moda Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Da Moda Oktober 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v1i1.53

Abstract

Kain gringsing, aside from being used as cloth that can be used as traditional clothing, is used for daily needs as well as a means of religious ceremony for the people of Tenganan. As in Tenganan Village there is a MaterunaNyoman and Medaha tradition which is a typical education of the local village. In this study the traditional duhateruna clothes in the MaterunaNyoman and Medahaceremonies were examined in the overall balance of clothing. Unity is a state or similarity between the opposing forces and gives rise to a balanced impression visually or in intensity of work. This research was conducted to understand in more detail about the elements of beauty value formed from the balance of the overall traditional clothes of MaterunaNyoman and MedahaTengananPegringsingan Village.
The PERANCANGAN MASKER KAIN SEBAGAI ALAT PELINDUNG DIRI DALAM SISTEM SUSTAINABLE FASHION Nyoman Ayu Permata Dewi; Sri Utami
Jurnal Da Moda Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Da Moda Mei 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v1i2.81

Abstract

ABSTRAK Penyebaran penyakit Coronavirus Disease 19 (COVID-19) sejak awal tahun 2020, memberikan banyak dampak negatif dalam kehidupan masyarakat di berbagai negara. Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena wabah COVID-19, sejak pertama kali kasus positif ditemukan pada bulan Maret 2020. Menyebarnya COVID-19 menyebabkan banyak korban yang meninggal dunia, perekonomian negara yang tidak stabil, hingga perilaku masyarakat yang juga memperburuk keadaan negara salah satunya adalah fenomena panic buying yang menyebabkan kelangkaan barang seperti sembako dan alat pelindung diri (APD). Alat Pelindung Diri (APD) yang menjadi hal penting dalam pencegahan COVID-19 adalah masker. Pemerintah Indonesia telah menetapkan peraturan sesuai dengan rekomendasi Lembaga Kesehatan Dunia (WHO), agar seluruh masyarakat umum baik dalam keadaan sakit maupun sehat wajib menggunakan masker apa bila akan melakukan aktifitas di luar rumah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang bertugas dalam menangai kasus COVID-19 di Indonesia juga telah memberikan pengarahan dan merekomendasikan penggunaan APD di lingkungan masyarakat umum adalah masker kain atau masker bedah 3ply. Berdasarkan hal tersebut penulis membuat rancangan masker kain dengan menggunakan sistem Sustainable Fashion, yang merupakan sebuah sistem pola pikir bertanggung jawab yang mempertimbangkan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi pada keseluruhan daur hidup produk. Penulis menggunakan kain perca dalam pembuatan masker kain sesuai dengan teori Zero Waste, untuk mengurangi jumlah limbah tekstil di Bumi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan observasi pada perkembangan kebutuhan masyarakat umum terhadap APD saat ini.
Kesenian Eco-print Hapazome pada Tekstil sebagai Antitesis Environmentally Unfriendly Textile Dyestuff Sri Utami; Igb Bayu Baruna Ariesta; Nyoman Ayu Permata Dewi
Abdi Seni Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v13i2.4230

Abstract

Today’s fashion business is concerned about the environmentally unfriendly or ecologically unfavorable problem of textile industry waste. It is well recognized that dyes have hazardous effects on living organisms, and industrial textile waste in general can be in the form of effluents (liquid waste) including dye residual substances.  Because it contaminates the water, textile dye waste is particularly unfavorable to the environment. Based on this, researchers design a textile using the Hapazome dyeing technique, which is an eco-friendly method of dying. This method falls under the category of eco-printing or natural printing. Hapazome technical art is one of the Japanese art which means leaf-dye. By hitting the leaf’s top surface against a piece of fabric, researchers apply Hapazome technique which can create a copy of the leaf’s motif form on fabric.  The motifs designed by researchers in the creation of textiles were chosen from one of Balinese cultures, that is, Balinese script. The choice of Balinese script as the primary theme for creating textile designs attempts to demonstrate one of Balinese local identities. Thus, the nuances and characteristics of the local Balinese are built into the fabrics that researchers created. Using the approach of art creation, research is done on the art of eco-printing Hapazome on textiles as the antithesis of environmentally unfriendly textile dyestuff. The method of art creation is a way of systematically putting a work of art into real.
ECO-PRINT HAPA ZOME ON TEXTILES AS ANTITHESIS ENVIRONMENTALLY UNFRIENDLY TEXTILE DYESTUFF Sri Utami; Igb Bayu Baruna Ariesta; Nyoman Ayu Permata Dewi
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 24, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v24i1.1639

