Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Effect of Documentary Short Film on Enhancing Student's Confidence and Willingness to Perform CPR in Rural Areas Wulansari, Yunita; Wirasakti, Guruh; Nastiti, Eky Madyaning; Darotin, Rida; Ekaprasetia, Feri
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 20 No 1 (2025): March Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v20i1.392

Abstract

Introduction:  Out-of-hospital cardiac arrest (OHCA) is a critical emergency condition that necessitates immediate intervention to prevent fatal outcomes. In rural areas, where access to quality educational resources is limited, Documentary Short Films (DSF) can provide essential training that enhances individuals' confidence and willingness to act decisively in emergency situations involving OHCA through CPR. Objectives:  To analyze the effect of DSF on enhancing student's confidence and willingness to perform CPR in rural areas. Methods:  This study employed a quasi-experimental design utilizing a one-group pretest-posttest framework, conducted at a junior high school in Jember Regency, involving 72 students selected through proportionate stratified random sampling. The educational media utilized was a Documentary Short Film (DSF). Following the administration of a pretest questionnaire and the viewing of the DSF, a post-test was administered one week later to assess changes in self-confidence and willingness to perform CPR. Results The results indicate a significant difference in students' confidence and willingness to perform CPR before and after the educational intervention using the DSF (p < 0.05). The average self-confidence score among respondents rose from 5.78 (2 – 3 questions responding with 'confidence') to 9.43 (4 – 5 questions responding with 'confidence'). Additionally, the average willingness score showed an improvement from 9.13 (3 – 5 questions responding with 'willing') to 15.68 (7 – 8 questions responding with 'willing'). Conclusions:  DSF for CPR training effectively enhances rural middle school students' confidence and willingness, improving community emergency response and safety .  
Bibliometric Analysis of Long Term Outcome Percutaneous Coronary Intervention VS Coronary Artery Bypass Graft for Coronary Artery Disease Nicholas Handoyo, Christophorus; Wulansari, Yunita
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 11 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i11.3686

Abstract

Comparison of long-term outcomes of Percutaneous Coronary Intervention (PCI) versus Coronary Artery Bypass Graft (CABG) for Coronary Heart Disease (CHD) is a crucial topic. However, the intellectual structure and thematic evolution of this literature have not been quantitatively assessed. This study conducts a bibliometric analysis to map the global research landscape, identify publication trends, key contributors, and thematic focuses. Bibliometric searches were conducted using Publish or Perish software on data from Crossref and Google Scholar. The search targeted the keyword title “Percutaneous coronary intervention VS Coronary Artery Bypass Graft” for publications from January 2020 to June 2025. After filtering and removing duplicates, 912 documents were analyzed using VOSviewer to visualize keyword co-occurrence, temporal overlays, and author collaboration. The analysis revealed “patient,” “PCI,” and “CABG” as the most dominant terms. Five thematic clusters emerged: (1) post-CABG complications; (2) PCI vs. CABG long-term outcomes; (3) stent technology and comorbidities; (4) acute conditions and mortality; and (5) complex prognostic and anatomical factors. Temporal visualization indicates a shift from broad procedural comparisons (2020–2021) to specific long-term outcome studies and population-specific research (2022 onward). Key author collaboration networks were also identified. The bibliometric landscape of PCI versus CABG research is mature yet evolving, with growing focus on patient-specific outcomes. Emerging hotspots include long-term results in subgroups and complex coronary anatomy, indicating a trend toward outcome-oriented and personalized approaches in coronary revascularization research
IMPLEMENTASI CYBER MARKETING DALAM MENDUKUNG PENDAFTARAN ONLINE MAHASISWA BARU PADA PERGURUAN TINGGI (STUDI KASUS : UNIVERSITAS RAHARJA) Sudaryono, Sudaryono; Lestari, Karunia Suci; Wulansari, Yunita
Jurnal Manajemen Retail Indonesia (JMARI) Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Manajemen Retail Indonesia (JMARI)
Publisher : UNIVERSITAS RAHARJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.34 KB) | DOI: 10.33050/jmari.v2i1.1436

