Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Juring (Journal for Research in Mathematics Learning)

Membentuk Sketsa Grafik Mahasiswa Tadris Matematika: Menggunakan Instrument Penalaran Kovariasonal Thompson Apriyono, Fikri; Sunardi, Sunardi; Susanto, Susanto; Suwito, Abi
Juring (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/juring.v7i3.27941

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran level membentuk sketsa grafik/ Shape of Sketched Graph (SSG) mahasiswa tadris matematika atau calon guru matematika dengan menggunakan instrumen penalaran kovariasional yang dikembangkan oleh Thompson. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penemilian deksriptif kualitatif yang mendeskripsikan setiap level SSG supaya mendapatkan gambaran yang jelas. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 132 mahasiswa prodi tadris matematika UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dari angkatan semester 1, semester 3, dan semester 4 tahun akademik 2023/2024. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes instrumen  dan  yang dikembangkan oleh Thompson. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Data kuantitatif untuk mengetahui gambaran sebaran level pada masing-masing kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa level terendah atau level B0 memiliki prosentase terbesar juga yaitu sebesar 14% untuk semester 1, 28% untuk semester 3, dan 38% untuk semester 5. Sedangkan untuk empat level tertinggi masih rendah yaitu level B3b, B3a, B4b, dan B4a. Keempat level tersebut masing-masing masih kurang dari 5% hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir bentuk grafik masih lemah ketika menghubungkan besaran-besaran pada sumbu  dan sumbu . Mahasiswa dengan level B0 dan B1 belum memahami makna penalaran kovariasional yang melibatkan dua besaran antara sumbu u dan sumbu v. Pada level B2 meraka memiliki kemampuan penalaran tetapi belum maksimal. Sedangkan untuk level B3b, B3a, dan B4b, mereka membuat grafik mendekati sempurna atau sudah memiliki penalaran kovariasional. Pada level tertinggi B4a hanya terdapat 2 mahasisa atau calon guru yang memeiliki penalaran kovariasional sempurna.