Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAWASAN SADAR KEBERSIHAN DAN POTENSI BAHAYA (KADARSIH ) DI PONDOK PESANTREN KABUPATEN PAMEKASAN Rhomadhoni, Muslikha Nourma; Hutapea, Octavianus Hutapea; Ambarsari, Utami; Andini, Ari; Novembrianto, Rizka; Permana, Endah Budi; Wahyudi, Muhammad Ilham
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.22854

Abstract

Keberadaan pondok pesantren dan sekolah di pondok pesantren akan memberikan pengalaman hidup yang berharga bagi siswa. Mereka akan belajar untuk hidup mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat. Selain itu, mereka juga akan belajar untuk menghargai orang lain dan membangun persaudaraan yang erat. Pendidikan di pondok pesantren hampir sama dengan Pendidikan umum namun lebih banyak porsi pendidikan dan pendalaman tentang agama islam. Keberadaan siswa di pondok pesantren hampir 24 jam perlu menjaga kebersihan, berperilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, sarana untuk antisipasi kegawatdaruratan diperlukan agar, masyarakat pondok dapat mencegah dan mengantisipasi sebuah kejadian dalam kondisi darurat. Tujuan pengabdian Masyarakat ini adalah mendeklarasikan pondok pesantren sebagai kawasan sadar kebersihan dan potensi bahaya (Kadarsih). Metode yang digunakan sosialisasi (yakni sosialisasi dan edukasi higiene dan sanitasi, 5R (Resik, rapi, rawat, ringkas, dan rajin), sosialisasi kegawatdaruratan, lomba kebersihan, pemasangan tanda bahaya, praktik simulasi, dan komitmen kawasan kadarsih, penyusunan tim dan struktur organisasi dan program kerja. Hasilnya ada perubahan pemahaman santri yang sebelumnya sebagain besar tidak mengetahui tentang higiene dan sanitasi, 5R, kegawatdaruratan, tanda bahaya, Mereka mengakui kegiatan ini memiliki banyak manfaat dan baik serta mereka juga baru mendapatkan pengetahuan tersebut. Pada aktivitas pemasangan tanda bahaya (safety sign) di area pondok pesantren dan sekolah, mereka lebih memahami fungsi dari pemasangan tanda tersebut, serta harus berlari kemana jika ada bahaya, yaitu menuju titik kumpul. deklarasi kawasan sadar kebersihan dan potensi bahaya semakin melengkapi bahwa pondok pesantren harus berkomitmen kuat untuk menjunjung tinggi kebersihan sebagai salah satu kebutuhan, serta sadar potensi bahaya juga merupakan upaya untuk melindungi diri dari bahaya. kesimpulannya, program ini telah dilaksanakan di pondok pesantren di pamekasan, dilengkapi dengan tim dan pengurus kawasan kadarsih. Harapannya program ini akan terus dijalankan sebagai sebuah bagian penting dalam kehidupan pondok pesantren.
The Impact of Supply Chain Management on Water Distribution: Literature Revie Kuntoro, Bagus Dwi; Wahyudi, Muhammad Ilham; Andriawan, Didi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i12.5110

Abstract

This study aims to analyze the effect of Supply Chain Management (SCM) on the effectiveness of water distribution in a clean water provider company, in this case PT Air Minum Tabalong Bersinar (Perseroda) in the urban area of Tabalong Regency. In facing challenges such as distribution delays, water loss, and demand fluctuations, the implementation of SCM is considered to be able to improve efficiency and service. The study used a quantitative approach with a survey method of 130 respondents, consisting of employees and customers of PT Air Minum Tabalong Bersinar (Perseroda). The independent variables include raw water supply, inventory management, distribution, and information technology, while the dependent variable is the effectiveness of water distribution. Data analysis was carried out using multiple linear regression using SPSS version 25. The results showed that the four SCM variables simultaneously and partially had a significant effect on distribution effectiveness. The distribution component had a dominant influence, followed by inventory management and information technology. R² of 68.7% indicated that this analysis model could explain most of the variation in distribution effectiveness. These findings emphasize the importance of SCM integration, especially in distribution management and information systems, to improve timeliness, service quality, and customer satisfaction. This research provides practical contributions to management in designing more adaptive and efficient supply chain-based distribution strategies. Recommendations are directed at increasing the use of technology and strengthening relationships with stakeholders.