Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING KAKI BAGIAN DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 PANGKALPINANG Akbar, Ramadhan; Ulfah, Widati Amalin; Walton, Erick Prayogo
SPARTA Vol 1 No 2 (2019): SPARTA (Sport, Pedagogic, Recreation, and Technology)
Publisher : STKIP MBB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.966 KB) | DOI: 10.35438/sparta.v1i2.160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif  tipe  Student  Teams  Achievement  Division  (STAD)  terhadap  hasil belajar siswa pada materi passing kaki bagian dalam sepakbola siswa kelas VII SMP Negeri 5 Pangkalpinang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen.  Jenis  desain  yang  dipakai  adalah  nonequivalent  control group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan tes kemampuan passing kaki bagian dalam. Hasil kemampuan passing   kaki bagian dalam diuji menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil uji hipotesis menggunakan Uji T diperoleh Thitung = 10,620 dan nilai Ttabel  = 2,000, Nilai Thitung ? Ttabel. Data menunjukan bahwa kemampuan akhir kedua kelompok  berbeda.  Dapat disimpulkan bahwa  terdapat perbedaan  hasil yang signifikan antara kedua kelompok. Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berpengaruh positif terhadap kemampuan passing kaki bagian dalam pada pembelajaran sepakbola siswa kelas VII SMP Negeri 5 Pangkalpinang.
PENGARUH LATIHAN LOMPAT PARALON KARET TERHADAP HASIL LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA EKSTRAKURIKULER SD NEGERI 8 MENDOBARAT Armanda, Yuda; Ulfah, Widati Amalin; Walton, Erick Prayogo
SPARTA Vol 1 No 2 (2019): SPARTA (Sport, Pedagogic, Recreation, and Technology)
Publisher : STKIP MBB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.375 KB) | DOI: 10.35438/sparta.v1i2.161

Abstract

Paralon karet adalah peralatan modifikasi yang terbuat dari pipa plastik dan menggunakan karet gelang sebagai mistar dibagian atas paralon. Latihan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan lompat paralon karet terhadap hasil lompat jauh gaya jongkok pada siswa ekstrakurikuler SD Negeri 8 Mendobarat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang aktif dalam mengikuti ekstrakurikuler di SD Negeri 8 Mendobarat. Sampel yang digunakan berjumlah 20 orang siswa yang aktif dalam mengikuti ekstrakurikuler. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa nilai hasil uji normalitas dari pretest (tes awal) adalah 0,149, sedangkan hasil postest (tes akhir) adalah 0,173. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t berhubungan diperoleh nilai thitung > ttabel pada taraf signifikan 0,05 yaitu 2,857 > 1,729, sehingga dapat diambil keputusan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini membuktikan, ada pengaruh signifikan latihan lompat paralon karet terhadap hasil lompat jauh gaya jongkok pada siswa ekstrakurikuler SD Negeri 8 Mendobarat.
PENGARUH LATIHAN SIRKUIT TRAINING TERHADAP KECEPATAN TENDANGAN SABIT PADA SISWA EKSTRAKULIKULER PENCAK SILAT SMP NEGERI 2 PANGKALPINANG Nurhasanah, Nurhasanah; Ulfah, Widati Amalin; Walton, Erick Prayogo
SPARTA Vol 1 No 2 (2019): SPARTA (Sport, Pedagogic, Recreation, and Technology)
Publisher : STKIP MBB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.258 KB) | DOI: 10.35438/sparta.v1i2.163

Abstract

Sirkuit training  merupakan salah satu bentuk latihan yang dilakukan dalam satu putaran melewati beberapa pos, pada setiap pos siswa melakukan berbagai bentuk latihan yang bervariasi dan dilakukan secara berulang-ulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil peningkatan kecepatan tendangan sabit pada siswa ekstrakulukuler pencak silat SMP Negeri 2 pangkalpinang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian eksperimental yang digunakan adalah pretest dan posttest control group design. Populasi terdiri dari 28 siswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik total sampling. Setelah semua data dianalisis dengan berbagai tahapan yang dimulai dari uji statistika untuk menentukan mean, median, modus, standar deviasi, varian dan range. Kemudian dilakukan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis dengan syarat  lebih besar dari Berdasarkan perhitungan diketahui bahwa thitung = 3,483 > 2,056, maka dapat disimpulkan bahwa ha diterima, artinya bahwa terdapat pengaruh latihan sirkuit jump kick terhadap kecepatan tendangan sabit pencak silat.
PENGARUH LATIHAN BARRIER HOPS DAN KNEE TUCK JUMP UNTUK MENINGKATKAN TENDANGAN JARAK JAUH (LONGPASS) SEKOLAH SEPAKBOLA AYOMA U-16 PEDINDANG KABUPATEN BANGKA TENGAH Rizki, Ade; Ulfah, Widati Amalin; Oktarina, Oktarina
SPARTA Vol 2 No 1 (2019): SPARTA (Sport, Pedagogic, Recreation, and Technology)
Publisher : STKIP MBB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.057 KB) | DOI: 10.35438/sparta.v2i1.164

