Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mitologi Domestikasi Perempuan dalam Literatur Islam (Studi atas Peran Perempuan Di Ruang Publik dalam al-Qur’an dan Hadis) Asparina, Atropal; Fadilah, Rizfa
Raheema Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/raheema.v10i2.1684

Abstract

Tulisan ini mengkaji teks-teks al-Qur’an dan Hadis yang menjelaskan peran perempuan di ruang publik. Uniknya, baik dalam al-Qur’an dan Hadis, terdapat kesan yang bisa dibilang saling bertentangan terkait peran perempuan di ruang publik. Dalam beberapa ayat atau Hadis, banyak sekali dijelaskan bagaimana perempuan berkiprah di ruang publik, seperti dalam perang, kegiatan sosial, ekonomi, dan lainnya. Namun, di sisi lainnya, terdapat juga teks yang sangat jelas mendomestikasi perempuan, seperti lebih utama shalat di rumah, larangan bepergian tanpa maḥram, dan perempuan sebagai aurat dan fitnah jika berada di luar rumah. Permasalahannya, bahkan sampai saat ini, masih kuat sekali narasi-narasi yang menyatakan bahwa perempuan sudah seharusnya ‘hanya’ aktif di wilayah domestik. Melalui teori mitos Roland Barthes, teks-teks yang mempunyai kesan kuat mendomestikasi perempuan, dan mengapa narasi-narasi itu masih kuat, akan dianalisis. Hasilnya, dalam perspektif teori mitologi, mitos-mitos pengetahuan yang mengeliminasi pengetahuan lain yang sama-sama otoritatif terjadi pada konteks peran pemepuan di runag publik. Adapun bagaimana proses mitologisasi itu terjadi, adalah menjadi pertanyaan dan sajian utama dalam tulisan ini.
Masjid dan Ruang Spiritualitas Bagi Difabel: Observasi Kritis terhadap Masjid-masjid Populer di Yogyakarta Asparina, Atropal
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2957.973 KB) | DOI: 10.14421/lijid.v2i2.2014

Abstract

Every religious person has an equal space for spirituality to exercise, feel, and express his beliefs, but then this faces obstacles such as social class, gender bias, and especially disability. This research elaborates on the concept of an ideal-inclusive Islamic spirituality space in the Qur'an and Hadith, and also the spirituality space for people with disabilities in popular mosques in Yoyakarta. This study uses a hermeneutic approach to the Qur'an and Hadith and descriptive-analytic methods through critical observation and interviews with managers of popular mosques in Yogyakarta. As a result, the concept of spiritual space in the Koran, Hadith, even early Islamic history, has been very 'friendly' for people with disabilities, although historically this effort has been constrained by social factors such as majority-minorities, budget facilities, traditions and established culture. Therefore, the writer tries to classify the mosque into: a public mosque, a mosque towards a disabled person, a mosque with a disability awareness, and a mosque that is friendly to people with a disability.