Nuruzzaman, Muhammad Taufiq
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Cyber Security dan Forensik Digital (CSFD)

Evaluasi Keamanan Sistem Informasi Dengan Indeks KAMI Dan COBIT 5 Di Pesantren Habibullah, Ricky; Nuruzzaman, Muhammad Taufiq; Mulyanto, Agus
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 7 No. 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2024.7.2.4576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keamanan sistem informasi di pondok pesantren se-Kabupaten Jombang dengan menggunakan Indeks KAMI dan kerangka kerja COBIT 5. Sampel penelitian mencakup 10 pesantren yang dipilih secara purposive sampling, mewakili dari total populasi sebanyak 210 pesantren. Evaluasi dilakukan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang mengukur tingkat kapabilitas pada enam domain utama COBIT 5, yaitu DSS01 (Mengelola Operasi), DSS02 (Mengelola Permintaan Layanan dan Insiden), DSS03 (Mengelola Masalah), DSS04 (Mengelola Keberlanjutan), DSS05 (Mengelola Layanan Keamanan), dan DSS06 (Mengelola Kontrol Proses Bisnis). Analisis menunjukkan bahwa sebagian besar pesantren berada pada Level 2 kapabilitas, yang mencerminkan implementasi praktik dasar keamanan informasi, namun belum optimal. Analisis Indeks KAMI mengungkapkan bahwa hanya sedikit pesantren yang memenuhi validitas Tingkat III, dengan mayoritas pesantren berada pada Tingkat II, menunjukkan perlunya perbaikan dalam tata kelola keamanan informasi. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan manajemen keamanan informasi melalui pelatihan, pengembangan kebijakan yang komprehensif, dan penerapan teknologi yang lebih canggih untuk memastikan integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan data dalam mendukung operasional pendidikan. Kata kunci: Keamanan Informasi, Indeks KAMI, COBIT 5, Pondok Pesantren, Evaluasi Sistem. ----------------------------------- Abstract This study aims to evaluate the information system security in pondok pesantren across Jombang Regency using the KAMI Index and the COBIT 5 framework. The study sample consisted of 10 pesantren selected through purposive sampling, representing 10% of the total population of 210 pesantren. The evaluation was conducted by collecting data through questionnaires that assessed capability levels across six main domains of COBIT 5, namely DSS01 (Manage Operations), DSS02 (Manage Service Requests and Incidents), DSS03 (Manage Problems), DSS04 (Manage Continuity), DSS05 (Manage Security Services), and DSS06 (Manage Business Process Controls). The analysis revealed that most pesantren were at Capability Level 2, indicating the implementation of basic information security practices, though not yet optimal. The KAMI Index analysis showed that only a few pesantren met the validity criteria for Level III, with the majority positioned at Level II, highlighting the need for improvements in information security governance. These findings underscore the importance of strengthening information security management through training, comprehensive policy development, and the adoption of advanced technologies to ensure data integrity, confidentiality, and availability in supporting educational operations. Keywords: Information Security, KAMI Index, COBIT 5, Pondok Pesantren, System Evaluation
Kesiapan Aparatur Sipil Negara (ASN) Terhadap Implementasi UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP): The Readiness of Civil Servants (ASN) for the Implementation of the Personal Data Protection Act (PDP Act) Nuruzzaman, Muhammad Taufiq; Wirawan, Adi; Muslimah, Ulfa Septi; Setyono, Yoga
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 8 No. 1 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2025.8.1.4999

