Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Surface Modification of Hematite using Stearic Acid as Hydrophobic Inorganic Pigment Materials Iqbal, Rendy Muhamad; Agnestisia, Retno; Damsyik, Akhmad; Sinaga, Tiara Cristy Agatha; Khaerudini, Deni Shidqi; Wulandari, Ika Octavia; Susanti, Indri; Putra, Riandy; F. Adany
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol. 26 No. 2 (2025): Jurnal Sains dan Materi Indonesia
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jsmi.2025.8982

Abstract

The inorganic pigment is a material that determines the color of a paint that can be used as a coating material. Until now, the basic material for red pigment, namely hematite, has been imported to meet domestic needs. This study aims to develop a hematite-based inorganic pigment material from the mill-scale waste of PT Krakatau Steel by modifying the surface to be hydrophobic, making the pigmenting material resistant to acid attack and preventing peeling and corrosion of the material. The surface modification of hematite is carried out by reacting it with stearic acid into ethanol as a solvent. Hematite was immersed in a stearic acid solution with various concentrations of 2, 4, 6, and 8% for 6 hours; it was then separated by filtration and followed by the drying process. The hematite-stearic was characterized by X-ray diffraction (XRD), Fourier-transform infrared (FTIR), scanning electron microscope (SEM), and water contact angle (WCA). The results show that the grafting process successfully changed the properties of hematite to hydrophobic. It is also supported by the FTIR spectrum due to the presence of molecular vibration of C-H, C=O, C-O, and Fe-O. Then, the higher contact angle is 150.474° for the stearic acid concentration of 6%.
Perkembangan Pemanfaatan Material Organologam Sebagai Katalis Dalam Pembuatan Biodiesel Damsyik, Akhmad; Amelia Natalia, Wita; Ipah2, Puja; Pebriani, Nova; Br Siringo-ringo, Florens; Pasaribu, Marvin Horale
Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 3 No 01 (2024): Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 03 No 01
Publisher : Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman kebutuhan energi di berbagai bidang kehidupan terus bertambah sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Sumber minyak bumi semakin menipis dan isu lingkungan semakin mendapat perhatian global. Hal ini mendorong upaya mencari bahan bakar alternatif yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang berasal dari minyak nabati atau lemak hewan yang diproduksi melalui reaksi transesterifikasi atau esterifikasi dengan alkohol rantai pendek. Reaksi ini membutuhkan katalis untuk mempercepat laju reaksi dan meningkatkan yield biodiesel. Katalis yang digunakan dapat berupa katalis homogen atau heterogen, yang dapat berupa senyawa organologam. Senyawa organologam telah berperan penting dalam sintesis organik. Katalis berperan signifikan dalam transesterifikasi minyak nabati. Berbagai contoh senyawa organologam yang digunakan sebagai katalis pada produksi biodiesel seperti Organometallic Complexes of Tin, Nickel (II) complexes, dan Zinc Carboxylate Metal. Artikel review ini mengulas berbagai penelitian yang telah dilakukan mengenai sintesis, karakterisasi, dan aplikasi senyawa organologam sebagai katalis dalam produksi biodiesel, serta tantangan dan prospek pengembangan senyawa organologam sebagai katalis dalam produksi biodiesel
Optimalisasi Media Sosial untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Keripik Tempe di Desa Luau Jawuk, Kabupaten Barito Timur cemara, Tutus Septiani; Pasaribu, Marvin Horale; Luviany, Mahwahdah; Aji, Galih Prasetya; Apriani , Resti; Averro , Franzois; Prahasti, Meidhita; Putri , Dwi Chandri Kurnia; Kristina , Dhea Gresela; Febriyanti , Elfrida; Priscilia , Mei Shinta; Putri, Hanna Della; Pratama, Gilang Anggara; Tanggara , Revi Hidayatullah; Adinata , Septian; Damsyik, Akhmad
NAWASENA : JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE Vol. 2 No. 02 (2024): Vol 02 No 2 2024
Publisher : NAWASENA : JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keripik Tempe Mbak Atun merupakan salah satu entitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yangberoperasi di Desa Luau Jawuk, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur. Usaha ini dikenal dengan produkkeripik tempe berkualitas tinggi, namun menghadapi berbagai tantangan dalam aspek pemasaran danpengembangan bisnis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengidentifikasi permasalahan yangdihadapi oleh UMKM tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi,dengan informan yang terdiri dari pemilik usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Keripik TempeMbak Atun memiliki potensi yang signifikan, mereka masih mengalami kesulitan dalam memanfaatkan mediasosial untuk tujuan pemasaran, serta menghadapi hambatan terkait literasi digital dan strategi pemasaran yangefektif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kemampuanpemasaran digital UMKM agar dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Transforming invasive weeds into environmental solutions: Community-based biochar production from taberau (Phragmites australis) in Central Kalimantan Abudarin, Abudarin; Sudyana, I Nyoman; Agnestisia, Retno; Damsyik, Akhmad; Beladona, Siti Unvaresi Misonia; Sarungu, Alfalita Chendy; Yahya, Johan
Community Empowerment Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.15422

Abstract

The Taberau plant (Phragmites australis) grows abundantly across the peat swamps of Central Kalimantan, particularly in Tanjung Sangalang Village. Despite its high biomass potential, it is widely dismissed as an invasive weed and remains underutilized. This community service program aims to empower local farmer groups by introducing a simple, local wisdom-integrated pyrolysis method to convert Taberau into multifunctional biochar. The program was executed through a comprehensive framework including local coordination, site surveys, Focus Group Discussions (FGD), simple reactor fabrication, hands-on demonstrations, and empirical evaluations. The production trials demonstrated that 20 kg of raw Taberau biomass yielded 5 kg of biochar, achieving an efficiency rate of approximately 25%. The training workshop, which engaged 40 local farmers, significantly elevated participants' technical comprehension, as evidenced by post-test scores exceeding 90% across all pedagogical indicators. Furthermore, 85% of respondents reported a substantial increase in environmental literacy, and 87.5% validated the tangible socio-economic benefits of the program. Ultimately, this initiative serves as a highly replicable model for circular economy practices in regions facing similar biomass management challenges.