Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

The Effect of Lean Six Sigma Implementation, Information Technology Utilization, and Bed Capacity on Length of Inpatient Stay at Karya Medika Hospital, Bantar Gebang, Bekasi, in 2025 Gunardi, Astri; Kridawati, Atik; Herawati, Herawati; Agustin, Dinni
Journal of Ageing And Family Vol 4, No 2 (2024): Journal of Ageing And Family
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/joaf.v4i2.6870

Abstract

The Length of stay is a crucial indicator in hospital service systems. This study aims to analyze the influence of Lean Six Sigma implementation, the use of information technology, and bed capacity on the length of stay at RS Karya Medika Bantar Gebang. The research method used is a quantitative approach with a descriptive analytical design. Data were collected through questionnaires and analyzed using univariate, bivariate, and multivariate tests. The univariate analysis results show that the majority of respondents are aged 20-35 years (59.00%), female (64.10%), and work as nurses (56.40%). Bivariate analysis using Pearson correlation test shows that Lean Six Sigma implementation has a strong relationship with length of stay (r = 0.855, p = 0.000), the use of information technology has a very strong relationship (r = 0.906, p = 0.000), and bed capacity also has a strong relationship (r = 0.838, p = 0.000). Multivariate analysis results using multiple linear regression indicate that Lean Six Sigma implementation (β = 1.583, p = 0.000) and the use of information technology (β = 0.954, p = 0.043) significantly affect the length of stay, while bed capacity (β = 0.505, p = 0.243) does not have a significant effect. The regression model used has an R value of 0.944 and an R Square value of 0.892, indicating that 89.2% of variations in length of stay can be explained by the three independent variables. The conclusion of this study is that Lean Six Sigma implementation and the use of information technology significantly contribute to reducing the length of stay, while bed capacity does not have a direct impact. Therefore, hospitals are advised to further optimize the implementation of Lean Six Sigma and information technology to improve service efficiency. Keywords: Length of Stay, Lean Six Sigma, Information Technology, Bed Capacity, Hospital Efficiency
Hubungan Mutu Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Mandaya Karawang Tahun 2025 Suntini, Nine; Kridawati, Atik; Aprillia, Yuna Trisuci
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v9i2.6911

Abstract

Patient satisfaction depends on the quality of service provided. Service encompasses all efforts made by healthcare personnel to meet patient needs. A service is considered good if it meets patient expectations and is perceived as satisfactory rather than disappointing. Patient satisfaction is experienced from the moment of arrival until discharge from the hospital. This study aims to examine the relationship between service quality and inpatient satisfaction at Mandaya Hospital Karawang in 2025, as well as the influencing factors. This research is a quantitative study with a cross-sectional approach, analyzed using univariate, bivariate, and multivariate methods through ordinal logistic regression with 97 patient. The results show that the majority of inpatients (64.9%) felt satisfied with the inpatient services, while 35.1% were not satisfied. Bivariate analysis revealed a significant relationship between patient satisfaction and several services: registration, emergency department, room facilities, nursing, physician, pharmacy, nutrition, and security services. Multivariate analysis identified that the most dominant variables associated with patient satisfaction were registration service, emergency department service, and nutrition service. The odds ratio (OR) for nutrition service was 1154.820, indicating that good nutrition service increases the likelihood of inpatient satisfaction by approximately 1154 times. The Nagelkerke R Square value was 0.929, suggesting that the independent variables explain 92.9% of the variation in the dependent variable, leaving 7.1% explained by other factors.
Pengaruh Kepatuhan Minum Obat, Dukungan Keluarga, Aksesibilitas, dan Anggaran dalam Peningkatan Kualitas Hidup bagi Pasien Skizofrenia di RS Bhayangkara Surabaya Susana, Atik Ida; Yosida, Eka; Kridawati, Atik
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7204

