Sari, Rebbi Permata
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Faktor-faktor yang berhubungan dengan turnover intention perawat di ruang rawat inap di Rumah Sakit TK III Dr. Reksodiwiryo Padang Tahun 2024 Putri, Febri Nur Azizah; Sari, Rebbi Permata; Rasyid, Willady
Alifah Health Science Symposium Proceeding 2024: The 3rd Alifah Health Science College Symposium
Publisher : STIKes Alifah Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nurse turnover intention refers to a nurse's intent to voluntarily leave their job. Several factors influence nurse turnover intention, including job satisfaction, job stress, and organizational culture. This study aimed to determine the factors associated with nurse turnover intention in Inpatient Wards at  Dr. Reksodiwiryo Level III Hospital, Padang, in 2024. This was a quantitative cross-sectional study. The population comprised 115 nurses in Inpatient Wards at  Dr. Reksodiwiryo Level III Hospital, Padang. Data were collected from May 6 to 11, 2024, using a purposive sampling technique involving 53 respondents through the distribution of questionnaires. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test with a p-value ≤ 0.05.The results showed that more than half (59.8%) of the nurses had a high turnover intention, less than half (32.1%) were dissatisfied with their job, less than half (41.5%) experienced high job stress, and more than half (56.6%) perceived the organizational culture as poor. This study indicated that there was a relationship between job satisfaction (p-value 0.035), job stress (p-value 0.030), and organizational culture (p-value 0.016) with nurse turnover intention in Inpatient Wards at  Dr. Reksodiwiryo Level III Hospital, Padang in 2024. The conclusion of this study is that there is a relationship between job satisfaction, job stress, and organizational culture with nurse turnover intention in Inpatient Wards at  Dr. Reksodiwiryo Level III Hospital, Padang in 2024. It is recommended that the head nurse of the medical-surgical units implement a career development program, stress management training, and improve the organizational culture.
Determinants of Stigma Toward People Living With HIV/AIDS: A Cross-Sectional Study Hidayatul, Hidayatul Rahmi; Sari, Rebbi Permata
Journal of Health Sciences and Epidemiology Vol. 1 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : RRZ Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62404/jhse.v1i2.15

Abstract

HIV/AIDS stigma is a major issue for people living with HIV/AIDS (PLWHA) around the world. It is the most significant obstacle to HIV prevention, treatment, care, and support. This study aims to determine the determinants of stigma toward PLHA at the Kuranji Health Center, Padang, Indonesia. A cross-sectional study was conducted from November 2022 to February 2023. The respondents of the study were people who were domiciled in the working area of the Kuranji Health Center, aged 15–60 years, and were willing to sign an informed consent. We used purposive sampling techniques and questionnaires to collect data. The data were analyzed using descriptive analysis and the chi-square test. Overall, the prevalence of negative stigma was found to be 85.6%. Bivariate analysis showed a significant correlation between knowledge (p = 0.020), perception (p = 0.000), attitude (p = 0.000), and stigma among PLHA. Our findings suggested that providing culturally congruent education and training about HIV and care and promoting policies protecting PLWHA may massively reduce HIV-related stigma toward PLWHA. Keywords: Stigma, HIV/AIDS, Knowledge, Perception, Attitude
Enhancing Spiritual Care in Intensive Care Units: An Analysis of the Impact Nurses’ Knowledge, Motivation, and Competency Ikbal, Revi Neini; Sari, Rebbi Permata
Journal of Health Sciences and Epidemiology Vol. 2 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : RRZ Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62404/jhse.v2i2.40

Abstract

Spiritual care, a vital component of holistic nursing, is often overlooked in intensive care units (ICUs) because of the limited knowledge, motivation, and competency of healthcare providers. This study investigated ICU nurses' knowledge, motivation, and skill in providing spiritual care. This cross-sectional study included 38 ICU nurses. A systematic questionnaire was used to evaluate nurses' knowledge, motivation, and competency in spiritual care. The relationships between these parameters were analyzed using univariate and bivariate analyses. The findings indicated that ICU nurses moderately understood spiritual care (M = 7.2, SD = 1.9) and exhibited strong motivation (M = 4.0, SD = 0.8). Skills in spiritual care were positively correlated with knowledge (r = 0.41, p < 0.05) and motivation (r = 0.52, p < 0.01). Previous spiritual care training markedly enhanced nurses' competencies (p < 0.05) and served as a significant predictor (β = 0.28, p < 0.05). This study underscores the critical role of knowledge, motivation, and competency in enhancing spiritual care among ICU nurses. Targeted interventions such as educational programs and institutional support are essential for improving spiritual care practices. Future research should focus on developing comprehensive training models to address the individual and systemic barriers to spiritual care integration in critical care environments.
Pendidikan Mitigasi Bencana dan Kesiapsiagaan Anak dalam Menghadapi Gempa Bumi di SDN 09 Berok Nipah Maharani, Shania; Sari, Rebbi Permata; Ikbal, Revi Neini; Rahmi, Hidayatul
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 2 (2024): JIK-Oktober Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i2.1207

