Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Technology and Food Processing (JTFP)

The EFFECT OF THE SUBSTITUTION OF MORINGA LEAF FLOUR ( Moringa oliefera ) ON THE ORGANOLEPTIC PROPERTIES OF TUNA FISH NUGGETS: PENGARUH SUBSITUSI TEPUNG DAUN KELOR ( Moringa oliefera ) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK NUGGET IKAN TUNA Hanna Rizqy Nurbaety, Hanna; Purwanti, Yunika; Wadli, Wadli
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 2 No. 02 (2022): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v2i02.807

Abstract

Moringa leaves (Moringa oliefera) is one part of the Moringa plant that has many uses. Moringa leaves are very rich in nutrients, including calcium, iron, protein, vitamin A, vitamin B, and vitamin C. Moringa leaves are only used as a vegetable menu so that cultivation and intensive use are not widely carried out by the community. Thus, researchers are interested in making nuggets by adding the proportion of Moringa leaf flour as healthy food. This study aims to determine the organoleptic properties of the effect of adding the proportion of Moringa leaf flour on tuna fish nuggets in terms of organoleptic properties of substitution of wheat flour with Moringa leaf flour in the manufacture of fish nuggets. The analysis to be carried out is the organoleptic characteristics. The method used in this study was a non-factorial Completely Randomized Design (CRD), namely the proportion of Moringa leaf meal and tuna fish with 3 repetitions (100%:0%, 90%:10%, 80%:20%, 70%: 30%). The data was processed using the one way ANOVA test, and if it had a significant effect, it was continued on the Duncan follow-up test. The results showed that the addition of the proportion of Moringa leaf flour and tuna had a significant effect on the organoleptic taste, color, and preference, while the aroma and texture organoleptic test had no significant effect. The highest taste preference was found at P0 (4.50) with the criteria of liking, the highest preference for aroma was P0 (3.96) with the criteria of somewhat liking, the highest texture preference being P0 (4.40) with the criteria of liking, the highest color preference being at P3 (3 ,33) with the criterion of somewhat liking, the highest overall preference is P0 (4.46) with the criterion of somewhat liking close to like.
ANALISIS PENGENDALIAN MUTU PADA PRODUK ROTI DI UMKM ORCHID BAKESHOP Zul muzhahir; El Rizal Unzilatirrizqi, Yan; Wadli, Wadli
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 2 No. 01 (2022): Januari
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v2i01.1095

Abstract

Penelitian yang dilaksanakan di UMKM Orchid Bakeshop Slawi bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari proses produksi pada setiap proses yang berlangsung dalam pembuatan roti manis, mengetahui dan Mempelajari cara pengendalian mutu proses produksi roti manis di UMKM Orchid Bakeshop dan mengetahui prinsip kerja mesin dan peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan roti manis yang diantaranya berupa Roti Burger, Roti O dan Donat. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, wawancara, pencatatan, pengenalan bahan-bahan dan terjun langsung ke lapangan. Pada proses pengolahan roti burger, roti o dan donat perlakuan yang diberikan tergolong sama namun perbedaannya ada pada bahan tambahan pembuatan dari ketiga jenis roti tersebut Pada penangan produk akhir di UMKM Orchid Bakeshop sudah baik dimana kebersihan dari alat dan bahan sangat diperhatikan sehingga produk yang dihasilkan juga tidak terkontaminasi bakteri dan mutu dari produk tetap terjaga dan berkualitas baik.
Pengaruh Persentase Penggunaan Koagulan Terhadap Tekstur Pada Pembuatan Tahu Kacang Tanah Hasdar, Muhamad; Wadli, Wadli
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 2 No. 02 (2022): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v2i02.1527

Abstract

Tahu merupakan makanan semi padat yang terbuat dari susu serealia yang mengandung protein tinggi dengan proses pengendapan protein pada titik isoelektrik. Kenyataan ini sangat mencemaskan karena ketergantungan terhadap produk impor meningkat pesat. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian untuk mencari bahan baku non-kedelai sehingga mengurangi ketergantungan impor bahan pangan. Modifikasi yang dapat dilakukan dalam pembuatan tahu adalah penggunaan bahan baku dari non kedelai yaitu kacang tanah yang mengandung protein. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persentase yang tepat dalam penggunaan koagulan (asam cuka) yang dapat menghasilkan mutu tahu yang baik dan mengetahui karakteristik tahu yang memiliki tekstur kompak dan kenyal seperti pada tahu umumnya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan tiga perlakuan yaitu 1%, 1,5% dan 2% (v/v) dari volume susu kacang tanah yang kemudian dianalisis menggunakan uji chi square untuk uji organoleptik dan uji F untuk uji tekstur dan kadar air. Data diambil dari 30 panelis perempuan dan 30 panelis laki-laki. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) persentase yang tepat dalam penggunaan koagulan (asam cuka) yang dapat menghasilkan mutu tahu yang baik adalah P2 dengan pemberian asam cuka sebanyak 1,5 % (2) tahu yang memiliki tekstur kompak dan kenyal seperti pada tahu umumnya adalah P3 dengan pemberian asam cuka 2% yang memiliki kekerasan 219 mm/50gram.