Abstract

Undang-undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) telah disahkan oleh DPR pada 17 Oktober 2022 lalu menjadi UU No 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Salah satu pasalnya menyebutkan bahwa UU ini akan mulai berlaku 2 tahun setelah diundangkan yaitu 17 Oktober 2024. Artinya, semenjak UU ini berlaku pada Oktober 2024 nanti, maka sanksi-sanksi terhadap pelanggaran UU ini juga akan berlaku. Mengingat status tersebut maka sudah selayaknya untuk UIN Sunan Kalijaga memperhatikan dengan baik implementasi UU PDP tersebut. Pada penelitian ini, pengetahuan dan persiapan para ASN di UIN Sunan Kalijaga akan disurvei dan dievaluasi. Dari sisi persiapan, afeksi ASN terhadap implementasi ini akan ditanyakan. Dari total ASN sebanyak 1009 orang, ada 152 responden yang menjawab dengan lengkap. Survei dilakukan pada November dan Desember 2024. Hasil dari survei menunjukkan bahwa secara umum responden dalam hal ini adalah ASN di UIN Sunan Kalijaga sudah cukup memahami tentang keberadaan dan konsekuensi dari UU PDP ini. Akan tetapi, mereka juga banyak yang menyatakan bahwa UIN Sunan Kalijaga sebagai institusi belum siap untuk menghadapi konsekuensinya. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi ulang dan penambahan infrastruktur keamanan informasi agar tidak terkena jerat pidana maupun perdata di kemudian hari. Analisis data juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pengetahuan dan afeksi untuk beberapa kelompok responden sehingga kegiatan-kegiatan terkait implementasi UU PDP harus melibatkan semua pihak dan semua level jabatan. Kata kunci: Personal Data Protection Act, UIN Sunan Kalijaga, Information Security ------------------------------- Abstract The Personal Data Protection Act (PDP Act) was enacted by the Indonesian House of Representatives on October 17, 2022, becoming Law No. 27 of 2022 on Personal Data Protection. One of its articles states that the law will take effect two years after its promulgation, specifically on October 17, 2024. This means that starting from October 2024, the sanctions for violations of this law will also come into force. Given this status, it is imperative for UIN Sunan Kalijaga to carefully consider the implementation of the PDP Act. In this study, the knowledge and preparedness of civil servants (ASN) at UIN Sunan Kalijaga were surveyed and evaluated. Regarding preparedness, the affective response of the civil servants toward the implementation of this law was assessed. Out of a total of 1,009 civil servants, 152 respondents provided complete responses. The survey was conducted in November and December 2024. The results of the survey indicate that, in general, the respondents, who in this case are civil servants at UIN Sunan Kalijaga, have a reasonable understanding of the existence and implications of the PDP Act. However, many also expressed that UIN Sunan Kalijaga as an institution is not yet prepared to face its consequences. Therefore, further dissemination and the enhancement of information security infrastructure are necessary to avoid criminal or civil liabilities in the future. Data analysis also shows that there is no significant difference in knowledge or affective response across various groups of respondents. Hence, activities related to the implementation of the PDP Act must involve all parties and all levels of positions within the institution. Keywords: Personal Data Protection Act, UIN Sunan Kalijaga, Information Security
Tingkat Keamanan Jaringan Home Wi-Fi Di Kota Yogyakarta Terhadap Password Attack Panggih Gumelaring Praja; Nuruzzaman, Muhammad Taufiq; Sugiantoro, Bambang
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 8 No. 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2025.8.2.5113