Abstract

Abstrak Skizofrenia merupakan salah satu masalah kesehatan mental kronis yang sering menyebabkan penurunan fungsi sosial serta kualitas hidup pasien, sehingga memerlukan pengobatan jangka panjang dan dukungan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepatuhan minum obat, dukungan keluarga, aksesibilitas, dan anggaran terhadap kualitas hidup pasien skizofrenia di RS Bhayangkara Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh pasien dan keluarga, serta wawancara dan observasi langsung. Analisis data dilakukan dengan uji bivariat dan multivariat untuk melihat pengaruh antara kepatuhan minum obat, dukungan keluarga, aksesibilitas, dan anggaran terhadap kualitas hidup pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat memiliki pengaruh yang signifikan paling dominan terhadap peningkatan kualitas hidup pasien skizofrenia (p sama dengan 0,002 atau OR sama dengan 239,967). Selain itu, dukungan keluarga (p sama dengan 0,003 atau OR sama dengan 44,087), aksesibilitas layanan kesehatan (p sama dengan 0,025 atau OR sama dengan 27,835), dan anggaran (p sama dengan 0,007 atau OR sama dengan 68,109 juga berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepatuhan minum obat merupakan faktor utama yang menentukan kualitas hidup pasien skizofrenia, dikontrol oleh dukungan keluarga, aksesibilitas, dan anggaran. Disarankan perlu dilakukan strategi peningkatan kepatuhan pasien melalui edukasi dan keterlibatan keluarga, pengoptimalan akses layanan kesehatan, serta dukungan kebijakan terkait anggaran kesehatan mental. Kata kunci: aksesibilitas, anggaran, dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, kualitas hidup, skizofrenia.
Analisa Indikator Mutu IGD Terhadap Kepuasan Pasien di IGD Rumah Sakit Bhayangkara Mataram Rinduan, Oktaviana; Kridawati, Atik; Nugroho, Dedy
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.6645

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang optimal merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepuasan pasien. RS Bhayangkara Mataram terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan IGD, namun masih ditemukan tantangan terkait waktu respon triase, waktu tunggu pelayanan, dan waktu transfer pasien IGD ke ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketiga indikator mutu tersebut terhadap kepuasan pasien di IGD RS Bhayangkara Mataram. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang mendapatkan pelayanan di IGD sampai dipindahkan ke ruang rawat inap. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi untuk mengukur indikator mutu, serta kuesioner untuk mengukur kepuasan pasien berdasarkan model SERVQUAL (tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy). Analisis data dilakukan dengan uji bivariat menggunakan korelasi Spearman rho dan uji multivariat menggunakan regresi linier berganda. Hasil: Analisis uji spearman rho menunjukkan bahwa waktu respon triase memiliki korelasi negatif sedang (r sama dengan -0,404 dan p sama dengan 0,000), waktu tunggu pelayanan memiliki korelasi negatif lemah (r sama dengan -0,232 dan p sama dengan 0,020), dan waktu transfer pasien memiliki korelasi negatif kuat (r sama dengan -0,538 dan p sama dengan 0,000). Analisis multivariat menunjukkan bahwa ketiga indikator secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (F sama dengan 26,082 dan p sama dengan 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara indikator mutu IGD (waktu respon triase, waktu tunggu pelayanan dan waktu transfer pasien IGD ke ruang rawat inap) dengan kepuasan pasien di IGD RS Bhayangkara Mataram. Kata Kunci : Indikator Mutu, IGD, Kepuasan Pasien, SERVQUAL, Waktu Respon Triase, Waktu Tunggu, Waktu Transfer
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pasien Di Poli Penyakit Dalam RS Bhayangkara Surabaya Tahun 2024 Sukarno, Aris; Yoshida, Eka; Kridawati, Atik
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i3.6624

Abstract

Waktu tunggu pasien yang panjang dapat mempengaruhi kepuasan pasien dan persepsi terhadap kualitas pelayanan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pasien di poli penyakit dalam RS Bhayangkara Surabaya pada tahun 2024. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi sumber daya manusia, sarana dan prasarana, pemasaran, prosedur pelayanan dan perilaku pasien. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 33 responden yang merupakan tenaga kesehatan di poli penyakit dalam. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi logistik berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel sumber daya manusia (p value sama dengan 0,000 dan OR sama dengan 31,863), marketing (p value sama dengan 0,002 dan OR sama dengan 35,548)) dan perilaku pasien (p value sama dengan 0,006 dan OR sama dengan 128,532) memiliki pengaruh signifikan terhadap waktu tunggu pasien, sedangkan variabel sarana dan prasarana dan prosedur pelayanan pasien tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Perilaku pasien merupakan variabel paling dominan yang mempengaruhi waktu tunggu dengan OR 128,532. Kesimpulan penelitian ini waktu tunggu pasien dipengaruhi oleh variabel SDM, marketing dan perilaku pasien, sedangkan variabel sarana prasarana dan prosedur pelayanan tidak berpengaruh. Saran perlu ditingkatkan peran edukasi perilaku pasien melalui brosur, video, media sosial yang dimiliki rumah sakit dan bisa dikerjakan secara langsung oleh tenaga medis dengan cara yang konsisten Kata Kunci: Waktu Tunggu, Poli Penyakit Dalam, Rumah Sakit
Analisis Determinan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Urban Jakarta Pakpahan, Hotmaria Agustina; Rahardjo, Tri Budi; Kridawati, Atik; Handajani, Yvonne Suzy
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2566