Abstract

TTextile industry sector waste is one of the environmentally unfriendly problems that is a concern among the fashion world today. Based on this, the researchers designed a textile by applying environmentally friendly art or coloring techniques, namely, zome hapa art. This technique belongs to the type of eco-print or natural printing technique. The motifs designed by researchers in the creation of textiles were chosen using motifs inspired by one of the Balinese cultures, namely the Balinese script. The selection of Balinese script as the main idea in the creation of motifs on textiles aims to show one of the local identities of Bali. Thus, textile products were created that the researchers designed to build the nuances and local characteristics of Bali. This research was conducted using the method of art creation. The method of art creation is a systematic way of creating works of art. The stages of the creation of this work describe the design of the process of creating a work of art in accordance with the stages of creation from getting inspiration (ideas), designing textile motifs to the realization of the work of art. Keywords: Eco-Print; Hapa Zome; Textile DyestuffECO-PRINT HAPA ZOME PADA TEKSTIL SEBAGAI ANTITESIS ENVIRONMENTALLY UNFRIENDLY TEXTILE DYESTUFF AbstrakLimbah sektor industri tekstil adalah salah satu permasalahan enviromentally unfriendly yang menjadi perhatian di kalangan dunia mode saat ini. Berdasarkan hal tersebut maka, peneliti merancang sebuah tekstil dengan menerapkan seni atau teknik pewarnaan yang ramah lingkungan yaitu, seni hapa zome. Teknik ini tergolong dalam jenis eco-print atau teknik cetak alam. Motif yang dirancang peneliti dalam penciptaan tekstil dipilih menggunakan motif yang terinspirasi dari salah satu kebudayaan Bali yaitu, Aksara Bali. Pemilihan Aksara Bali sebagai ide utama dalam penciptaan motif pada tekstil bertujuan untuk memperlihatkan salah satu identitas lokal Bali. Sehingga, tercipta produk tekstil yang peneliti rancang membangun nuansa dan karakteristik lokal Bali. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengunakan metode penciptaan seni. Metode penciptaan seni adalah cara mewujudkan karya seni secara sistematik. Tahapan penciptaan karya ini menguraikan rancangan proses penciptaan karya seni sesuai dengan tahpan-tahapan pengkaryaan sejak mendapat inspirasi (ide), perancangan desain motif tekstil hingga perwujudan hasil karya seni. Kata kunci: Eco-Print; Hapa Zome; Textile Dyestuff AbstrakLimbah sektor industri tekstil adalah salah satu permasalahan enviromentally unfriendly yang menjadi perhatian dikalangan dunia mode saat ini. Berdasarkan hal tersebut maka, peneliti merancang sebuah tekstil dengan menerapkan seni atau teknik pewarnaan yang ramah lingkungan yaitu, seni hapa zome. Teknik ini tergolong dalam jenis eco-print atau teknik cetak alam. Motif yang dirancang peneliti dalam penciptaan tekstil di pilih menggunakan motif yang terinspirasi dari salah satu kebudayaan Bali yaitu, Aksara Bali. Pemilihan Aksara Bali sebagai ide utama dalam penciptaan motif pada tekstil bertujuan untuk menunjukan salah satu identitas lokal Bali. Sehingga, tercipta produk tekstil yang peneliti rancang membangun nuansa dan karakteristik lokal Bali. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengunakan metode penciptaan seni. Metode penciptaan seni adalah cara mewujudkan karya seni secara sistematik. Tahapan penciptaan karya ini menguraikan rancangan proses penciptaan karya seni sesuai dengan tahpan-tahapan pengkaryaan sejak mendapat inspirasi (ide), perancangan desain motif tekstil hingga perwujudan hasil karya seni. Kata kunci: Eco-Print, Hapa Zome, Textile Dyestuff
“HAK TANPA TEMATA” SEBUAH PRODUK UPCYCLE DAN REDESIGN SEPATU HIGH HEELS WANITA BEKAS MENJADI PRODUK SENI BARU Dewi, Nyoman Ayu Permata; Hartadi, Made Gana
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v14i1.78053

