Burhanudin, Ahmad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI KESESUAIAN PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KECAMATAN PONOROGO KABUPATEN PONOROGO BURHANUDIN, AHMAD
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 Nomor 1 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ketersediaan ruang terbuka hijau bagi suatu wilayah merupakan hal yang penting. Kekurangan ruang terbuka hijau memicu banyak permasalahan antara lain banjir, menurunnya ketersediaan air tanah, meningkatnya polusi udara dan suhu kota. Kecamatan Ponorogo merupakan wilayah yang menarik untuk diteliti karena kurangnya perhatian pemerintah dalam hal penanganan ruang terbuka hijau yang terlihat dari banyaknya pedagang kaki lima di kawasan Stadion Batoro Katong dan beberapa area jalur hijau serta pot tanaman yang rusak di area jalur hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian luasan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau di Kecamatan Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah survai. Objek penelitian mencakup ruang terbuka hijau publik di wilayah Kecamatan Ponorogo. Tehnik memperoleh data dilakukan dengan cara observasi dan pengukuran, selanjutnya, data dianalisis secara deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) Ruang terbuka hijau yang terdapat di wilayah Kecamatan Ponorogo seluas 24,33 Ha atau hanya (1,09%) dari luas seluruh wilayah kecamatan tersebut. Hal ini belum sesuai dengan ketentuan peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 05/PRT/M/2008 yang menuntut luas ruang terbuka hijau publik minimal 20% dari luas wilayah perkotaan. (2) Pemanfaatan ruang terbuka hijau di wilayah Kecamatan Ponorogo sebagian besar (99,65%) sudah sesuai, sedangkan yang belum sesuai hanya sebagian kecil (0,35%) yaitu terdapat di Stadion Batoro Katong dan beberapa area jalur hijau. Ketidaksesuaian pada kedua tempat tersebut karena adanya aktivitas pedagang kaki lima. Kata Kunci : ruang terbuka hijau, kesesuaian luasan, kesesuaian pemanfaatan. Abstrack The Availability of green open spaces for an area is important. The deficiency of green open space trigger many problems, such as, flood, the decreasing of groundwater, the increased air pollution and the temperature of the city. Subdistrict Ponorogo is an interesting area to research because of the lack of government attention in terms of handling of green open space.  It was evident from the many vendors in Batoro Katong Stadium and some green belt area, and potted plants were damaged in green belt area. This research aims to determine the suitability of land and utilization of green open space in the district Ponorogo. This research is a survey. Object of research includes public green open space in the District Ponorogo. To obtain the data by observation and measurement. Furthermore, the data were analyzed by descriptive. The results showed as follows. (1) Area of ??green open space located in the District of Ponorogo of 24.33 hectares or only 1.09% of the entire territory of the District Ponorogo. Therefore, compared with the existing area, the area of ??public green open space in the district Ponorogo is not appropriate with Regulation of the Minister of Public Works No. 05 / PRT / M / 2008, states that the minimum area of ??public green open space is 20% of the urban area.. (2) The majority of open green space in the District Ponorogo (99.65% use was already fit). Yet appropriate utilization of 0.35% contained in Batoro Katong Stadium and some green belt area. Incompability in both places because the activity of street vendors. Keywords: the green open spaces area suitability, suitability of use.
Pengaruh Kompetensi Digital terhadap Produktivitas Kinerja Pendamping PKH di Kabupaten Karawang Burhanudin, Ahmad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi digital terhadap produktivitas kerja pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Karawang. Kompetensi digital dipandang sebagai faktor penting yang mendukung efektivitas kinerja pendamping, khususnya dalam pengelolaan data, penggunaan aplikasi pelaporan, dan komunikasi dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada pendamping PKH di Kabupaten Karawang. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh kompetensi digital terhadap produktivitas kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pendamping. Kompetensi digital yang lebih tinggi berkontribusi pada efisiensi waktu yang lebih baik, akurasi laporan yang lebih tepat, dan efektivitas dalam memberikan bantuan kepada KPM. Penelitian ini menyarankan pentingnya pelatihan digital yang berkelanjutan, dukungan teknologi yang memadai, dan strategi pengembangan kompetensi digital untuk meningkatkan kinerja pendamping PKH di Kabupaten Karawang.