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dengan tingkat kejadian yang masih tinggi di dunia. Di negara-negara yang sedang berkembang, penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, stroke dan diabetes akan segera menggantikan penyakit menular dan malnutrisi sebagai penyebab kematian dan disabilitas. Data surveillans DKI Jakarta tahun 2019 menyebutkan peningkatan penyakit hipertensi dan diabetes di Jakarta masih sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan risiko yang paling signifikan terhadap kejadian hipertensi pada lansia. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan metode penelitian kasus kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling, dengan jumlah sampel 91 kasus dan 91 kontrol pada kelompok lansia yang berusia ≥ 60 tahun. Data dianalisis dengan uji Chi-Square dan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor depresi (nilai p = 0,0001; OR = 33,341), pendidikan (nilai p = 0,0001; OR = 6,276), dukungan keluarga (nilai p = 0,035; OR = 3,457), obesitas (nilai p = 0,028; OR = 0,321), riwayat keluarga (nilai p = 0,444; OR = 0,305), mengonsumsi makanan asin (nilai p = 0,002; OR = 0,195) berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Kejadian hipertensi pada lansia di Jakarta beresiko lebih tinggi pada lansia dengan depresi, pendidikan rendah, dan kurangnya dukungan dalam keluarga, namun cenderung beresiko lebih rendah pada lansia dengan obesitas, riwayat keluarga hipertensi, dan kebiasan mengonsumsi makanan asin.
Pengaruh Penambahan Sari Kurma Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Anemia di Klinik Fistha Nanda Tahun 2020 Ma'mum, Natasya Fardilah; Kridawati, Atik; Ulfa, Laila
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v4i2.1027

Abstract

AbstrakAnemia pada ibu dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin/bayi saat kehamilan maupun setelahnya dan memiliki risiko keguguran, partus prematus, atonia uteri, dan lain sebagainya. Angka kejadian anemia ibu hamil di Indonesia sebesar 48,9% pada tahun 2018. Di klinik Fistha Nanda Jakarta Timur tahun 2020,  35% ibu hamil mengalami anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sari kurma terhadap kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia. Penelitian ini adalah quasie eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan adalah non randomized control group pre test and post test design. Pengambilan sampel menggunakan tekhnik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden dan penelitian dilakukan selama 10 hari, terdapat dua kelompok yakni kelompok perlakuan dan control dengan masing-masing kelompok sebanyak 10 responden. Hasil penelitian yaitu ada peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil setelah konsumsi sari kurma dan tablet Fe dengan rata-rata sebesar 2,0 gr/dl dan peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil setelah konsumsi tablet Fe dengan rata- rata sebesar 0,8 gr/dl. Konsumsi sari kurma dan tablet Fe dapat  memberikan peningkatan lebih banyak dari pada konsumsi tablet Fe saja. Diharapkan bagi ibu hamil mengonsumsi makanan/minuman yang mengandung zat besi salah satunya sari kurma dan mengkonsumsi minimal 90 tablet Fe selama kehamilan dan makan-makanan yang banyak mengandung zat besi.Kata kunci : Ibu hamil, anemia, sari kurma, tablet Fe, hemoglobin
Pengaruh Video Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa Tentang Talasemia di SMK Bina Bangsa Kota Tangerang Tahun 2023 Sari, Rahajeng Kartika; Utami, Sri; Kridawati, Atik
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v8i1.3469

