Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

EVALUASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN STUNTING DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR KABUL, LALU MUH.
GANEC SWARA Vol 18, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v18i1.749

Abstract

The scope of the study is process evaluation and outcome evaluation. The aim of the  study is to analysis an evaluation process and outcome evalution. The study method used is mixed methods, namely quantitative and qualitative. The result of study showed that implementation process of stunting intervention at locus village include 8 integrated actions where each action has been fully achieved target 100 percent. Stunting intervention at locus village significantly influence to the outcome namely decreasing of stunting prevalency. In addition, there is very strong negative correlation between amount of locus village and stunting prevalency
Perkembangan Terbaru dalam Paradigma Administrasi Publik: New Public Governance Ali, Muhammad; Kabul, Lalu Muh.
ARZUSIN Vol 5 No 3 (2025): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v5i3.5592

Abstract

The research is motivated by the difference paradigms in public administrative science such as public administration paradigm of Nicholas Henry, Mark, and Osborne. The difference occurred due to there is no classification yet. The research aims to analyze latest development in revolutionary paradigm of public administration. A qualitative approach is employed, utilizing literature review with an integrative technique. Data is collected from various sources such as articles, books, and other text, and analized by content analysis. The result indicate that public administrative science can be classified into two paradigms, namely evolutionary paradigm and revolutionary paradigm. A public administration paradigm of Nicholas Henry can be classified into evolutionary paradigm. Meanwhile, a public administration paradigm of Mark and Osborne can be classified into revolutionary paradigm. In the context of revolutionary paradigm, latest development paradigm of public administration is new public governance.
PENGEMBANGAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA BERBASIS BUKTI MELALUI PELATIHAN METODE PRA DI WILAYAH BINAAN LEMBAGA JALIN NUSA: Promoting Evidence Based Village Government Action Plan through Training of PRA Method at Working Area of Jalin Nusa Institute Kabul, Lalu Muh.
Al-Amal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Yayasan Al-Amin Qalbu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59896/amal.v2i1.76

Abstract

The aim of implementing services is to promote evidence based village government action plan through participatory rural appraisal (PRA) training at working area of Jalin Nusa Institute. The method used in implementing services consist of survey, promote training module, training implementation, monitoring and evaluation. The PRA training has been carried out for 3 days by using emancipatory adult education method and approach. According to the most of training participant (83.33 percent) training PRA has been well conducted. Before training, according to most of training participant (91.67 percent) that they have no knowledge and skill about PRA method. Meanwhile after training, according to most of training participant (93.33 percent) that they have gained a good knowledge and skill about PRA method
Peningkatan partisipasi perempuan dalam perencanaan pembangunan daerah melalui sosialisasi aplikasi ASANTB Rahmi, Siti Atika; Krosby, Sebtiara Syahrani; Istiqomah, Nurul; Sabrina, Nadia; Selva, Selva; Mintasrihardi, Mintasrihardi; Mustamin, Mustamin; Kabul, Lalu Muh.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.24600

Abstract

AbstrakAdapun tujuan dilakukanya pengabdian untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan daerah di NTB melalui aplikasi/website ASANTB dibeberapa sektor seperti; pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dll. Dan untuk memperdayakan perempuan agar lebih terlibat secara aktif dalam proses pengambilan keputusan di tingkat daerah. Dengan ada sosialisasi ini, diharapkan perempuan dapat lebih memahami cara menggunakan aplikasi ASANTB, yang merupakan alat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka dalam perencanaan pembangunan. Serta tujuan lainnya adalah untuk memastikan agar suara perempuan lebih terdengar dan dipertimbangkan dalam kebijakan pembangunan daerah, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan semua kelompok masyarakat. Metode pengabdian ini dilakukan menggunakan beberapa tahap pelaksanaan pertama; tahap persiapan kegiatan, kedua tahap koordinasi pelaksanaan kegiatan, dan ketiga tahap pelaksanaan kegiatan. Hasil dari pengabdian ini menunjukan bahwa masih kurang partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosialisasi aplikasi ASANTB, hal ini karena peserta yang hadir tidak mencapai target yaitu 20 orang, namun yang mengisi aspirasi tersebut lebih dari peserta yang hadir yakni 15 orang. Hal ini dibuktikan dengan data pengisi aspirasi sebesar 50%. Namun, untuk dalam proses pengisian aspirasi selama sosialisasi berlangsung peserta mengalami keterbatasan internet untuk mengakses website ASANTB. Kata kunci: partisipasi perempuan; ASANTB                                                Abstract The purpose of the service is to increase women’s participation in regional development in NTB through the ASANTB application/website in several sectors such as; education, infrastructure, health, etc. and to empower women to be more actively involved in the decision-making process at the local level. With this socialization, it is hoped that women can better understand how to use the ASANTB application, which is a tool convey their aspirations and needs in development planning. Another goal is to ensure that women’s voices are more heard and considered in regional development policies, so that the resulting policies are more inclusive and responsive to the needs of all community groups. This service method is carried out using several stages of implementation,the frist stage of activity preparation, the second stage of coordination of the implementation of activities, and the third satge of the implementation of activities. The result of this dedication show that there is still insufficient community participation in the socialization activities of the ASANTB application.this is becase the number of attendees did not reach the target of 20 people, but the number of individuals who provided input exceeded the number of attendees, which was 15 people. This is evidenced by the data showing a 50% participation rate in providing input. However, during the socialization process, participants feced limitations in accesseing the ASANTB website due to internet constraints. Keywords: women's participation; ASANTB
PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK LOKAL MELALUI DIGITALISASI MANAJEMEN PENGELOLAAN USAHA Kabul, Lalu Muh.; Afriwan, Okky; Zaenudin, Zaenudin; Ahyat, M.; Zaeniah, Zaeniah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.51889

Abstract

Tujuan kegiatan Peningkatan Daya Saing Produk Lokal Melalui Digitalisasi Manajemen Pengelolaan Usaha Kelompok Pengerajin Anyaman Ketak Khas Lombok “Linda Art Shop”. di Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan ini diikuti sebanyak anggota kelompok sebanyak 10 orang (8 orang sebagai menganyam ketak (produksi) dan 2 orang sebagai tenaga pemasran) dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan meliputi : a. Pelatihan produksi sekaligus pemberian bahan dan peralatan produksi, b. Pelatihan manajemen, yang meliputi: manajemen keuangan dan manajemen pemasaran, c. Pelatihan perencanaan bisnis (business plan) dan d. Pelatihan menggunakan teknologi informasi dan pembuatan website pemasaran. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan ini menggunakan pendekatan partisipatif dan difusi ilmu pengetahuan, yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan peserta dan memastikan transfer pengetahuan yang efektif. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi kelompok usaha terutama dalam hal peningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengrajin dalam hal pemahaman tentang manajemen produksi, pengelolaan keuangan, perencanaan bisnis dan manajemen pemasaran dengan menggunakan teknologi informasi.