Abstract

Sepatu high heels adalah salah satu jenis alas kaki yang digunakan oleh wanita dalam berkegiatan sehari-hari ataupun acara khusus. Banyaknya pengguna sepatu high heels berdampak juga pada banykanya limbah yang dihasilkan. Seperti halnya ditemukan limbah sepatu banyak ditemukan terdampar dipesisir pantai dan tempat pembuangan akhir (TPA), lebih dari 300juta pasang sepatu ditemukan sebagai limbah, namun tatkala sepatu yang ditemukan masih dalam keadaan layak pakai, masih dapat berguna sesuai dengan fungsinya. Salah satu strategi dalam menanggulangi sampah dan untuk meningkatkan kualitas sebuah produk, maka peneliti melakukan proses upcycle dan redesign pada produk lama yang telah using, salah satunya adalah sepatu high heels wanita bekas yang masih berfung dengan baik hanya bagian interfacenya yang terlihat sudah tidak menarik. Proses upcycle dan redesign bertujuan untuk meningkatkan value sepatu tanpa harus banyak mengubah bentuk awal pada sepatu. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah metode kualitatif untuk mengumpulkan data dengan pendekatan kategori semantic. Pendekatan kategori semantic bertujuan untuk membantu dalam proses redesign. Redesign sepatu high heels tidak terlepas dari pembuatan konsep baru, konsep baru yang digunakan adalah temata dan gelombang laut. Produk yang dihasilkan berupa sepatu high heels dengan desain baru dengan nilai seni yang lebih baik. Kata-kata Kunci: Upcycle, Redesign, High Heels, Limbah Sepatu.
ANALISIS PRODUK ORIGAMI BOTTLE KARYA SMÅTT LIVING DALAM KONSERVASI LINGKUNGAN MELALUI REKAYASA TEKNOLOGI BERKELANJUTAN Prayatna, Wayan Dedy; Dewi, Nyoman Ayu Permata; Arsa, I Ketut Sida
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan botol plastik sekali pakai memiliki dampak lingkungan yang signifikan, mendorong pengembangan produk ramah lingkungan yang dapat menggantikan peran botol plastik. Origami Bottle, karya Smått Living, merupakan inovasi produk yang menggabungkan material silikon dan desain lipat yang terinspirasi dari origami untuk menciptakan botol minum yang portabel, mudah disimpan, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis inovasi produk Origami Bottle dengan menggunakan teori inovasi dari Joseph Schumpeter, yang meliputi konsep creative destruction dan new combinations. Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif-kualitatif yang berfokus pada pemahaman peran inovasi desain dan material dalam memenuhi kebutuhan pasar yang semakin peduli terhadap lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Origami Bottle merupakan contoh nyata dari creative destruction, dengan menawarkan alternatif berkelanjutan yang berpotensi menggantikan botol plastik sekali pakai. Inovasi ini tidak hanya menarik minat konsumen, tetapi juga mendorong perubahan perilaku konsumsi menuju produk yang lebih ramah lingkungan. Kesimpulannya, Origami Bottle berhasil menerapkan kombinasi baru yang sesuai dengan prinsip inovasi Schumpeter, menghadirkan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan praktis dan estetis, tetapi juga mendukung konservasi lingkungan. Inovasi ini membuka peluang bagi pertumbuhan pasar produk ramah lingkungan dan menginspirasi perusahaan lain untuk menciptakan inovasi yang berkelanjutan.
MODEL BISNIS PRODUK SERVICE SYSTEM DALAM DESAIN: PENGURANGAN LIMBAH UNTUK KONSERVASI LINGKUNGAN Dewi, Nyoman Ayu Permata; Hartadi, Made Gana; Karuni, Ni Kadek
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan bisnis yang memproduksi barang dengan masa pakai singkat menyebabkan peningkatan limbah, berdampak negatif pada lingkungan. Konsep Product Service System (PSS) menurut Osaka Mont menawarkan solusi berkelanjutan dengan memisahkan nilai dari kepemilikan produk, memungkinkan konsumen untuk menggunakan produk melalui penyewaan tanpa harus membelinya. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan PSS pada Diata Make Up & Hair Do, sebuah perusahaan di Bali yang menyediakan penyewaan kostum pernikahan dan jasa tata rias. Metode kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara dan analisis literatur guna memahami dampak PSS terhadap pengurangan limbah dan penerimaan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PSS di Diata tidak hanya mengurangi permintaan akan produk baru tetapi juga membantu memperpanjang siklus hidup produk yang ada. Selain itu, penerapan PSS ini memberikan alternatif yang ekonomis dan berkelanjutan bagi masyarakat, serta meningkatkan kesadaran tentang praktik konsumsi yang ramah lingkungan. Penelitian ini menegaskan potensi PSS sebagai model bisnis yang dapat diadopsi lebih luas untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.
Cinderamata Yang Mengangkat Penangkaran Penyu di Shindu Dwarawati Turtle Conservation Laksana, I Made Rama Wira; Dewi, Nyoman Ayu Permata; Prayatna, I Wayan Dedy
Anggit: Jurnal Desain Produk Vol 1 No 2 (2024): Anggit: Jurnal Desain Produk
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/ajdp.v1i2.4430

Abstract

Membuat produk cinderamata untuk Shindu Dwarawati Turtle Coservation ini bertujuan untuk memperkenalkan tempat penangkaran penyu kepada masyarakat agar bisa mengedukasi pentingnya penyu bagi dunia dan dampak populasi penyu terancam punah. Untuk mendapatkan hasil produk cinderamata, dilakukan survey lokasi serta wawancara kepada pengelola Shindu Dwarawati Turtle Conservation terlebih dahulu. Dalam wawancara ini, kami menggali informasi sebanyak – banyaknya agar bisa mengetahui tentang Shindu Dwarawati Turtle Conservation dan karakteristik penyu. Hal ini dilakukan untuk memperoleh pengetahuan dan ciri khas yang lebih mendalam tentang tempat penangkaran maupun penyu itu sendiri. Selama melakukan survey dan wawancara kepada pengelola, kami menemukan beberapa poin penting yang menarik untuk diangkat seperti suasana, spesies penyu yang diselamatkan, cara pelestarian penyu, jenis makanan penyu serta karakteristik penyu. Selama survei di lapangan, saya menemukan tiga jenis penyu, yaitu Penyu Sisik, Penyu Lekang, dan Penyu Hijau. Melalui survei ini, kami dapat menemukan ciri khas yang ada di tempat penangkaran penyu ini sehingga kami bisa membuat cinderamata yang bisa merepresentasikan penangkaran penyu.