Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEPEMIMPINAN CAMAT DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PERBATASAN ANTARNEGARA DI KECAMATAN TASIFETO BARAT KABUPATEN BELU PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Seran, Fredrik Ronald; Wasistiono, Sadu; Wargadinata, Ella
VISIONER : Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia Vol 15 No 1 (2023): Visioner: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia
Publisher : Alqaprint Jatinangor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jv.v15i1.689

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada kepemimpinan camat dalam pemberdayaan masyarakat perbatasan antarnegara di Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kepemimpinan camat dalam pemberdayaan masyarakat perbatasan antarnegara di Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu, faktor-faktor yang menjadi penghambat dan pendukung dan starategi yang harus dilaksanakan kepemimpinan camat dalam pemberdayaan masyarakat perbatasan antarnegara di Kecamatan Tasifeto Barat.Teori yang digunakan adalah teori kepemimpinan pemerintahan yang dikemukakan oleh Sadu Wasistiono dengan indikator sebagai berikut Pemimpin, Pengikut, Situasi dan Kondisi dan Visi dan Misi. Teori pemberdayaan masyarakat yang dikemukakan oleh Suharto dengan indikator sebagai berikut Pemungkinan, Penguatan, Perlindungan, Penyokongan dan Pemeliharaan. Pendekatan yang digunakan dalam analisis data adalah analisis SWOT dan Lintus Test yang untuk menganalisis strategi-startegi. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deduktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan camat dalam pemberdayaan masyarakat perbatasan antarnegara di Kecamatan Tasifeto Barat perlu menjalankan fungsi kepemimpinan camat sebagai pemimpin, situasi dan kondisi, pengikut, dan visi dan misi organisasi. Kemudian fungsi pemberdayaan masyarakat, yaitu Pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan dan pemeliharaan. sehingga masyarakat miskin dapat memiliki kekuatan, motivasi, kemampuan dan keterampilan serta usaha-usaha untuk mengatasi kemiskinan dan ketidakberdayaan yang mereka hadapi. kepemimpinan camat dalam pemberdayaan masyarakat perbatasan antarnegara di Kecamatan Tasifeto barat Kabupaten Belu belum berjalan efektif sehingga perlu diperhatikan dan diminimaliisasi faktor-faktor yang menjadi penghambat dan menggunakan faktor-faktor yang menjadi pendukung dalam pelaksanaan pada masa yang akan dating sehingga berjalan efektif dan menjadikan masyarakat perbatasan mandiri dan produktif. Strategi yang dapat digunakan untuk kepemimpinan camat dalam pemberdayaan masyarakat perbatasan antarnegara di Kecamatan Tasifeto barat Kabupaten Belu, yaitu Pertama, Perlu adanya kewenangan khusus kepada camat guna mengkoordinasikan dengan semua sektor-sektor di lapangan untuk melaksanakan semua program pemberdayaan masyarakat miskin dengan satu prinsip, satu tujuan demi kesejahteraan masyarakat. Kedua, Mengatasi masalah kelangkaan air yang menjadi kendala besar pada masyarakat, seperti pembangunan waduk dan sumursumur bor. Ketiga, Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia masyarakat Desa Lookeu, dengan mewujudkan pendidikan masyarakat minimal SLTA dan membekali masyarakat miskin dengan keterampilan/skill yang dapat digunakan untuk bekerja dan mencari nilai tambah.
PENGUKURAN KINERJA DAN AKUNTABILITAS ORGANISASI PUBLIK Wargadinata, ella
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol. 17 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.428 KB) | DOI: 10.34010/miu.v17i1.2226

Abstract

The relation between performance measurement and accountability is already shown empirically and conceptually in literatures and researches. In 1999, The Government of Indonesia implemented performance accountability system as a periodic government institution accountability mechanism to give their responsibility on resources management, policy implementation based on their authority. The research consist four variables, Performance Measurement Mechanism, Instrument Quality, Organization capacity and Organization Accountability. Quantitative method used as research method with regression analysis which conducted at 28 local organizations at Bandung city, covered 161 respondents. This research conducted by conceptual framework of performance measurement by Moran (2013), Instrument quality by Van Dooren et al (2010) , organization capacity from Ingraham (2003) and Accountability concept by Koppel (2005. Research result shows that organization accountability can be achieved if the performance measurement implemented correctly. Research conclusion is Performance Measurement Mechanism, Instrument Quality and Organization capacity are influence the Organization Accountability. The research recommendation is strengthening performance measurement implementation at local level through knowledge transfer and taking consideration on organization capacity to create compatible perofrmance measurement model based on characteristic organization. Key Words: Performance Measurement, Mechanism, Quality, Capacity, Accountability, Public Sector
Evaluation of Jakarta Province in Information and Technology Management Wargadinata, Ella; Aly, Ezzat Sayid; Alma'arif, Alma'arif
Jurnal Bina Praja Vol 14 No 3 (2022)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.14.2022.453-464

Abstract

Electronic government has become an important issue in Indonesia's bureaucratic reform. Aside from the big-bang decentralization policy, e-govt has endorsed national concerns to digitize the rigid manual procedures of public services. Jakarta, as the capital city, emphasizes IT- the backbone of administration. IT is yet widely used by Jakarta to get a new shape in Jakarta's capabilities and capacities. Over two decades, passing different governors, Jakarta persistent injected IT into public administration, launching integrated IT applications to present a smart city. Despite the award of Jakarta digital services, Jakarta IT management should be evaluated. The approach used in the research to examine the symptoms of the object of study is a mixed-method approach with a sequential model. The informant selection technique uses purposive sampling. Informants' selection process by adjusting the business processes in COBIT 2019 using the RACI Chart method. The data analysis techniques used Guttman Scale. The result shows the appropriate business processes are: APO02 (managed strategy), APO03 (driven architecture), BAI05 (managed organizational change), and DSS06 (managed business process control). The study results show that the capability level is t of 4 scales as a target. The gap value of 0.25 indicates that technology and information management have been implemented and running well, but each business process needs improvement to reach the maximum level. Despite the gap between as-is and to-be, Jakarta's capability level is impressive. It reflects the persistent injection of IT with adequate support. The Jakarta province needs to pay attention to software and hardware compatible with the organization's vision and improve coordination among divisions. Training, staffing, dispatching, and rotating need qualified human resources to enhance organizational performance. DKI Jakarta Province also needs routine monitoring, evaluating problems, and documenting all business processes as a source of information.