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya tendangan jarak jauh (long pass) pemain Sekolah Sepakbola ayoma U-16. Penelitian ini bertujuan untuk membandingakn pengaruh latihan Barrier Hops  dan Knee Tuck Jump terhadap tendangan jarak jauh (longpass) sekolah sepakbola Ayoma U-16. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif (eksperimen). Metode yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah pemain sekolah sepakbola Ayoma U-16 yang berjumlah 24 anak. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling sistematis yang teknik penentuan sampelnya berdasarkan jumlah populasi Instrumen yang digunakan adalah tes menendang bola jarak jauh. Setelah semua data dianalisis dengan berbagai tahapan yang dimulai dari uji statistika untuk menentukan mean, median, modus, standar deviasi, varian dan range. Kemudian dilakukan uji normalitas data, uji homogenitas dan uji hipotesis dengan syarat  > Hasil yang diperoleh yaitu, 3.233>2.074, maka dapat disimpulkan bahwa  diterima dan dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh latihan Barrier Hops  dan Knee Tuck Jump yang digunakan dalam tendangan jarak jauh (longpass).
Workshop Pelatihan Pencegahan Dan Perawatan Cidera (PPC) Guru Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang Khadavi, Muhammmad Rizkan; Ulfah, Widati Amalin
AL QUWWAH : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): AL QUWWAH : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LP2M IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/aq.v1i1.619

Abstract

Every activity, especially physical exercise, both in the activities of education, training, or fitness, can not be separated from the possibility of the occurrence of the name of the injury and ultimately result in disruption of physical activity, psychological, and achievement. Many factors are accidents or injuries while doing the learning process Physical education including, learning environment factors, facility factors, equipment factors, learning management factors, assistance engineering factors, and teaching task planning factors. The methods used in this service are lectures and practices of prevention and treatment of injuries. The target of this activity is that participants can prevent injuries to students or athletes who are doing learning andtraining, provide first aid in the event of injury to students or athletes, and care for students or athletes who are affected by long-term injuries. Setiap melakukan aktivitas khususnya fisik olahraga baik dalam kegiatan Pendidikan, pelatihan, atau kebugaran, tidak lepas dari kemungkinan terjadi yang namanya cedera dan pada akhirnya berakibat terganggunya aktivitas fisik, psikis, dan prestasi. Banyak faktor kecelakaan atau cedera saat melakukan proses pembelajaran Pendidikan jasmani diantaranya, Faktor lingkungan belajar, faktor fasilitas, faktor peralatan, faktor manajemen pembelajaran, faktor teknik bantuan, dan Faktor perencanaan tugas ajar. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah dan praktek pencegahan dan perawatan cedera. Target kegiatan ini adalah peserta dapat mencegah terjadinya cedera pada siswa atau atlet yang sedang melakukan pembelajaran dan latihan, memberikan pertolongan pertama apabila terjadi cedera pada siswa maupun atlet, dan merawat siswa atau atlet yang terkena cedera jangka Panjang.
Model pembelajaran PJOK berbasis experiential learning untuk meningkatkan basic movement skills Ulfah, Widati Amalin; Putranto, Dedy
Bravo's: Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Vol 13 No 4 (2025): Bravo's: Journal of Physical Education and Sport Science
Publisher : Physical Education Departement of University PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/bravos.v13i4/216

Abstract

The low mastery of Basic Movement Skills (BMS) among elementary school students remains a fundamental issue in Physical Education, Sports, and Health (PJOK) learning. Many instructional activities are still teacher-centered and provide limited opportunities for students to engage in direct learning experiences. This condition leads to suboptimal development of fundamental movement abilities, which should serve as the foundation for students’ competence in performing various physical activities. This study aims to develop an Experiential Learning–based PJOK instructional model to improve the Basic Movement Skills of elementary school students. The research employed the ADDIE development model, consisting of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects were fourth-grade students at SD Negeri 15 Pangkalpinang. Data were collected through observations, interviews, questionnaires, expert validation, and BMS tests. Expert validation results indicated that the developed model was highly feasible, with an average validation score of 88.6%. Both limited and extensive trials demonstrated a significant increase in students’ BMS scores (p < 0.05) after the implementation of the learning model. These findings suggest that the Experiential Learning–based PJOK model is not only feasible but also effective in improving elementary students’ fundamental movement skills. In conclusion, the developed model serves as an innovative alternative for PJOK instruction that is more active, reflective, and grounded in meaningful student experiences