Abstract

Penggunaan teknologi Wi-Fi yang meningkat seiring berjalanannya waktu menimbulkan keresahan dikarenakan masalah keamanan jaringan yang masih mendapat sedikit perhatian. Kota Yogyakarta sebagai penyandang kota dengan indeks literasi digital tertinggi dan perencanaan program smart city-nya belum ada jaminan keamanan terkait permasalahan ini. Penelitian ini ditunjukan untuk mengkaji tingkat keamanan jaringan home Wi Fi terhadap password attack untuk keperluan data statistik dan bahan edukasi. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik quota sampling dan penetration testing sebagai metode pengumpulan datanya. Hasil penelitian menunjukan serangan WPA cracking dan WPS cracking berhasil mendapatkan sebagian kecil akses login berupa password serta mengukur persentase keamanan tingkat kota maupun di setiap kecamatannya. Selain data serangan, terdapat beberapa rekomendasi untuk melindungi access point supaya terhindar dari serangan tersebut. Kata kunci: Wi-Fi, password attack, WPA cracking, WPS cracking -------------------------------------------------------------------------------------------------- The Security Level Of Home Wi-Fi Networks Against Password Attacks The escalating use of Wi-Fi technology has raised concerns due to network security issues that often receive inadequate attention. Despite Yogyakarta's status as a city with the highest digital literacy index and its smart city program initiatives, there is no guaranteed security regarding these problems. This research aims to assess the security level of home Wi-Fi networks against password attacks for statistical data and educational purposes. The sampling method employed was quota sampling, with penetration testing used as the data collection method. The research results indicate that WPA cracking and WPS cracking attacks successfully obtained a small portion of login credentials in the form of passwords, and measured the percentage of security levels at the city level and in each sub-district. In addition to the attack data, several recommendations are provided to protect access points from these attacks. Keywords: Wi-Fi, password attack, WPA cracking, WPS cracking
Evaluasi Tingkat Keamanan Teknologi Informasi Menggunakan Indeks KAMI Pada Pondok Pesantren di Kabupaten Situbondo M. Syaifullah; Nuruzzaman, Muhammad Taufiq; Fatwanto, Agung; Sumarsono
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 8 No. 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2025.8.2.5494

Abstract

Dalam era digital yang semakin berkembang, tata kelola teknologi informasi (TI) memiliki peran krusial dalam mendukung efektivitas operasional dan strategis suatu organisasi, termasuk lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kematangan keamanan teknologi informasi di 21 pondok pesantren di Kabupaten Situbondo dengan menggunakan Indeks KAMI versi 5.0 yang berbasis pada standar SNI ISO/IEC 27001:2022. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner serta verifikasi kuesioner yang mencakup tujuh area utama indeks keamanan informasi (KAMI) dan satu area suplemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pondok pesantren berada pada tingkat kematangan I dan I+, yang menandakan bahwa pengelolaan keamanan teknologi informasi masih dilakukan secara informal dan belum terdokumentasi dengan baik. Beberapa aspek penting, seperti manajemen risiko, perlindungan data pribadi, serta pengelolaan aset informasi, belum diimplementasikan secara optimal. Selain itu, keterlibatan pihak ketiga dalam mendukung pengelolaan sistem informasi masih sangat terbatas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kesiapan keamanan teknologi informasi di pondok pesantren Kabupaten Situbondo masih rendah sehingga diperlukan intervensi strategis melalui kebijakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kerja sama eksternal untuk mencapai minimal tingkat kematangan Level III+. Kata kunci: Tata Kelola Teknologi Informasi, Indeks KAMI, Pondok Pesantren, SNI ISO/IEC 27001:2022 -------------------------------------------------------------------------------------------------- Evaluation of Information Technology Security Level Using the KAMI Index at Islamic Boarding Schools in Situbondo Regency In the rapidly evolving digital era, information technology (IT) governance plays a crucial role in supporting both operational and strategic effectiveness within organizations, including Islamic educational institutions such as Islamic boarding schools (pondok pesantren). This study aims to evaluate the maturity level of information technology security in 21 Islamic boarding schools in Situbondo Regency using the KAMI Index version 5.0, which is based on the SNI ISO/IEC 27001:2022 standard. A qualitative research method was employed, with data collected through questionnaires and their verification, covering seven main areas of the KAMI information security index and one supplementary area. The findings reveal that most Islamic boarding schools are at maturity levels I and I+, indicating that information technology security management is still carried out informally and has not been properly documented. Key aspects such as risk management, personal data protection, and information asset management have not yet been optimally implemented. Furthermore, third-party involvement in supporting information system management remains very limited. Therefore, it can be concluded that the readiness level of information technology security in Situbondo’s Islamic boarding schools is still low, requiring strategic interventions through policy development, capacity building of human resources, and external collaboration to achieve at least maturity level III+. Keywords: Information Technology Governance, KAMI Index, Islamic Boarding Schools, SNI ISO/IEC 27001:2022