Abstract

Talasemia meningkat dua kali lipat dari 4896 kasus tahun 2012 menjadi 8761 kasus pada tahun 2018. Diperkirakan 2.500 bayi baru lahir dengan talasemia setiap tahunnya di Indonesia. Provinsi Banten menempati posisi ke empat dalam jumlah talasemia terbanyak. Pencegahan untuk memutus rantai talasemia bisa dilakukan dengan menghindari pernikahan sesama pembawa sifat talasemia. Target pencegahan dan edukasi talasemia paling baik untuk remaja dengan memberikan pemahaman penyakit talasemia dan mendorong untuk berhati-hati dalam memilih pasangan. Tujuan: Mengetahui gambaran perubahan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan edukasi berupa video penyakit talasemia pada siswa SMK Bina Bangsa Tangerang tahun 2023. Metode: Menggunakan desain quasi eksperimental dan pengumpulan data dengan kuesioner. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Lemeshow sehingga didapatkan jumlah sampel kelompok intervensi 25 dan tanpa intervensi 25 siswa dengan teknik purposive sampling. Uji beda mean pretest dan posttest pengetahuan dan sikap kedua kelompok menggunakan uji T dependen, sedangkan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan pemahaman sikap kelompok intervensi setelah diberi video edukasi talasemia mengunakan uji T independen. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan (p value=0,000) dan pemahaman sikap (p value= 0,000) pada siswa kelompok intervensi setelah diberikan video edukasi talasemia. Simpulan dan Saran: Media video edukasi penyakit talasemia efektif meningkatkan pengetahuan dan pemahaman sikap siswa terhadap penyakit talasemia. Diharapkan edukasi kesehatan penyakit talasemia lebih intensif dilakukan dari pihak sekolah sebagai upaya pencegahan untuk memutus rantai talasemia. Kata kunci: Talasemia, pengetahuan, sikap, edukasi
Bhayangkara Lemdiklat Polri Hospital Strategy in Implementing The Standard Inpatient Class of the National Health Insurance (Kris JKN) Masithoh, Siti; Kodyat, Alih Germas; Kridawati, Atik
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 10 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i10.52250

Abstract

The Government Regulation No. 59 of 2024, has mandated the implementation of the Standard Inpatient Class (KRIS) policy as a major reform within the National Health Insurance (JKN) system. This policy aims to eliminate disparities in inpatient healthcare services by ensuring equal access and quality of care for all BPJS participants, regardless of their premium contribution levels. This study analyzes the readiness of Bhayangkara Lemdiklat POLRI Hospital to implement the KRIS policy and formulates suitable strategies based on SWOT analysis. A qualitative research design was employed, utilizing observation, document review, and regulatory analysis as data collection techniques. The results show that the hospital has reached a high level of preparedness, with 98.61% of its patients being JKN participants, predominantly elderly and female. The hospital has met the majority of requirements across the four main KRIS implementation pillars: work planning, infrastructure readiness, asset management, and operational execution. However, two physical indicators—ventilation (97.65%) and room temperature (98.07%)—have yet to meet full compliance. The IFE and EFE scores of 3.06 and 3.00, respectively, place the hospital in Quadrant I of the IE Matrix, indicating a strategic position for aggressive growth. Accordingly, a Strength–Opportunity (SO) strategy is recommended, leveraging the hospital's internal strengths to capitalize on external opportunities and ensure that the implementation of KRIS is carried out effectively, efficiently, and sustainably.
Analisis Determinan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Urban Jakarta Pakpahan, Hotmaria Agustina; Rahardjo, Tri Budi; Kridawati, Atik; Handajani, Yvonne Suzy
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2566

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dengan tingkat kejadian yang masih tinggi di dunia. Di negara-negara yang sedang berkembang, penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, stroke dan diabetes akan segera menggantikan penyakit menular dan malnutrisi sebagai penyebab kematian dan disabilitas. Data surveillans DKI Jakarta tahun 2019 menyebutkan peningkatan penyakit hipertensi dan diabetes di Jakarta masih sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan risiko yang paling signifikan terhadap kejadian hipertensi pada lansia. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan metode penelitian kasus kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling, dengan jumlah sampel 91 kasus dan 91 kontrol pada kelompok lansia yang berusia ≥ 60 tahun. Data dianalisis dengan uji Chi-Square dan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor depresi (nilai p = 0,0001; OR = 33,341), pendidikan (nilai p = 0,0001; OR = 6,276), dukungan keluarga (nilai p = 0,035; OR = 3,457), obesitas (nilai p = 0,028; OR = 0,321), riwayat keluarga (nilai p = 0,444; OR = 0,305), mengonsumsi makanan asin (nilai p = 0,002; OR = 0,195) berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Kejadian hipertensi pada lansia di Jakarta beresiko lebih tinggi pada lansia dengan depresi, pendidikan rendah, dan kurangnya dukungan dalam keluarga, namun cenderung beresiko lebih rendah pada lansia dengan obesitas, riwayat keluarga hipertensi, dan kebiasan mengonsumsi makanan asin.