Abstract

Peranan digital dalam dunia pemasaran sangatlah penting dalam strategi pencapaian target mendapatkan konsumen baru. Sehingga tak heran banyak perguruan tinggi yang beralih ke digital marketing dalam strategi pemasaran untuk mendapatkan calon mahasiswa baru, sehingga Universitas Raharja perlu mengikuti trend pemasaran saat ini menggunakan digital marketing seperti website Penerimaan Mahasiswa Baru dalam menyampaikan informasi dan melakukan promosi kampus untuk mendukung pendaftaran online mahasiswa baru. Cyber Marketing/ Internet Marketing menjadi sangat diperlukan dalam segmen e-commerce, cyber marketing merupakan arah teknik untuk menarik konsumen potensial untuk membeli produk/jasa yang ditawarkan melalui website, email atau sosial media. Internet marketing adalah segala upaya dilakukan untuk melakukan pemasaran suatu produk atau jasa melalui atau menggunakan media elektronik dan internet. Sehingga dengan adanya website pmb.raharja.ac.id ini calon mahasiswa baru tidak perlu datang langsung ke kampus untuk melakukan pendaftaran calon mahasiswa baru. Manfaat dari penelitian ini memudahkan para calon mahasiswa baru yang tidak mempunyai waktu atau jarak tempuh yang jauh untuk menjangkau kampus untuk melakukan registrasi mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, analisis data menggunakan metode analisis PIECES, metode pengembangan sistem menggunakan SDLC, metode studi pustaka, serta metode perancangan menggunakan UML meliputi use case diagram, class diagram dan activity diagram. Melalui website ini, diharapkan pendaftaran online mahasiswa baru dapat meningkatkan calon Pribadi Raharja di Universitas Raharja
INFERIOR STEMI FOLLOWING INTRAVENOUS TRANEXAMIC ACID IN AN ELDERLY PATIENT : A CASE REPORT Wulansari, Yunita; Alfirdausi, Tatit Syahadani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.52861

Abstract

Asam traneksamat (TXA) merupakan agen antifibrinolitik yang banyak digunakan untuk mengurangi perdarahan pada kasus trauma, pembedahan, dan obstetri. Meskipun secara umum dianggap aman, terdapat laporan langka mengenai terjadinya sindrom koroner akut yang muncul segera setelah pemberian TXA, terutama pada pasien lanjut usia dengan faktor risiko kardiovaskular. Studi ini melaporkan kasus seorang wanita berusia 80 tahun dengan hipertensi tidak terkontrol yang mengalami infark miokard inferior akut (STEMI) segera setelah menerima TXA intravena untuk mengatasi perdarahan kulit kepala yang persisten akibat jatuh. Setelah dilakukan penutupan luka dan perawatan suportif, pasien mengalami hipotensi, penurunan kesadaran, dan tanda-tanda syok kardiogenik. Hasil elektrokardiogram menunjukkan elevasi segmen ST pada sadapan inferior, dan pasien kemudian mendapat terapi antiplatelet ganda, cairan intravena, norepinefrin, serta dirujuk untuk intervensi koroner perkutan primer. Meskipun uji klinis acak berskala besar tidak menunjukkan peningkatan risiko trombosis arteri akibat TXA, laporan kasus yang terisolasi—termasuk kasus ini—mengindikasikan potensi risiko trombotik pada individu yang rentan. TXA tetap dianggap aman dan efektif berdasarkan bukti berkualitas tinggi; namun, dokter perlu mempertimbangkan manfaat hemostatik dibandingkan potensi risiko trombotik pada pasien lanjut usia atau berisiko tinggi, tetap waspada terhadap kejadian koroner akut, serta melaporkan efek samping untuk meningkatkan pemahaman kolektif.