Abstract

Gempa bumi merupakan bencana alam yang sering kali menimbulkan korban jiwa, terutama pada anak-anak yang rentan akibat kurangnya pemahaman mengenai mitigasi bencana. SDN 09 Berok Nipah berada di garis tepi pantai Kota Padang yang memiliki 72 siswa yang menjadi kelompok rentan terhadap gempa. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan mitigasi bencana terhadap kesiapsiagaan anak usia sekolah dalam  menghadapi gempa bumi di SDN 09 Berok Nipah. Penelitian menggunakan desain quasy eksperimen one grup pretest-postest. Populasi penelitian anak usia sekolah kelas II-V sebanyak 53 siswa. Proses penelitian dilakukan pada bulan Maret-Agustus 2024, teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling sebanyak 34 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest setelah diberikan penyuluhan. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon .Hasil penelitian rata-rata tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan mitigasi bencana 52,18, dan rata-rata pengetahuan sesudah diberikan pendidikan mitigasi bencana  91,06 selisih rata-rata pengatahuan 38,9. Ada pengaruh pendidikan mitigasi bencana gempa bumi terhadap kesiapsiagaan (p-0,000) pada anak usia sekolah di SDN 09 Berok Nipah tahun 2024. Kesimpulan : Diharapkan melalui kepala sekolah dan tenaga pengajar dapat memberikan informasi tentang mitigasi gempa dengan melaksanakan penyuluhan kesehatan dan simulasi bencana secara berkala setiap semester agar siswa mendapatkan pengetahuan yang baik.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan APD Dalam Melakukan Tindakan Keperawatan Di RSU Aisyiah Padang Ikbal, Revi Neini; Sari, Rebbi Permata; Welly, Welly
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 5, No 2 (2021): JIK-Oktober Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v5i2.435

Abstract

Perawat mempunyai faktor resiko paling tinggi sebagai media terjadinya penyebaran infeksi kepada pasien, faktor ini disebabkan karena perawat selama 24 jam berhubungan dengan pasien untuk melaksanakan asuhan keperawatan. Banyak perawat yang tidak menggunakan APD dalam memberikan layanan kesehatan. Salah satu dampak tidak memakai APD adalah terjadinya infeksi nosokomial. Menurut data yang diperoleh di RSUD dr. Rasidin Padang diketahui angka prevalensi infeksi nosokomial yaitu 3,09%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) dalam melakukan tindakan keperawatan. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Dr. Rasidin Padang pada bulan Februari s/d September 2017. Pengumpulan data tanggal  7 – 23 Agustus 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang ada diruang rawat inap bedah, interne dan anak dan kebidanan dengan total 85 orang, dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square.  Hasil penelitian didapatkan 51,8% responden tidak lengkap menggunakan APD, 62,4% tingkat pendidikan tinggi, 50,6% sikap positif, 55,3% motivasi kurang baik, 57,6%  APD tersedia. Terdapat hubungan tingkat pendidikan ( p = 0,000), sikap ( p = 0,003), motivasi ( p = 0,007) dan tidak ada hubungan ketersediaan APD ( p = 0,165) dengan penggunaan APD. Disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pendidikan, sikap, motivasi dan ketersediaan APD dengan penggunaan APD. Untuk itu disarankan bagi manajemen rumah sakit agar dapat memberikan tindakan kepada perawat (punisment) yang tidak memakai APD yang dapat menimbulkan infeksi nosokomial dan membuat SOP penggunaan APD. Disarankan bagi peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel lain yang yang berhubungan dengan penggunaan APD seperti jenis pekerjaan, kondisi lingkungan pekerjaan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kepatuhan Petugas IGD Dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri Level 2 Ikbal, Revi Neini; Sari, Rebbi Permata; Mulia, Agung
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 1 (2024): JIK-April Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i1.701

Abstract

Angka kejadian Covid-19 yang terus meningkat membawa peralihan pada tatanan kerja terutama pelayanan kesehatan. Observasi yang peneliti lakukan di ruangan IGD RS TK.III Dr. Reksodiwiryo Padang tahun 2022 pada masa New Normal, bahwasannya banyak petugas IGD yang tidak lengkap dalam penggunaan APD level 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan petugas IGD dalam penggunaan APD level 2 pada masa new normal.Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian di laksanakan bulan Februari – Agustus 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas IGD di RS XXX. Teknik pengumpulan sampel penelitian ini adalah non probably sampling berupa accidental sampling dengan 38 sampel. Data di kumpulkan menggunakan kuesioner kepatuhan, sikap, masa kerja serta lembar observasi kelengkapan APD level 2. Data di analisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Berdasarkan analisis bivariat terdapat hubungan kelengkapan APD level 2 dengan tingkat kepatuhan petugas IGD menunjukkan p-value < 0,05  , terdapat hubungan sikap dengan tingkat kepatuhan petugas IGD menunjukkan p-value (0,023), dan tidak terdapat hubungan masa kerja dengan tingkat kepatuhan petugas IGD menunjukkan p-value (0,324). Dapat disimpulkan variabel yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan petugas IGD yaitu kelengkapan APD level 2 dan sikap, untuk masa kerja tidak terdapat hubungan. Saran dari hasil penelitian ini antara lain meningkatkan pengawasan pada petugas IGD dalam penggunaan APD level 2 yang lengkap dan benar, menyediakan APD level 2 yang lengkap dan memadai.