ABSTRAK Rendahnya kemampuan literasi dan numerasi pada siswa sekolah dasar, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan fasilitas pembelajaran, menjadi tantangan penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui pendekatan aktivitas fisik edukatif yang disesuaikan dengan karakteristik belajar kinestetik anak. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan deskriptif kualitatif, yang meliputi tahapan analisis kebutuhan siswa dan lingkungan belajar, perancangan aktivitas fisik edukatif berbasis literasi dan numerasi, implementasi kegiatan pembelajaran, serta evaluasi hasil kegiatan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian perkembangan kemampuan siswa. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Nadung, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, dengan melibatkan 15 siswa kelas rendah sekolah dasar. Aktivitas pembelajaran dirancang dalam bentuk permainan edukatif, antara lain Lompat Huruf, Gerak Angka, dan Estafet Cerita, yang mengintegrasikan unsur gerak, bahasa, dan matematika secara terpadu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterlibatan siswa dalam pembelajaran, kemampuan fonetik, pengenalan huruf, pemahaman angka, serta kemampuan mengidentifikasi pola bilangan. Selain itu, pendekatan aktivitas fisik edukatif terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, konsentrasi, kerja sama, serta perkembangan sosial-emosional siswa selama proses pembelajaran. Secara keseluruhan, model pembelajaran berbasis aktivitas fisik edukatif ini mudah diterapkan, relevan dengan kebutuhan siswa sekolah dasar di daerah pedesaan, serta memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan literasi dan numerasi. Temuan ini mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar yang menekankan pembelajaran aktif, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik. Kata kunci: Literasi, Numerasi, Aktivitas Fisik Edukatif, Sekolah Dasar ABSTRACTThe low levels of literacy and numeracy skills among elementary school students, particularly in rural areas with limited learning facilities, present a significant challenge in efforts to improve the quality of basic education. This community service program aims to enhance students’ literacy and numeracy abilities through educational physical activity approaches tailored to the kinesthetic learning characteristics of children. The program was implemented in Nadung Village, Payung District, South Bangka, involving 15 lower-grade students. The implementation stages included needs analysis, the design of educational physical activities, the execution of games such as Letter Jump, Number Move, and Story Relay, as well as the evaluation of students’ skill development. The results indicate a significant improvement in student engagement, phonetic skills, letter recognition, number comprehension, and the ability to identify number patterns. In addition, this approach effectively enhanced students’ motivation, concentration, collaboration, and socio-emotional development throughout the learning process. Overall, the educational physical activity model proved to be easy to implement, relevant to the needs of elementary school students, and contributed positively to improving literacy and numeracy outcomes. These findings also support the implementation of the Merdeka Belajar (Freedom to Learn) policy, which emphasizes active, enjoyable, and student-centered learning. Keywords: Literacy, Numeracy, Educational Physical Activities, Elementary School.
Copyrights © 2025